Cellulitis in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Selulitis adalah infeksi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau lecet. Akibatnya, kulit menjadi merah, bengkak, terasa hangat, dan nyeri. Jika tidak diobati, infeksi bisa menyebar dan menjadi serius.
Fakta penting
- Selulitis umum terjadi pada anak-anak, terutama yang sering bermain di luar dan memiliki luka ringan.
- Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus atau Staphylococcus.
- Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar anak pulih sepenuhnya dalam waktu satu minggu.
Ya, selulitis cukup sering ditemukan pada anak-anak, terutama saat musim panas atau di daerah tropis.
Selulitis dapat menyerang anak dari segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada anak yang memiliki luka terbuka, eksim, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala
- Kemerahan menyebar dengan sangat cepat dalam beberapa jam.
- Demam sangat tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun.
- Anak tampak sangat lemas, mengigau, atau sulit dibangunkan.
- Muncul lepuhan besar atau kulit menghitam di area infeksi.
- Infeksi terjadi di dekat mata, hidung, atau telinga (risiko menyebar ke otak).
- ⚠Setelah 24 jam minum antibiotik, kemerahan tidak berkurang atau bertambah luas.
- ⚠Nyeri semakin parah, bukan membaik.
- ⚠Muncul abses (benjolan berisi nanah) yang terasa lunak di tengah.
- ⚠Anak tidak mau makan atau minum sama sekali.
Gejala umum
- Kulit tampak merah dan membengkak di satu area.
- Area yang terkena terasa hangat saat disentuh.
- Nyeri atau nyeri tekan pada kulit.
- Kulit tampak mengkilap atau meregang.
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin rewel, menangis, atau menolak digerakkan bagian tubuh yang sakit.
- Demam ringan hingga tinggi.
- Kadang muncul gelembung kecil berisi cairan (lepuh).
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejalanya bisa lebih berat karena daya tahan tubuh sering lebih lemah.
- Pembengkakan dan kemerahan bisa lebih luas, dan demam lebih mungkin terjadi.
- Lansia dengan diabetes atau gangguan sirkulasi darah perlu lebih waspada.
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri (paling sering Streptococcus atau Staphylococcus) masuk melalui luka di kulit.
- Luka bisa berupa goresan, gigitan serangga, luka operasi, atau area yang terkena eksim.
Faktor risiko
- Memiliki penyakit kulit seperti eksim, kudis, atau cacar air.
- Luka terbuka atau pembedahan baru.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena pengobatan kanker atau HIV).
- Pembengkakan kaki akibat masalah sirkulasi (limfedema).
- Kebiasaan menggaruk luka gigitan serangga atau luka kecil.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika kemerahan menyebar dengan cepat atau anak demam tinggi, segera bawa ke dokter atau IGD.
- Jika anak terlihat sangat kesakitan atau tidak mau menggerakkan bagian tubuh yang sakit.
- Jika ada tanda infeksi di sekitar mata atau wajah.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika hanya ada sedikit kemerahan dan anak masih aktif, Anda bisa menghubungi dokter dalam 24 jam untuk pemeriksaan.
- Jika demam ringan dan tidak ada tanda perburukan, buat janji temu di hari yang sama.
Diagnosis
Dokter akan memeriksa kulit anak dan menanyakan riwayat luka serta gejala. Dokter juga akan meraba area yang merah untuk melihat apakah ada abses. Terkadang dokter memberi tanda batas kemerahan dengan pena untuk memantau penyebaran.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pada kasus ringan, biasanya tidak diperlukan tes khusus.
- Jika infeksi parah atau tidak membaik dengan obat pertama, dokter mungkin mengambil sampel kecil dari luka (kultur) untuk mengetahui bakteri penyebab.
- Tes darah bisa dilakukan jika dicurigai infeksi telah menyebar ke aliran darah.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya singkat. Dokter akan menjelaskan perlunya antibiotik dan cara merawat kulit di rumah. Anda mungkin diminta untuk memantau batas kemerahan setiap 4–6 jam dan melaporkan jika meluas.
Perawatan
Pengobatan utama selulitis adalah antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab. Selain itu, perawatan di rumah membantu meredakan gejala. Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis antibiotik meskipun gejala mulai membaik.
Perawatan mandiri di rumah
- Tinggikan bagian tubuh yang terkena (misal, tangan atau kaki diganjal bantal) untuk mengurangi bengkak.
- Kompres air dingin di area merah untuk meredakan nyeri (15 menit setiap 2 jam).
- Istirahat yang cukup agar tubuh anak bisa melawan infeksi.
- Bersihkan luka dengan sabun lembut dan air hangat, lalu keringkan. Hindari menggaruk.
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan antibiotik yang diminum (oral). Biasanya diminum 3–4 kali sehari selama 5–10 hari. Pada kasus berat, anak mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan mendapat antibiotik melalui infus. Dokter juga bisa memberikan obat penurun demam atau pereda nyeri yang aman untuk anak.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika terbentuk abses (kumpulan nanah) yang besar, dokter mungkin perlu membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi lokal, dan biasanya hanya berlangsung beberapa menit.
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa penyembuhan, berikan antibiotik tepat waktu sesuai anjuran dokter. Perhatikan apakah kemerahan menyebar atau tidak. Jika ada perubahan drastis, segera hubungi dokter. Pastikan anak minum cairan yang cukup, terutama jika demam.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan tangan anak dengan mencuci tangan pakai sabun.
- Gunting kuku anak agar pendek dan tidak melukai kulit saat menggaruk.
- Hindari berenang atau berendam di air yang tidak bersih sampai luka benar-benar sembuh.
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus. Dorong anak untuk makan makanan bergizi agar daya tahan tubuhnya kuat. Aktivitas fisik ringan boleh dilakukan jika anak sudah merasa lebih baik, tetapi hindari olahraga yang membuat area infeksi tergesek atau terbentur.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak mungkin merasa takut atau tidak nyaman karena nyeri dan pengobatan. Beri pelukan, bacakan cerita, dan tenangkan dia. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa obat akan membantu kulitnya sembuh.
Pencegahan
Banyak kasus selulitis bisa dicegah dengan membersihkan luka setiap kali anak terjatuh atau tergores. Oleskan antiseptik ringan (seperti povidone-iodine) dan tutup luka dengan plester bersih sampai sembuh. Ajari anak untuk tidak menggaruk gigitan nyamuk atau luka.
Vaksin
Vaksinasi rutin membantu mencegah beberapa penyakit yang bisa menyebabkan luka kulit, seperti cacar air. Namun, belum ada vaksin khusus untuk selulitis.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk selulitis. Yang terpenting adalah kewaspadaan orang tua terhadap luka dan gejala awal infeksi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke aliran darah (sepsis) yang mengancam jiwa.
- Terbentuk abses yang membutuhkan drainase.
- Infeksi menyebar ke tulang (osteomielitis) atau sendi (arthritis septik).
- Kerusakan jaringan kulit yang permanen (nekrosis).
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang cepat dan tepat, hampir semua anak pulih total tanpa masalah jangka panjang. Kunci utamanya adalah segera mencari pertolongan medis saat gejala awal muncul dan mematuhi pengobatan. Jangan khawatir berlebihan — sebagian besar kasus selulitis pada anak sembuh dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.