Katarak pada Bayi: Yang Perlu Orang Tua Ketahui
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh seperti kabut. Pada bayi, katarak disebut katarak kongenital (sudah ada sejak lahir) atau katarak infantil (muncul dalam beberapa bulan pertama). Lensa yang keruh ini menghalangi cahaya masuk ke mata dengan baik, sehingga penglihatan bayi menjadi buram dan dapat mengganggu perkembangan penglihatannya. Jika tidak ditangani sejak dini, katarak pada bayi bisa menyebabkan kebutaan permanen.
Fakta penting
- Katarak pada bayi tidak selalu langsung terlihat, butuh pemeriksaan rutin oleh dokter.
- Penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan penglihatan bayi.
- Katarak pada bayi bisa disebabkan oleh penyakit bawaan, infeksi saat hamil, atau faktor genetik.
Katarak pada bayi tergolong jarang, terjadi pada sekitar 1-15 dari setiap 10.000 kelahiran. Meski jarang, deteksi dini sangat penting.
Katarak pada bayi bisa terjadi pada semua jenis kelamin dan suku. Faktor risiko termasuk riwayat keluarga dengan katarak bayi, infeksi ibu saat hamil (seperti rubella), atau bayi lahir prematur.
Gejala
- Bayi tiba-tiba tidak bisa melihat cahaya atau merespons rangsangan visual
- Terjadi perubahan mendadak pada penampilan mata (misalnya pupil menjadi putih total dalam waktu singkat)
- ⚠Jika Anda mencurigai ada bercak putih di pupil bayi, segera periksakan ke dokter mata anak, bukan ke unit gawat darurat kecuali ada gejala lain seperti demam tinggi atau kejang.
Gejala umum
- Pupil (bagian tengah mata) tampak putih atau keabu-abuan, bukan hitam seperti biasanya
- Mata bayi tampak buram atau seperti berkabut
- Bayi sering menyipitkan mata atau menutup satu mata
- Bayi tidak tertarik pada mainan atau wajah orang di sekitarnya
Gejala pada anak-anak
- Jika katarak terjadi pada anak yang lebih besar (bukan bayi baru lahir), anak mungkin mengeluh penglihatan kabur atau ganda
- Anak sering mengucek mata atau memicingkan mata saat melihat sesuatu
- Prestasi belajar menurun karena sulit melihat papan tulis
Gejala pada lansia
- Katarak pada lansia lebih sering berupa penglihatan kabur, silau saat malam, atau warna tampak pudar. Namun pada bayi, gejala lebih pada perubahan fisik mata dan respons visual.
Penyebab
Penyebab utama
- Kelainan genetik (diturunkan dari orang tua), misalnya pada sindrom Down
- Infeksi ibu saat hamil, seperti rubella, toksoplasmosis, atau sitomegalovirus
- Gangguan metabolisme bawaan, misalnya galaktosemia (tubuh tidak bisa mencerna gula laktosa dengan baik)
Faktor risiko
- Riwayat katarak pada anggota keluarga lain (orang tua, saudara kandung)
- Ibu hamil yang terpapar infeksi atau obat-obatan tertentu tanpa pengawasan dokter
- Bayi lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda melihat adanya bercak putih di pupil bayi, segera periksakan ke dokter mata anak dalam 1-2 hari
- Jika bayi tidak menatap atau mengikuti benda bergerak di depan matanya setelah usia 3-4 bulan
Buat janji temu rutin jika:
- Bayi baru lahir harus menjalani skrining mata di rumah sakit atau puskesmas, termasuk pemeriksaan refleks merah pada pupil
- Pemeriksaan mata rutin sesuai jadwal imunisasi dan perkembangan anak
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh, termasuk melihat refleks merah dengan alat khusus (oftalmoskop). Jika refleks merah tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan refleks merah (red reflex test) – sinar lampu khusus untuk melihat apakah ada kekeruhan di lensa
- Pemeriksaan dengan slit lamp (mikroskop mata) untuk melihat lensa lebih detail
- USG mata jika katarak padat sehingga bagian belakang mata tidak terlihat jelas
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan. Dokter akan meneteskan obat tetes mata untuk melebarkan pupil, lalu memeriksa mata bayi. Bayi mungkin rewel, tetapi dibantu oleh orang tua dan perawat. Hasil pemeriksaan biasanya langsung diketahui.
