Cellulitis in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Selulitis adalah infeksi bakteri pada lapisan dalam kulit dan jaringan di bawahnya. Infeksi ini menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, terasa hangat, dan nyeri. Kondisi ini berbeda dengan selulit yang merupakan timbunan lemak.
Fakta penting
- Selulitis disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka kecil pada kulit.
- Infeksi ini bisa menyebar dengan cepat dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik.
- Pada lansia, selulitis lebih berisiko karena kulit lebih tipis dan sistem kekebalan tubuh melemah.
Ya, selulitis cukup umum terjadi, terutama pada lansia. Sekitar 1 dari 100 orang dewasa di Indonesia mengalami selulitis setiap tahunnya, dan angka ini lebih tinggi pada usia lanjut.
Selulitis dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas), terutama mereka yang memiliki luka kulit, diabetes, atau gangguan peredaran darah.
Gejala
- Demam tinggi (≥38,5°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas
- Menggigil hebat atau gemetar
- Detak jantung sangat cepat (lebih dari 100 denyut per menit)
- Kebingungan atau sulit dibangunkan
- Tekanan darah rendah
- Kulit pucat, dingin, atau lembap
- ⚠Kemerahan yang menyebar dengan cepat dalam beberapa jam
- ⚠Nyeri yang parah di area infeksi
- ⚠Demam yang tidak kunjung membaik setelah 1-2 hari
- ⚠Lepuh besar atau luka bernanah
Gejala umum
- Kulit kemerahan yang meluas dan terasa hangat
- Pembengkakan di area yang terinfeksi
- Nyeri atau nyeri tekan
- Demam dan menggigil
Gejala pada anak-anak
- Pada anak, gejala selulitis sama seperti dewasa, tetapi mereka mungkin lebih rewel dan lesu.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, kemerahan mungkin tidak terlalu terlihat karena kulit yang lebih tipis.
- Gejala seperti kebingungan atau penurunan kesadaran bisa terjadi akibat infeksi berat.
- Mereka lebih rentan mengalami lepuh atau luka terbuka di area terinfeksi.
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri (biasanya Streptococcus atau Staphylococcus) masuk ke kulit melalui luka, goresan, gigitan serangga, atau sela-sela kaki yang kering dan pecah-pecah.
Faktor risiko
- Usia 65 tahun ke atas
- Diabetes mellitus
- Gangguan peredaran darah (misalnya varises atau gagal jantung)
- Penyakit limfedema (pembengkakan akibat sumbatan saluran getah bening)
- Kulit kering atau eksim
- Luka bekas operasi atau pemasangan infus
- Sistem kekebalan tubuh lemah (misalnya karena kemoterapi atau HIV)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami tanda bahaya seperti demam tinggi, menggigil hebat, atau kemerahan yang menyebar dengan cepat.
- Jangan tunda pengobatan karena infeksi bisa membahayakan.
Buat janji temu rutin jika:
- Periksakan diri jika Anda melihat kulit kemerahan, bengkak, dan nyeri meskipun tidak demam.
- Lansia dengan luka yang sulit sembuh (misalnya pada penderita diabetes) perlu kontrol rutin.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis selulitis dengan melihat langsung kulit Anda dan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan. Tidak perlu tes khusus pada kasus ringan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa tanda infeksi (misalnya jumlah sel darah putih).
- Kultur luka apabila terdapat cairan nanah untuk mengetahui jenis bakteri.
- Pemindaian (USG atau CT scan) jika dokter curiga ada abses (kumpulan nanah) atau infeksi tulang.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan memeriksa area yang terinfeksi, mengukur luas kemerahan, dan memeriksa suhu tubuh. Anda mungkin akan diminta membuka pakaian bagian yang sakit. Jangan ragu bertanya jika Anda kurang paham.
Perawatan
Pengobatan utama selulitis adalah antibiotik yang diberikan melalui mulut (oral) atau melalui infus jika infeksi berat. Obat ini membunuh bakteri penyebab infeksi. Selain itu, perawatan di rumah juga penting untuk mempercepat penyembuhan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan bagian tubuh yang terinfeksi dan angkat lebih tinggi dari jantung (misalnya dengan bantal) untuk mengurangi bengkak.
- Kompres dingin pada area kemerahan selama 15-20 menit setiap 3-4 jam untuk meredakan nyeri.
- Minum banyak air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan.
- Jangan memencet atau menggaruk luka karena bisa memperparah infeksi.
Perawatan medis
Antibiotik biasanya diresepkan selama 7–14 hari. Dokter akan memilih jenis antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebab dan kondisi Anda. Pada kasus berat, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapat antibiotik infus. Dokter juga bisa memberikan obat pereda nyeri. Jangan pernah mengganti dosis atau berhenti minum obat tanpa petunjuk dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Namun, jika terbentuk abses (kumpulan nanah) yang besar, dokter mungkin perlu menusuk dan mengeluarkan nanah (drainase).
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa penyembuhan, pantau area infeksi setiap hari. Lingkari batas kemerahan dengan pulpen untuk melihat apakah menyebar. Catat suhu tubuh. Jika kondisi memburuk, segera hubungi dokter.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan kulit: cuci tangan sebelum menyentuh luka, gunakan sabun lembut.
- Gunakan pelembap kulit setiap hari untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
- Kenakan alas kaki yang nyaman dan tertutup untuk melindungi kaki jika selulitis terjadi di tungkai.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung protein (telur, ikan, tahu) dan vitamin C (jeruk, brokoli) untuk membantu penyembuhan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki diperbolehkan asal tidak mengganggu area yang sakit. Tanyakan pada dokter kapan Anda bisa kembali beraktivitas normal.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Selulitis bisa menimbulkan kecemasan, terutama jika pernah kambuh atau menyebabkan perawatan di rumah sakit. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau teman. Ingatlah bahwa infeksi ini bisa diobati dan Anda tidak sendirian.
Pencegahan
Ya, sebagian besar kasus selulitis dapat dicegah dengan merawat kulit dengan baik. Jaga kebersihan, obati luka kecil dengan segera, dan kontrol penyakit kronis seperti diabetes.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk selulitis. Namun, mendapatkan vaksin flu dan pneumonia setiap tahun dapat mengurangi risiko infeksi yang bisa melemahkan kulit.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus. Lansia dengan faktor risiko disarankan memeriksakan kaki dan kulit secara teratur ke dokter atau perawat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi bisa menyebar ke aliran darah (bakteremia) dan menyebabkan sepsis, kondisi yang mengancam jiwa.
- Infeksi bisa masuk ke tulang (osteomielitis) atau sendi (artritis septik).
- Kulit bisa mati (nekrosis) yang memerlukan operasi pengangkatan jaringan.
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat dan cepat, sebagian besar lansia pulih total dari selulitis. Komplikasi jarang terjadi jika Anda segera mencari pertolongan. Proses penyembuhan mungkin lebih lambat pada lansia, tetapi hasilnya tetap baik. Ikuti saran dokter untuk mencegah kekambuhan.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI – Info Kesehatan ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.