Epistaxis recurrent
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Epistaksis berulang adalah kondisi di mana seseorang mengalami mimisan (pendarahan dari hidung) yang sering terjadi, misalnya lebih dari satu kali dalam seminggu atau setiap beberapa hari. Mimisan terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah dan mengeluarkan darah.
Fakta penting
- Mimisan berulang paling sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua.
- Kebanyakan mimisan berhenti dengan sendirinya atau dengan penanganan sederhana.
- Penyebab paling umum adalah udara kering, mengorek hidung, atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
Ya, mimisan berulang cukup sering terjadi. Hampir setiap orang pernah mengalami mimisan setidaknya sekali dalam hidupnya, dan beberapa orang mengalaminya lebih sering karena faktor tertentu.
Mimisan berulang dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak (usia 2–10 tahun) dan lansia (di atas 65 tahun). Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, juga lebih rentan.
Gejala
- Pendarahan tidak berhenti setelah 20 menit meskipun sudah ditekan dengan benar.
- Darah keluar sangat banyak (misalnya memenuhi cangkir) atau terlihat seperti muntah darah.
- Sulit bernapas atau terasa seperti tercekik.
- Pucat, lemah, atau pingsan setelah mimisan.
- Mimisan terjadi setelah cedera kepala atau jatuh.
- ⚠Mimisan sering terjadi (lebih dari sekali seminggu) dan mengganggu aktivitas.
- ⚠Anda atau anak Anda mengalami mimisan disertai memar atau bintik merah di kulit tanpa sebab jelas.
- ⚠Sedang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin atau aspirin) dan mengalami mimisan yang tidak biasa.
Gejala umum
- Darah keluar dari salah satu lubang hidung, kadang dari kedua lubang.
- Darah mengalir ke belakang tenggorokan, menyebabkan rasa asin atau mual.
- Pendarahan biasanya berlangsung beberapa menit hingga 20 menit.
- Sering kambuh, misalnya setiap beberapa hari atau setiap minggu.
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak sering mimisan karena mengorek hidung atau udara kering.
- Pendarahan biasanya ringan dan berhenti cepat.
- Anak mungkin tidak menyadari atau takut saat mimisan.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, mimisan bisa lebih lama dan lebih sering karena pembuluh darah yang rapuh.
- Pendarahan mungkin lebih banyak karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Lansia perlu lebih waspada karena risiko komplikasi seperti anemia.
Penyebab
Penyebab utama
- Udara kering (misalnya karena AC atau pemanas) yang membuat selaput hidung kering dan mudah pecah.
- Mengorek hidung atau memasukkan benda ke hidung (terutama pada anak-anak).
- Trauma ringan seperti bersin keras atau membuang ingus terlalu kuat.
- Infeksi hidung atau sinus (rinitis, sinusitis) yang menyebabkan peradangan.
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol – ini dapat menyebabkan pembuluh darah hidung pecah.
Faktor risiko
- Udara kering atau musim kemarau.
- Kebiasaan mengorek hidung.
- Memiliki alergi atau asma yang menyebabkan sering bersin atau pilek.
- Mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin, ibuprofen, atau antikoagulan).
- Gangguan pembekuan darah (misalnya hemofilia, penyakit von Willebrand).
- Kehamilan (karena perubahan hormon meningkatkan aliran darah ke hidung).
- Penggunaan semprotan hidung secara berlebihan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Pendarahan tidak berhenti setelah 20 menit penekanan hidung yang benar.
- Mimisan disertai gejala pusing, lemas, atau sesak napas.
- Mimisan terjadi setelah cedera kepala serius.
- Anda merasa darah tertelan dalam jumlah besar.
Buat janji temu rutin jika:
- Mimisan berulang yang mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
- Anda khawatir dengan frekuensi atau volume mimisan.
- Mimisan terjadi bersamaan dengan mimisan yang tidak biasa pada anggota keluarga lain.
- Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, kapan mimisan terjadi, berapa sering, dan seberapa banyak darah yang keluar. Dokter juga akan memeriksa hidung Anda dengan alat khusus (otoskop atau nasoendoskopi) untuk melihat sumber pendarahan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan tekanan darah – untuk mengecek apakah ada hipertensi.