Perawatan
Penanganan katarak pada bayi berbeda dengan orang dewasa. Operasi pengangkatan lensa keruh biasanya dilakukan segera setelah terdiagnosis, idealnya sebelum usia 6-12 minggu, untuk mencegah kebutaan permanen. Setelah operasi, bayi perlu memakai lensa kontak atau kacamata khusus karena lensa asli diangkat. Dokter akan menentukan jenis lensa pengganti yang tepat. Obat tetes mata mungkin diberikan untuk mencegah infeksi atau peradangan, namun jangan berikan obat apa pun tanpa resep dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan tangan saat merawat mata bayi setelah operasi
- Patuhi jadwal kontrol dokter untuk memantau perkembangan penglihatan
- Jangan menyentuh atau menggosok mata bayi tanpa petunjuk dokter
Perawatan medis
Operasi adalah satu-satunya pengobatan untuk katarak pada bayi. Setelah operasi, bayi mungkin perlu menggunakan lensa kontak atau kacamata dengan resep khusus. Terapi oklusi (menutup sementara mata yang sehat) mungkin diperlukan untuk melatih mata yang lemah. Semua ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter mata anak.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya direncanakan dalam beberapa minggu setelah diagnosis, bergantung pada usia bayi dan kondisi katarak. Semakin dini, semakin baik hasil penglihatannya.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah operasi, bayi perlu penyesuaian dengan lensa kontak atau kacamata. Orang tua harus rajin membersihkan dan memakaikan lensa kontak sesuai petunjuk dokter. Periksa mata bayi setiap hari untuk tanda kemerahan atau infeksi.
Tips gaya hidup
- Lindungi mata bayi dari sinar matahari langsung dengan topi atau kacamata hitam jika disarankan
- Stimulasi penglihatan dengan mainan berwarna cerah dan kontras tinggi
- Ikuti program terapi penglihatan yang mungkin direkomendasikan dokter
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus untuk katarak pada bayi. ASI tetap yang terbaik. Setelah operasi, hindari aktivitas yang bisa membentur kepala atau mata, seperti bermain kasar, sampai dokter mengizinkan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Orang tua mungkin merasa cemas atau bersalah. Wajar, namun penting untuk mencari dukungan. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau konselor. Bayi sendiri tidak akan merasakan stigma selama ia tumbuh dengan penglihatan yang cukup baik.
Pencegahan
Tidak semua jenis katarak pada bayi bisa dicegah, terutama yang disebabkan faktor genetik. Namun, ibu hamil bisa mengurangi risiko dengan menjaga kesehatan, menghindari infeksi (misalnya vaksinasi rubela sebelum hamil), dan tidak merokok atau minum alkohol.
Vaksin
Vaksinasi rubela (campak Jerman) pada wanita sebelum hamil sangat dianjurkan, karena infeksi rubela saat hamil dapat menyebabkan katarak pada bayi. Vaksinasi dasar bayi sesuai jadwal imunisasi juga penting.
Program skrining
Skrining mata bayi baru lahir dengan tes refleks merah dilakukan di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi katarak sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kebutaan permanen pada mata yang terkena katarak
- Mata juling (strabismus) akibat tidak adanya rangsangan visual yang jelas
- Mata malas (ambliopia) – otak lebih memilih mata yang sehat, sehingga mata dengan katarak menjadi lemah meski setelah lensa keruh diangkat
- Keterlambatan perkembangan motorik dan sosial karena penglihatan terganggu
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak anak dengan katarak kongenital dapat memiliki penglihatan yang fungsional. Hasil terbaik dicapai jika operasi dilakukan dalam 6 minggu pertama kehidupan. Meski mungkin tetap ada keterbatasan, dukungan orang tua dan terapi penglihatan dapat membantu anak tumbuh dan belajar dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.