Katarak pada Anak: Menunggu dan Hidup dengan Kondisi Ini
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang normalnya jernih. Lensa mata seperti kaca kamera yang membantu kita melihat dengan jelas. Jika lensa menjadi keruh seperti jendela berkabut, penglihatan menjadi buram. Pada anak-anak, kondisi ini bisa terjadi sejak lahir (katarak kongenital) atau berkembang karena cedera, infeksi, atau penyakit lain.
Fakta penting
- Katarak pada anak dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani segera.
- Penanganan utama adalah operasi pengangkatan lensa keruh, biasanya dilakukan setelah anak berusia beberapa bulan.
- Setelah operasi, anak mungkin perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus untuk membantu fokus penglihatan.
- Deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan perkembangan penglihatan (ambliopia) yang permanen.
Katarak pada anak tidak umum, tetapi merupakan penyebab kebutaan yang dapat dicegah pada anak di Indonesia. Menurut Kemenkes, sekitar 3 dari 10.000 bayi lahir dengan katarak kongenital.
Katarak dapat menyerang bayi baru lahir, anak-anak, dan remaja. Faktor risiko termasuk riwayat keluarga, infeksi saat kehamilan (seperti rubela), cedera mata, dan penggunaan obat-obatan tertentu pada ibu hamil.
Gejala
- Mata anak tiba-tiba menjadi merah, nyeri, dan keluar cairan kental (tanda infeksi serius).
- Anak mengalami cedera mata yang parah, seperti tertusuk benda tajam.
- Mata anak mendadak tidak bisa melihat sama sekali (kebutaan mendadak).
- ⚠Mata anak tampak putih di pupil (leukokoria) – perlu segera diperiksa dokter spesialis mata untuk menyingkirkan penyebab serius seperti retinoblastoma.
- ⚠Anak sering menggosok mata, menangis karena silau, atau kesulitan mengikuti objek.
Gejala umum
- Penglihatan buram atau kabur seperti melihat melalui kaca buram.
- Sulit melihat di malam hari atau di tempat redup.
- Sering berganti ukuran kacamata tanpa perbaikan penglihatan.
- Mata terlihat putih atau keabu-abuan di tengah (pupil).
Gejala pada anak-anak
- Bayi tidak merespons wajah orang tua atau mainan berwarna cerah.
- Mata bayi tidak fokus atau bergerak tak menentu (nistagmus).
- Anak sering menyipitkan mata atau menutup satu mata saat melihat.
- Mata anak terlihat putih atau ada bercak putih di pupil, terutama saat terkena cahaya (leukokoria).
- Anak mungkin lebih suka bermain di tempat terang atau malah menghindari cahaya.
Penyebab
Penyebab utama
- Katarak kongenital (bawaan lahir): disebabkan oleh kelainan genetik, infeksi saat kehamilan (rubela, toksoplasmosis, CMV, herpes), atau gangguan metabolisme.
- Katarak traumatik: akibat cedera mata, seperti terkena benda tumpul atau tajam.
- Katarak sekunder: akibat penyakit lain seperti diabetes, radang mata (uveitis), atau efek samping obat tertentu (misalnya steroid jangka panjang).
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan katarak kongenital.
- Ibu hamil terinfeksi rubela atau infeksi lain tanpa imunisasi.
- Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan, seperti steroid dosis tinggi.
- Cedera mata pada anak, termasuk saat bermain atau kecelakaan.
- Anak dengan penyakit sistemik seperti diabetes atau galaktosemia.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Bila pupil anak tampak putih atau ada bercak putih di mata.
- Jika anak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan mata yang parah, misalnya menangis terus-menerus karena silau.
- Bila anak cedera mata dan penglihatan berubah.
Buat janji temu rutin jika:
- Setiap bayi baru lahir harus diperiksa matanya oleh dokter atau perawat sebagai bagian dari skrining awal.
- Jika Anda mencurigai anak Anda sulit melihat, buatlah janji dengan dokter spesialis mata anak (pediatrik oftalmologi).
- Pemeriksaan mata rutin setiap tahun pada anak dengan faktor risiko.
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh, termasuk melihat refleks merah pada pupil dengan alat khusus (oftalmoskop). Pada bayi, dokter juga akan memeriksa respons visual dan gerakan mata.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan refleks merah (red reflex test): Dokter menyinari mata bayi untuk melihat pantulan merah dari retina. Jika ada bercak putih, itu tanda katarak.
- Pemeriksaan slit lamp: Mikroskop khusus untuk melihat lensa mata secara detail.
- Pemeriksaan fundus: Melihat bagian belakang mata (retina) untuk memastikan tidak ada masalah lain.
- Tes pencitraan seperti USG mata jika katarak sangat tebal sehingga tidak bisa melihat retina.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak nyeri. Bayi atau anak mungkin perlu ditidurkan dengan obat penenang ringan agar kooperatif. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan mendiskusikan langkah selanjutnya, termasuk jadwal operasi.
