Arthritis pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Arthritis adalah peradangan pada sendi, yaitu area pertemuan dua tulang. Pada anak, kondisi ini disebut arthritis juvenil atau arthritis idiopatik juvenil. Ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan kuman justru menyerang jaringan sendi yang sehat, sehingga sendi menjadi bengkak, nyeri, dan kaku.
Fakta penting
- Tidak menular, jadi tidak bisa menyebar dari satu anak ke anak lainnya.
- Bisa berlangsung lama, tetapi banyak anak mengalami masa remisi, yaitu gejala hilang atau sangat berkurang.
- Gejala khas adalah kaku sendi di pagi hari yang membaik setelah bergerak.
- Jika tidak diobati, arthritis pada anak bisa menyebabkan kerusakan sendi dan masalah pertumbuhan.
Arthritis pada anak tergolong langka. Sekitar 1 dari 1.000 anak di dunia mengalaminya. Meski jarang, orang tua perlu mengenalinya lebih awal karena penanganan cepat sangat memengaruhi hasil jangka panjang.
Arthritis biasanya menyerang anak di bawah usia 16 tahun. Paling sering mulai muncul pada usia 1–3 tahun atau 8–12 tahun. Anak perempuan sedikit lebih sering terkena dibanding anak laki-laki.
Gejala
- Sendi yang sangat nyeri, merah, dan panas disertai demam tinggi — ini bisa menandakan infeksi sendi yang butuh penanganan segera
- Anak tiba-tiba tidak bisa menggerakkan kaki atau tangannya dan tampak sangat kesakitan
- Sesak napas atau ruam yang menyebar dan terlihat seperti memar — segera cari pertolongan darurat
- ⚠Anak mengalami demam dengan keluhan nyeri sendi yang berat
- ⚠Anak menolak berdiri atau berjalan karena nyeri
- ⚠Persendian tampak salah bentuk
Gejala umum
- Nyeri pada sendi, seperti lutut, pergelangan tangan, atau jari
- Pembengkakan dan kemerahan di area sendi
- Kaku sendi, terutama saat bangun tidur di pagi hari
- Sendi terasa hangat saat disentuh
- Kesulitan menggerakkan anggota tubuh atau berjalan pincang
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin belum bisa menjelaskan nyeri, sehingga malah menjadi rewel atau tidak mau bermain
- Pincang tanpa jatuh atau cedera yang jelas
- Demam hilang timbul tanpa sebab yang jelas
- Muncul ruam kemerahan yang muncul dan hilang
- Pembengkakan pada kelenjar getah bening
- Peradangan pada mata yang membuat mata merah atau sensitif terhadap cahaya
Gejala pada lansia
- Pada orang dewasa yang lebih tua, arthritis yang umum adalah osteoartritis, yaitu peradangan karena pemakaian sendi seiring usia, bukan penyakit autoimun. Gejalanya berupa nyeri saat bergerak dan kaku setelah istirahat lama.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti arthritis pada anak belum diketahui
- Diduga akibat kombinasi faktor keturunan dan pemicu dari lingkungan seperti infeksi virus atau stres, yang membuat sistem imun menyerang sendi
- Arthritis juvenil bukan disebabkan oleh pola makan, cedera fisik, atau kesalahan orang tua
Faktor risiko
- Berusia di bawah 16 tahun
- Anak perempuan lebih berisiko dibanding anak laki-laki untuk beberapa jenis arthritis juvenil
- Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun, seperti lupus atau arthritis
- Pembawa faktor gen tertentu yang dapat meningkatkan kerentanan terkena arthritis
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika nyeri sendi terjadi tiba-tiba dengan demam tinggi dan sendi tampak merah panas
- Jika anak tidak bisa menggerakkan lengan atau kakinya sama sekali
Buat janji temu rutin jika:
- Jika pembengkakan, nyeri, atau kaku pada sendi berlangsung lebih dari beberapa minggu
- Jika anak sering pincang tanpa sebab yang jelas
- Jika anak sering rewel karena nyeri, terutama saat pagi hari
- Jika mata anak tampak merah, nyeri, atau sensitif cahaya tanpa penyebab yang jelas
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik pada sendi, serta memeriksa gejala lain seperti ruam atau demam. Tidak ada satu tes yang bisa langsung memastikan arthritis juvenil. Diagnosis ditegakkan dari gabungan gejala dan hasil pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk melihat penanda peradangan, seperti laju endap darah (LED) dan protein C-reaktif (PCR)
- Tes antibodi tertentu, misalnya faktor reumatoid (RF), untuk membantu membedakan jenis arthritis
- Pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen (X-ray), ultrasonografi (USG), atau MRI, untuk melihat kondisi sendi dan peradangan yang ada
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter mungkin akan merujuk anak ke spesialis anak yang menangani penyakit reumatik, atau ke dokter mata untuk memeriksa peradangan pada mata yang sering menyertai arthritis juvenil. Proses diagnosis sering membutuhkan beberapa kunjungan dan pemeriksaan lanjutan.
