Deep vein thrombosis calf
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Deep vein thrombosis (DVT) adalah kondisi ketika terbentuk gumpalan darah di dalam vena dalam, yaitu pembuluh darah besar yang terletak jauh di dalam tubuh. Jika terjadi di betis, disebut trombosis vena dalam betis. Gumpalan ini dapat menyumbat aliran darah dan menimbulkan nyeri serta bengkak.
Fakta penting
- Gumpalan darah di betis paling sering terjadi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah operasi atau perjalanan jauh.
- Jika tidak diobati, gumpalan bisa lepas dan menyumbat pembuluh darah di paru-paru (emboli paru), yang bisa mengancam jiwa.
- DVT dapat diobati dengan obat pengencer darah yang diresepkan dokter untuk mencegah gumpalan membesar dan komplikasi.
Ya, DVT termasuk kondisi yang cukup umum. Diperkirakan setiap tahun ada sekitar 1-2 kasus per 1000 orang dewasa. Angka ini meningkat seiring usia.
DVT lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas 40 tahun, terutama yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, merokok, atau riwayat keluarga. Namun, siapa pun bisa mengalaminya, termasuk anak muda dan wanita hamil.
Gejala
- Sesak napas yang tiba-tiba atau memburuk
- Nyeri dada yang tajam, terutama saat menarik napas dalam
- Batuk darah
- Pusing atau pingsan
- ⚠Nyeri betis parah yang tidak hilang dengan istirahat
- ⚠Bengkak betis yang cepat membesar
- ⚠Kulit betis menjadi sangat merah atau kebiruan
Gejala umum
- Nyeri atau kram di betis yang terasa seperti otot tertarik
- Pembengkakan di salah satu betis atau seluruh kaki
- Kulit di betis terasa hangat saat disentuh
- Kemerahan atau perubahan warna kulit di area yang sakit
- Pembuluh darah vena tampak lebih menonjol di permukaan
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak jarang mengalami DVT, tetapi jika terjadi gejalanya mirip dengan orang dewasa: nyeri betis, bengkak, dan kemerahan.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala mungkin tidak khas. Misalnya hanya terasa berat di betis, bengkak ringan, atau kulit pucat. Kadang tidak ada nyeri sama sekali.
Penyebab
Penyebab utama
- Kerusakan pada dinding pembuluh darah vena, misalnya karena cedera atau operasi
- Aliran darah yang lambat atau tersumbat, sering terjadi saat duduk atau berbaring lama
- Darah yang lebih mudah menggumpal dari biasanya, bisa karena faktor genetik atau kondisi medis lain
Faktor risiko
- Imobilisasi (tidak bergerak) dalam waktu lama, seperti setelah operasi, patah tulang, atau perjalanan jauh
- Rawat inap atau operasi besar, terutama operasi pinggul, lutut, atau perut
- Kanker dan pengobatannya (kemoterapi)
- Kehamilan dan masa nifas (sampai 6 minggu setelah melahirkan)
- Penggunaan kontrasepsi hormonal atau terapi hormon pengganti
- Obesitas (berat badan berlebih)
- Merokok
- Usia di atas 40 tahun
- Riwayat DVT atau emboli paru sebelumnya dalam keluarga
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau batuk darah, segera minta bantuan darurat (hubungi 119 atau pergi ke IGD).
- Jika betis Anda bengkak dan nyeri hebat hingga sulit berjalan, segera periksakan ke dokter atau UGD.
Buat janji temu rutin jika:
- Bila Anda mendapati betis bengkak, nyeri, atau kemerahan tanpa sebab jelas, terutama jika Anda memiliki faktor risiko DVT, sebaiknya periksakan dalam 1-2 hari ke dokter umum atau dokter penyakit dalam.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu melakukan pemeriksaan fisik pada betis dan kaki. Jika dicurigai DVT, dokter akan merujuk untuk pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- USG Doppler (ultrasonografi dengan aliran warna): tes utama untuk melihat gumpalan darah di vena dalam betis. Tidak nyeri dan tidak memakai radiasi.
- Tes darah D-dimer: mengukur kadar fragmen bekuan darah dalam darah. Hasil normal rendah berarti kecil kemungkinan DVT, tetapi tes ini saja tidak cukup untuk diagnosis pasti.