Perawatan
Penanganan utama katarak pada anak adalah operasi pengangkatan lensa yang keruh. Operasi biasanya dilakukan setelah bayi berusia beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi. Setelah operasi, anak perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus untuk menggantikan lensa alami yang diangkat. Terkadang dokter memasang lensa buatan (IOL) pada anak yang lebih besar.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan menunda konsultasi ke dokter jika mencurigai katarak. Penundaan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen (ambliopia).
- Setelah diagnosis, ikuti jadwal kontrol yang dianjurkan dokter.
- Jika anak menggunakan kacamata atau lensa kontak, pastikan kebersihan dan pemakaian yang benar.
- Ajak anak bermain dengan mainan yang merangsang penglihatan, seperti puzzle warna-warni atau buku bergambar.
Perawatan medis
Tidak ada obat tetes mata atau obat minum yang bisa menyembuhkan katarak. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengangkat lensa keruh. Pemilihan waktu operasi (menunggu atau segera) akan ditentukan oleh dokter berdasarkan usia anak, jenis katarak, dan perkembangan penglihatan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan kacamata untuk sementara sambil menunggu operasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya dilakukan saat anak berusia kurang dari 1 tahun, idealnya sebelum usia 3 bulan untuk katarak kongenital bilateral (kedua mata). Namun, jika katarak tidak terlalu tebal atau hanya satu mata, dokter mungkin menunggu hingga anak lebih besar. Penentuan waktu operasi sangat individual, diskusikan dengan dokter spesialis mata anak.
Hidup dengan kondisi ini
Anak dengan katarak dapat menjalani kehidupan sehari-hari seperti anak lain, terutama setelah operasi. Namun, mereka mungkin perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus. Pada fase menunggu operasi, bantu anak dengan menyediakan lingkungan yang terang dan kontras tinggi (misalnya mainan berwarna cerah) untuk merangsang penglihatan.
Tips gaya hidup
- Pastikan anak memakai pelindung mata saat bermain di luar untuk mencegah cedera tambahan.
- Bantu anak menyesuaikan diri dengan kacamata atau lensa kontak. Beri pujian saat ia memakainya.
- Hindari menggosok mata anak terlalu keras, terutama jika ada lensa kontak.
- Dukung anak untuk tetap aktif bermain, tetapi awasi jika ia kesulitan melihat.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus yang menyembuhkan katarak pada anak. Namun, pastikan anak mendapat nutrisi seimbang untuk kesehatan mata umum, termasuk vitamin A dari sayuran hijau dan buah-buahan. Olahraga ringan seperti bermain di luar baik untuk perkembangan motorik, tetapi selalu awasi keamanan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak dengan katarak mungkin merasa berbeda, terutama jika mereka harus memakai kacamata tebal atau lensa kontak. Hal ini dapat memengaruhi rasa percaya diri. Orang tua perlu memberikan dukungan emosional, menjelaskan kondisi dengan cara positif, dan menghubungkan dengan anak-anak lain yang memiliki kondisi serupa jika memungkinkan.
Pencegahan
Tidak semua katarak pada anak dapat dicegah, terutama yang bersifat genetik. Namun, beberapa langkah dapat mengurangi risiko: vaksinasi rubela pada ibu sebelum hamil, menghindari infeksi selama kehamilan, mencegah cedera mata pada anak, dan mengelola penyakit sistemik seperti diabetes.
Vaksin
Vaksinasi rubela (MMR) pada wanita sebelum hamil sangat dianjurkan untuk mencegah katarak kongenital akibat infeksi rubela. Anak-anak juga harus mendapat imunisasi lengkap sesuai jadwal Kemenkes.
Program skrining
Skrining mata pada bayi baru lahir dengan pemeriksaan refleks merah sangat penting. Di Indonesia, skrining ini direkomendasikan oleh Kemenkes sebagai bagian dari pemeriksaan neonatal. Jika ada faktor risiko, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata perlu dilakukan sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Ambliopia (mata malas): Penglihatan tidak berkembang normal karena otak mulai mengabaikan sinyal dari mata yang keruh.
- Kebutaan permanen jika katarak tidak dioperasi pada waktu yang tepat.
- Gangguan perkembangan motorik dan kognitif akibat penglihatan buruk.
- Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma) sekunder akibat peradangan atau operasi sebelumnya.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, sebagian besar anak dengan katarak dapat memiliki penglihatan yang cukup baik untuk belajar, bermain, dan menjalani kehidupan normal. Meskipun mungkin perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak seumur hidup, banyak anak yang berprestasi dan mandiri. Dukungan keluarga dan tim medis sangat penting untuk hasil yang optimal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.