Cellulitis of the leg
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Selulitis pada tungkai adalah infeksi bakteri pada lapisan kulit yang lebih dalam dan jaringan di bawahnya. Infeksi ini biasanya terjadi di daerah tungkai bawah, menyebabkan kulit menjadi merah, panas, bengkak, dan nyeri. Selulitis bukan kondisi yang menular dari orang ke orang.
Fakta penting
- Selulitis adalah infeksi bakteri, biasanya disebabkan oleh Streptococcus atau Staphylococcus.
- Infeksi ini memerlukan pengobatan dengan antibiotik, baik diminum atau melalui infus.
- Jika tidak diobati dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menjadi serius.
Ya, selulitis adalah infeksi kulit yang cukup umum. Banyak orang mengalami selulitis di tungkai bawah setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Selulitis dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki luka pada kulit, sistem kekebalan tubuh lemah, atau kondisi seperti diabetes dan pembengkakan tungkai (limfedema).
Gejala
- Demam sangat tinggi yang tidak turun.
- Kesulitan bernapas atau napas cepat.
- Kulit di sekitar area merah menjadi kehitaman atau melepuh.
- Menggigil hebat atau merasa sangat lemah.
- Kesadaran menurun atau kebingungan.
- ⚠Kemerahan yang menyebar dengan cepat dalam beberapa jam.
- ⚠Nyeri hebat yang tidak hilang dengan obat pereda nyeri umum.
- ⚠Pembengkakan yang meluas hingga ke pangkal paha atau perut.
- ⚠Demam yang berlangsung lebih dari 2 hari meski sudah minum obat.
Gejala umum
- Kulit di area tungkai yang terkena tampak merah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh.
- Nyeri atau rasa sakit di daerah yang terkena.
- Kulit mungkin tampak mengilap atau kencang karena bengkak.
- Demam dan menggigil dapat menyertai infeksi.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, selulitis sering muncul di wajah atau tungkai, dengan kemerahan dan bengkak yang menyebar cepat.
- Anak mungkin rewel, demam tinggi, dan enggan menggerakkan bagian yang sakit.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala mungkin tidak sejelas pada orang dewasa muda. Misalnya, demam bisa ringan atau tidak ada.
- Kemerahan dan bengkak dapat berkembang lebih lambat, tetapi infeksi bisa lebih serius karena sistem kekebalan yang menurun.
- Kebingungan atau perubahan kesadaran dapat terjadi jika infeksi menyebar.
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri masuk ke dalam kulit melalui luka kecil, goresan, gigitan serangga, atau luka operasi.
- Infeksi jamur di sela-sela jari kaki (kaki atlet) dapat menjadi jalan masuk bakteri.
- Kulit kering dan pecah-pecah akibat eksim atau penyakit kulit lainnya.
Faktor risiko
- Memiliki diabetes, terutama jika gula darah tidak terkontrol.
- Memiliki sistem kekebalan yang lemah (misalnya karena HIV/AIDS, kemoterapi, atau obat imunosupresan).
- Pembengkakan kronis pada tungkai (limfedema) atau varises.
- Pernah menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening (misalnya pada kanker payudara).
- Obesitas atau kegemukan.
- Kebiasaan merokok atau penyalahgunaan alkohol.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika area merah menyebar dengan cepat atau disertai demam tinggi.
- Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami luka atau infeksi di tungkai.
- Jika gejala memburuk setelah 24 jam perawatan sendiri.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda melihat bercak merah yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa hari, meskipun tidak disertai demam.
- Jika Anda sering mengalami selulitis berulang, sebaiknya konsultasi untuk pencegahan.
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat area yang terkena dan menekan tanda-tanda infeksi. Riwayat kesehatan Anda juga akan ditanyakan, termasuk apakah Anda memiliki luka baru atau penyakit lain.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tidak selalu diperlukan tes, tetapi jika infeksi parah atau tidak membaik, dokter bisa mengambil sampel darah atau cairan dari luka untuk dikultur (menumbuhkan bakteri) di laboratorium.
- Pemeriksaan darah lengkap untuk melihat jumlah sel darah putih dan tanda infeksi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan memeriksa kulit Anda dan mungkin menggambar batas area merah dengan pulpen untuk memantau penyebarannya. Jika diperlukan, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis kulit atau penyakit dalam.
Perawatan
Pengobatan selulitis bertujuan membunuh bakteri penyebab infeksi. Sebagian besar kasus dapat diobati dengan antibiotik oral (diminum) yang diresepkan dokter. Untuk infeksi berat, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik melalui infus.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan tungkai yang terkena dan angkat lebih tinggi dari jantung saat duduk atau berbaring untuk mengurangi bengkak.
- Kompres dingin pada area yang merah dan bengkak selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
- Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas (seperti parasetamol atau ibuprofen) sesuai petunjuk kemasan untuk mengurangi nyeri dan demam, namun konsultasikan dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu.
- Jangan memencet atau menggaruk area yang infeksi.
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan antibiotik yang tepat, biasanya golongan penisilin atau sefalosporin, tergantung jenis bakteri dan riwayat alergi Anda. Antibiotik harus diminum sesuai jadwal sampai habis, meskipun gejala membaik. Jika infeksi parah, Anda mungkin dirawat di rumah sakit untuk antibiotik intravena dan pemantauan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jarang diperlukan. Operasi hanya dilakukan jika ada abses (kumpulan nanah) yang perlu dikeluarkan, atau jika jaringan mati (nekrosis) harus dibersihkan.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah pengobatan dimulai, Anda bisa kembali beraktivitas ringan. Namun, perhatikan penyebaran kemerahan. Jika Anda memiliki kondisi dasar seperti diabetes atau limfedema, penting untuk mengelolanya dengan baik untuk mencegah kekambuhan.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan kulit dan keringkan dengan lembut, terutama di sela-sela jari kaki.
- Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
- Hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat umum untuk mengurangi risiko cedera.
- Jika Anda memiliki limfedema, gunakan stoking kompresi sesuai anjuran dokter.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat membantu sirkulasi, tetapi hentikan jika terasa sakit. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Selulitis berulang dapat menimbulkan kecemasan atau frustrasi. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor. Anda tidak sendirian, dan ada cara untuk mengurangi frekuensi kekambuhan.
Pencegahan
Selulitis tidak selalu dapat dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risiko dengan merawat luka kecil dengan benar, menjaga kebersihan kulit, dan mengelola penyakit kronis seperti diabetes. Jika Anda sering mengalami selulitis, dokter mungkin memberikan antibiotik profilaksis (pencegahan) dosis rendah.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk selulitis, tetapi vaksinasi seperti influenza dan pneumokokus dapat membantu mencegah infeksi lain yang dapat memperburuk kondisi.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk selulitis. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko, periksakan kaki Anda secara teratur ke dokter untuk mendeteksi luka atau infeksi dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi dapat menyebar ke aliran darah (sepsis), yang mengancam jiwa.
- Pembentukan abses atau nanah di bawah kulit.
- Infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam seperti otot atau tulang (osteomielitis).
- Pembekuan darah di pembuluh vena (tromboflebitis).
- Kerusakan jaringan permanen yang memerlukan amputasi pada kasus yang sangat parah.
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat dan cepat, sebagian besar kasus selulitis sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Kekambuhan mungkin terjadi, terutama jika faktor risiko tidak diatasi. Tetaplah waspada dan rawat kulit Anda dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.