Epididymitis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran kecil di belakang testis yang berfungsi menyimpan dan membawa sperma. Peradangan ini bisa menyebabkan nyeri dan bengkak pada skrotum (kantong testis).
Fakta penting
- Epididimitis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual (IMS) atau infeksi saluran kemih.
- Gejala utama adalah nyeri dan bengkak pada salah satu testis, yang bisa memburuk saat buang air kecil atau beraktivitas.
- Meskipun tidak selalu serius, epididimitis perlu segera diobati untuk mencegah komplikasi seperti abses atau penyebaran infeksi.
Epididimitis cukup sering terjadi, terutama pada pria usia 15-35 tahun, namun dapat menyerang di usia berapa pun.
Kondisi ini terutama menyerang pria dewasa muda yang aktif secara seksual, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan pria yang lebih tua dengan faktor risiko tertentu.
Gejala
- Nyeri testis yang sangat parah dan tiba-tiba
- Testis yang terpelintir (torsi testis) – nyeri mendadak, mual, muntah
- Demam tinggi (di atas 38,5°C) yang tidak turun
- Kesulitan buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil sama sekali
- ⚠Nyeri testis yang menetap lebih dari satu hari
- ⚠Benjolan atau bengkak pada skrotum yang semakin membesar
- ⚠Keluarnya cairan dari penis yang berbau atau berdarah
- ⚠Rasa perih atau nyeri saat buang air kecil
Gejala umum
- Nyeri pada salah satu testis yang timbul secara bertahap
- Pembengkakan dan kemerahan pada skrotum
- Rasa tidak nyaman atau nyeri saat buang air kecil
- Keputihan dari penis (terutama jika disebabkan infeksi menular seksual)
- Nyeri saat berhubungan seksual atau ejakulasi
- Demam ringan dan rasa tidak enak badan
Gejala pada anak-anak
- Nyeri testis yang tiba-tiba dan parah (anak mungkin menangis atau memegangi selangkangan)
- Kemerahan atau bengkak pada skrotum
- Anak rewel, demam, atau muntah
- Sulit buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil
Gejala pada lansia
- Nyeri testis yang bisa lebih ringan atau samar
- Pembengkakan skrotum yang tidak terlalu jelas
- Sering buang air kecil, terutama malam hari
- Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri, seperti Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae (penyebab penyakit menular seksual)
- Infeksi saluran kemih yang menyebar ke epididimis
- Trauma atau cedera pada area testis
- Obstruksi saluran kemih, misalnya karena pembesaran prostat pada pria lanjut usia
Faktor risiko
- Berhubungan seksual tanpa kondom dengan banyak pasangan
- Riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
- Kateter urine atau prosedur medis pada saluran kemih
- Kelainan saluran kemih sejak lahir
- Olahraga atau aktivitas yang berat pada area panggul
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri testis yang parah atau datang tiba-tiba
- Pembengkakan skrotum yang cepat membesar
- Demam tinggi menggigil
- Kesulitan buang air kecil
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri testis ringan yang menetap meski sudah istirahat
- Pembengkakan skrotum yang tidak hilang dalam 2-3 hari
- Keputihan dari penis atau nyeri saat buang air kecil
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, aktivitas seksual, dan melakukan pemeriksaan fisik pada area testis. Pemeriksaan dilakukan dengan lembut untuk menentukan penyebab.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan urin dan sampel cairan dari penis (untuk mendeteksi infeksi)
- Tes darah untuk melihat tanda peradangan
- Ultrasonografi (USG) skrotum untuk memastikan tidak ada torsi testis atau abses
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menyakitkan, meski mungkin ada sedikit tekanan. USG menggunakan gel dan alat kecil yang digerakkan di atas skrotum. Hasil dari beberapa tes bisa langsung diketahui, sebagian perlu beberapa hari.
Perawatan
Pengobatan epididimitis bertujuan untuk mengatasi infeksi dan meredakan gejala. Sebagian besar kasus dapat disembuhkan dengan antibiotik dan perawatan di rumah. Penting untuk mengikuti anjuran dokter hingga tuntas, bahkan jika gejala mulai membaik.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas fisik berat
- Kompres dingin pada skrotum untuk mengurangi bengkak (lapisi es dengan kain, tempel 15-20 menit setiap 2-3 jam)
- Minum banyak air putih untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih
- Hindari berhubungan seksual hingga infeksi sembuh total
- Gunakan celana dalam yang longgar dan nyaman
Perawatan medis
Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk melawan infeksi bakteri. Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen mungkin dianjurkan untuk mengurangi nyeri dan demam. Jika penyebabnya adalah infeksi menular seksual, pasangan juga perlu diobati. Semua pengobatan harus sesuai resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pembedahan jarang diperlukan, tetapi bisa dilakukan jika terbentuk abses (kumpulan nanah) yang tidak sembuh, atau jika ada torsi testis yang terdiagnosis bersamaan.
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa pemulihan, hindari aktivitas yang membebani area selangkangan, seperti olahraga berat atau mengangkat beban. Anda mungkin perlu cuti kerja beberapa hari hingga nyeri mereda.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan area genital dengan baik
- Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah penularan infeksi
- Hindari menahan buang air kecil terlalu lama
- Jika memiliki kateter urine, ikuti petunjuk perawatan dari tenaga kesehatan
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk membantu pemulihan. Minum air putih cukup. Olahraga ringan seperti jalan kaki dapat dilakukan setelah gejala mereda, tapi hindari olahraga berat atau bersepeda hingga benar-benar sembuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada area intim dapat menyebabkan kecemasan atau rasa malu. Penting untuk bicara terbuka dengan pasangan dan dokter. Jika perasaan cemas atau depresi mengganggu, jangan ragu mencari dukungan profesional kesehatan mental.
Pencegahan
Sebagian besar epididimitis dapat dicegah dengan menerapkan perilaku seksual yang aman, seperti menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Menjaga kebersihan dan tidak menahan buang air kecil juga membantu mengurangi risiko infeksi.
Program skrining
Tes skrining untuk infeksi menular seksual secara rutin dianjurkan bagi pria yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kebutuhan skrining Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi bisa menyebar ke testis (orkitis) menyebabkan nyeri dan bengkak hebat
- Terbentuknya abses di sekitar epididimis
- Penyumbatan saluran sperma yang dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas)
- Infeksi kronis yang kambuh-kambuhan
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat dan tuntas, epididimitis biasanya sembuh total dalam beberapa minggu tanpa efek jangka panjang. Meskipun ada risiko komplikasi, prognosis sangat baik jika Anda segera mencari pertolongan medis. Ikuti saran dokter dan jangan putus obat sebelum waktunya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.