Perawatan
Pengobatan arthritis pada anak bertujuan untuk meredakan peradangan, mengurangi nyeri, mencegah kerusakan sendi, dan membantu anak tetap aktif dan normal. Perawatan biasanya dilakukan bersama tim dokter spesialis, fisioterapis, dan orang tua.
Perawatan mandiri di rumah
- Kompres hangat pada sendi yang kaku untuk membantu mengurangi kekakuan
- Lakukan peregangan ringan setiap hari sesuai panduan fisioterapis
- Sediakan waktu ekstra di pagi hari agar sendi tidak kaku saat beraktivitas
- Seimbangkan antara istirahat dan aktivitas — hindari kegiatan fisik berat saat anak sedang kambuh
- Gunakan sepatu yang nyaman dan alas empuk untuk mengurangi beban pada kaki
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat yang menekan peradangan, obat yang mengatur sistem kekebalan tubuh, atau terapi biologis yang diberikan melalui suntikan atau infus. Obat-obatan ini harus selalu digunakan sesuai resep dan di bawah pengawasan dokter. Selain itu, fisioterapi sangat membantu untuk menjaga kekuatan otot dan kelenturan sendi. Jika ada peradangan mata, dokter mata juga akan memberikan perawatan khusus.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk arthritis pada anak. Jika terjadi kerusakan sendi yang sangat parah dan tidak membaik dengan pengobatan lain, dokter mungkin mempertimbangkan prosedur seperti penggantian sendi, tetapi umumnya ditunda sampai tulang anak selesai tumbuh.
Hidup dengan kondisi ini
Anak tetap bisa bersekolah, bermain, dan bersosialisasi. Penting untuk memberi tahu guru dan staf sekolah tentang kondisi anak agar mereka bisa membantu, misalnya memberikan waktu ekstra saat bergerak antarkelas atau saat olahraga. Buat rutinitas harian yang disesuaikan dengan kondisi anak, dan selalu dukung anak agar tetap percaya diri.
Tips gaya hidup
- Buat latihan ringan menjadi menyenangkan, misalnya berenang atau bersepeda
- Pastikan anak tidur cukup, karena tidur membantu mengurangi peradangan
- Ajari anak cara duduk dengan posisi yang baik dan tidak membungkuk
- Gunakan alat bantu seperti bidai atau penyangga jika disarankan oleh terapis
Diet dan olahraga
Makan makanan sehat dan seimbang membantu menjaga berat badan ideal serta mengurangi beban pada sendi. Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu, keju, dan ikan, untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak ada diet khusus yang terbukti menyembuhkan arthritis, tetapi konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk kebutuhan anak. Olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, atau bersepeda baik untuk menjaga sendi tetap lentur, namun hindari olahraga yang terlalu membebani sendi saat nyeri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan nyeri kronis bisa membuat anak merasa marah, sedih, cemas, atau berbeda dari teman-temannya. Anak mungkin juga mengalami kesulitan berkonsentrasi di sekolah. Bicarakan perasaan anak, beri ruang untuk mengungkapkan emosi, dan jangan ragu meminta bantuan konselor atau psikolog anak jika diperlukan.
Pencegahan
Arthritis pada anak tidak dapat dicegah karena penyebabnya belum diketahui pasti dan tidak terkait dengan gaya hidup. Langkah terbaik adalah mengenali gejala sejak dini dan segera mencari pengobatan agar peradangan bisa dikendalikan dan mencegah kerusakan sendi.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah arthritis pada anak. Namun, anak dengan arthritis tetap perlu menjalani imunisasi sesuai jadwal, terutama karena beberapa obat dapat menurunkan daya tahan tubuh. Tanyakan kepada dokter tentang imunisasi yang aman untuk anak Anda.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk arthritis pada anak. Deteksi dini dilakukan melalui kewaspadaan terhadap gejala — jika anak mengalami nyeri atau bengkak sendi yang menetap, segera periksakan ke dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kerusakan sendi permanen yang membuat anak kesulitan bergerak
- Gangguan pertumbuhan, termasuk perbedaan panjang kaki atau tinggi badan yang tidak optimal
- Peradangan pada mata (uveitis) yang dapat mengganggu penglihatan jika tidak ditangani
- Melemahnya tulang akibat peradangan kronis dan kurangnya aktivitas
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan dukungan keluarga, sebagian besar anak mengalami perbaikan gejala yang signifikan. Banyak anak mencapai masa remisi, yaitu peradangan mereda untuk waktu lama. Pengobatan arthritis pada anak berkembang pesat, sehingga anak-anak dengan kondisi ini dapat menjalani kehidupan yang aktif, produktif, dan penuh harapan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.