- Venografi (rontgen dengan kontras): jarang dilakukan, hanya jika USG tidak jelas.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta berbaring atau duduk dengan kaki terbuka. Dokter akan menggerakkan probe USG di atas betis. Tes biasanya selesai dalam 20-30 menit. Hasil bisa diketahui segera atau dalam beberapa jam.
Perawatan
Tujuan pengobatan DVT adalah mencegah gumpalan membesar, mencegah gumpalan lepas ke paru, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Pengobatan utama adalah dengan obat pengencer darah (antikoagulan) yang diresepkan dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahatkan kaki dan angkat betis lebih tinggi dari jantung saat berbaring untuk mengurangi bengkak.
- Kompres hangat pada betis yang nyeri selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
- Gunakan stoking kompresi sesuai resep dokter untuk membantu aliran darah dan mencegah bengkak.
- Jangan memijat betis yang sakit karena bisa menyebabkan gumpalan lepas.
- Lakukan gerakan ringan seperti mengangkat tumit atau memutar pergelangan kaki sesuai saran dokter.
Perawatan medis
Obat pengencer darah (antikoagulan) biasanya diminum atau disuntikkan. Lama pengobatan minimal 3 bulan, bisa lebih lama tergantung penyebab dan risiko. Dokter juga mungkin memberikan obat penghancur gumpalan (trombolitik) pada kasus berat. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dengan disiplin dan melakukan pemeriksaan darah rutin jika diperlukan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan, tetapi bisa dipertimbangkan jika obat tidak efektif atau ada kontraindikasi. Prosedur seperti pengambilan gumpalan (trombektomi) atau pemasangan saring (filter vena kava) mungkin dilakukan oleh dokter spesialis bedah vaskular.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah diagnosis DVT, Anda perlu minum obat sesuai jadwal dan kontrol rutin ke dokter. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Selama perjalanan jauh, bangkit dan berjalan setiap 1-2 jam, atau gerakkan kaki secara teratur. Gunakan stoking kompresi jika dokter menyarankan.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok, karena merokok meningkatkan risiko penggumpalan darah.
- Jaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur.
- Minum cukup air putih agar darah tidak terlalu kental.
- Jika Anda menggunakan kontrasepsi hormonal, diskusikan dengan dokter apakah perlu diganti.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur, buah, dan biji-bijian. Hindari makanan tinggi lemak jenuh dan garam. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda statis baik untuk melancarkan sirkulasi. Mulailah secara bertahap dan konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis DVT bisa menimbulkan kecemasan, terutama karena risiko emboli paru. Ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Jika cemas berlebihan, jangan ragu mencari bantuan psikolog atau psikiater.
Pencegahan
Ya, risiko DVT bisa dikurangi dengan langkah-langkah sederhana. Setelah operasi atau saat dirawat di rumah sakit, dokter biasanya memberi stoking kompresi atau obat pengencer darah untuk mencegah DVT. Hindari duduk diam terlalu lama, terutama dalam perjalanan jauh. Jaga hidrasi dan lakukan peregangan kaki setiap jam.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk DVT pada populasi umum. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko tinggi (misalnya riwayat DVT sebelumnya atau kelainan pembekuan darah), dokter mungkin menyarankan pemeriksaan berkala atau penggunaan stoking kompresi saat situasi berisiko tinggi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Emboli paru (pulmonary embolism): gumpalan darah lepas dari betis dan menyumbat pembuluh darah di paru-paru. Ini adalah keadaan darurat medis yang bisa berakibat fatal.
- Sindrom pasca-trombotik (post-thrombotic syndrome): kerusakan katup vena yang menyebabkan nyeri kronis, bengkak, perubahan warna kulit, dan borok (ulkus) di kaki yang sulit sembuh.
Prospek jangka panjang
Kabarnya baik: dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sebagian besar penderita DVT pulih tanpa komplikasi serius. Obat pengencer darah efektif mencegah gumpalan membesar dan mengurangi risiko emboli paru. Anda perlu menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter dan melakukan kontrol rutin. Dengan disiplin, Anda bisa kembali beraktivitas normal setelah beberapa minggu. Ingat, Anda tidak sendirian – tanyakan pada dokter tentang apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kaki Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 17 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.