Asthma control in pregnancy
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Asma adalah penyakit saluran napas yang membuat Anda sulit bernapas karena saluran napas menyempit dan meradang. Selama kehamilan, perubahan hormon dapat memengaruhi asma Anda. Mengendalikan asma dengan baik sangat penting untuk kesehatan Anda dan bayi.
Fakta penting
- Asma yang terkontrol dengan baik selama kehamilan aman bagi ibu dan bayi.
- Sekitar sepertiga ibu hamil dengan asma mengalami perburukan gejala selama kehamilan.
- Pengobatan asma yang aman tersedia dan dianjurkan untuk menjaga kontrol optimal.
Ya, asma adalah salah satu penyakit kronis yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Diperkirakan 4-8% ibu hamil di Indonesia memiliki asma.
Ibu hamil yang sudah memiliki asma sebelumnya. Asma juga bisa pertama kali muncul selama kehamilan.
Gejala
- Sesak napas yang sangat berat sehingga tidak bisa bicara atau berjalan
- Bibir atau kuku membiru
- Penggunaan otot bantu napas (dada dan leher tampak tertarik saat bernapas)
- Minum obat pelega tidak memberikan efek dalam 15-20 menit
- ⚠Gejala asma yang semakin memburuk meski sudah minum obat
- ⚠Mengi atau batuk yang tidak kunjung reda setelah minum obat
- ⚠Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari karena asma
Gejala umum
- Sesak napas, terutama di malam hari atau saat beraktivitas
- Batuk, terutama batuk kering dan sering terjadi di malam hari atau setelah olahraga
- Mengi (napas berbunyi seperti siulan)
- Dada terasa berat, seperti tertekan
Gejala pada anak-anak
- Gejala pada anak dengan asma mirip dengan orang dewasa, termasuk batuk, mengi, dan sesak napas.
- Anak mungkin sering batuk di malam hari atau saat bermain.
- Terkadang gejala hanya berupa batuk kronis tanpa mengi.
Gejala pada lansia
- Gejala asma pada lansia bisa mirip dengan penyakit jantung atau paru lain, sehingga perlu pemeriksaan dokter.
- Sesak napas dan kelelahan lebih sering terjadi.
- Mengi mungkin tidak begitu terdengar sehingga asap sering tidak terdiagnosis.
Penyebab
Penyebab utama
- Peradangan dan penyempitan saluran napas karena alergen (seperti debu, serbuk sari, bulu hewan) atau iritan (asap rokok, polusi)
- Faktor genetik: asma sering diturunkan dalam keluarga
- Infeksi saluran napas (pilek, flu) bisa memicu serangan
Faktor risiko
- Riwayat asma dalam keluarga
- Memiliki alergi (eksim, rinitis alergi)
- Paparan asap rokok, polusi udara, atau debu di tempat kerja
- Obesitas sebelum hamil
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika Anda mengalami gejala asma yang parah (seperti sesak napas berat atau obat pelega tidak mempan).
- Hubungi dokter jika Anda merasa kontrol asma memburuk secara tiba-tiba.
Buat janji temu rutin jika:
- Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan dan dokter paru setidaknya setiap trimester untuk memantau kontrol asma.
- Bawa rencana tindakan asma dan diskusikan dengan dokter saat setiap kunjungan.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis asma berdasarkan riwayat gejala, pemeriksaan fisik, dan tes fungsi paru. Selama kehamilan, tes tetap aman dilakukan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Spirometri: tes untuk mengukur seberapa banyak udara yang bisa Anda hembuskan dan seberapa cepat
- Peak flow meter: alat sederhana untuk memonitor aliran napas di rumah
- Tes alergi mungkin dilakukan untuk mengetahui pemicu
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta meniup keras ke dalam alat spirometer. Prosesnya tidak sakit. Dokter mungkin juga meminta Anda mencatat peak flow setiap hari.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah mengendalikan asma agar Anda dan bayi mendapatkan cukup oksigen. Pengendalian dilakukan dengan obat pengontrol harian dan obat pelega saat diperlukan. Dokter akan memilih obat yang aman untuk kehamilan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kenali dan hindari pemicu asma (debu, asap, serbuk sari, hewan berbulu).
- Gunakan obat pengontrol setiap hari sesuai anjuran dokter, jangan berhenti tanpa konsultasi.
- Pantau peak flow setiap hari untuk mendeteksi penurunan fungsi paru sejak dini.
- Buat rencana tindakan asma bersama dokter, termasuk kapan harus menambah obat atau ke UGD.
Perawatan medis
Pengobatan asma pada kehamilan umumnya menggunakan obat inhalasi (hirup) karena efek sampingnya minim. Dokter akan meresepkan obat pengontrol harian berupa kortikosteroid hirup dan obat pelega hirup kerja cepat untuk serangan. Dosis disesuaikan dengan kondisi. Jangan mengubah dosis tanpa petunjuk dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak relevan. Operasi biasanya tidak diperlukan untuk asma biasa.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan asma terkontrol saat hamil berarti Anda bisa menjalani aktivitas normal. Penting untuk terus minum obat, memantau gejala, dan menghindari pemicu. Bila gejala muncul, segera gunakan rencana tindakan.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
- Jaga kebersihan rumah untuk mengurangi debu dan tungau.
- Gunakan masker saat keluar rumah jika polusi tinggi.
- Cukup istirahat dan kelola stres karena stres bisa memperburuk asma.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk ibu hamil. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang aman dan membantu kontrol asma. Hindari olahraga di cuaca dingin atau saat asma tidak terkontrol. Selalu bawa obat pelega saat berolahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kecemasan tentang asma dan kehamilan bisa membuat stres. Stres dapat memicu serangan asma. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, dokter, atau konselor. Ingat bahwa dengan kontrol yang baik, Anda bisa menjalani kehamilan yang sehat.
Pencegahan
Asma sendiri tidak dapat dicegah, tetapi serangan asma selama kehamilan bisa dicegah dengan kontrol yang baik: minum obat teratur, menghindari pemicu, dan memantau gejala.
Vaksin
Vaksin flu (influenza) dianjurkan untuk semua ibu hamil, termasuk yang asma, karena flu dapat memicu serangan asma.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk asma. Jika Anda memiliki gejala, segera periksakan ke dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Asma yang tidak terkontrol dapat mengurangi oksigen ke bayi, meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat lahir rendah.
- Serangan asma berat dapat menyebabkan preeklamsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan).
- Ibu mungkin perlu rawat inap yang bisa memengaruhi kehamilan.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan pengendalian asma yang baik melalui pengobatan rutin dan pemantauan, sebagian besar ibu hamil dengan asma melahirkan bayi sehat tanpa masalah. Dokter akan membantu Anda merencanakan perawatan untuk kehamilan yang aman.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.