- Tes darah – jika dicurigai adanya gangguan pembekuan darah atau anemia akibat kehilangan darah.
- Pemeriksaan hidung dengan nasoendoskopi – untuk melihat pembuluh darah yang pecah atau adanya tumor di rongga hidung.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Diagnosis biasanya cepat. Dokter akan menentukan apakah mimisan termasuk ringan atau perlu penanganan lebih lanjut. Jika diperlukan, dokter akan merujuk Anda ke dokter spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan).
Perawatan
Penanganan mimisan berulang bertujuan untuk menghentikan pendarahan saat terjadi dan mencegah kekambuhan. Sebagian besar mimisan dapat ditangani sendiri di rumah, tetapi jika sering kambuh atau sulit berhenti, dokter dapat memberikan tindakan medis.
Perawatan mandiri di rumah
- Saat mimisan: duduk tegak, condongkan tubuh ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan.
- Tekan hidung bagian lunak (tepat di bawah tulang hidung) dengan ibu jari dan telunjuk selama 10–15 menit tanpa henti.
- Jangan menengadahkan kepala ke belakang; dapat menyebabkan darah tertelan.
- Tempelkan kompres dingin di pangkal hidung atau di dahi untuk membantu menyempitkan pembuluh darah.
- Setelah pendarahan berhenti, hindari membuang ingus keras atau mengorek hidung selama beberapa jam.
Perawatan medis
Jika mimisan tidak berhenti dengan cara di atas, dokter dapat melakukan kauterisasi (membakar ujung pembuluh darah dengan alat khusus) atau memasang tampon hidung (bahan yang diletakkan di rongga hidung untuk menekan pendarahan). Kedua tindakan ini biasanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Dokter juga dapat memberikan salep untuk melembabkan hidung atau obat untuk mengendalikan tekanan darah jika hipertensi adalah penyebabnya. Ingat: jangan menggunakan obat-obatan tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Dalam kasus yang jarang, jika mimisan berulang disebabkan oleh pembuluh darah yang sangat besar (disebut angioma) atau tumor, dokter spesialis THT mungkin merekomendasikan prosedur bedah untuk mengikat atau mengangkat pembuluh darah tersebut.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan mimisan berulang dapat mengganggu, tetapi dengan penanganan yang tepat, Anda bisa mengelolanya. Persiapkan perlengkapan seperti tisu atau kain bersih di dekat Anda. Ajari anggota keluarga cara menolong saat mimisan.
Tips gaya hidup
- Gunakan pelembab udara (humidifier) di kamar tidur, terutama saat musim kemarau atau penggunaan AC.
- Oleskan sedikit petroleum jelly (misalnya Vaseline) di dalam lubang hidung setiap pagi dan malam untuk menjaga kelembaban.
- Hindari mengorek hidung atau memasukkan benda ke hidung.
- Hentikan kebiasaan merokok, karena asap rokok mengiritasi hidung.
- Kontrol tekanan darah secara teratur jika Anda memiliki hipertensi.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung vitamin K dan vitamin C untuk membantu pembekuan darah dan kesehatan pembuluh darah (misalnya sayuran hijau, jeruk, tomat). Olahraga ringan baik, tetapi hindari olahraga berat yang meningkatkan tekanan darah atau risiko benturan pada hidung.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mimisan berulang dapat membuat cemas atau takut, terutama jika terjadi tanpa diduga. Jika Anda merasa khawatir berlebihan, bicarakan dengan dokter atau konselor. Ingat bahwa mimisan biasanya tidak berbahaya dan bisa diatasi.
Pencegahan
Mimisan berulang dapat dicegah pada sebagian besar kasus dengan menjaga kelembaban hidung, menghindari kebiasaan mengorek hidung, dan mengontrol faktor risiko seperti tekanan darah tinggi. Namun, beberapa penyebab (seperti kelainan pembuluh darah) mungkin tidak dapat dicegah sepenuhnya.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah mimisan.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk mimisan berulang. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko (misalnya tekanan darah tinggi atau kelainan darah), pemeriksaan rutin ke dokter sangat dianjurkan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Anemia (kekurangan darah) karena kehilangan darah berulang, menyebabkan lemas dan pucat.
- Aspirasi darah (darah masuk ke paru-paru) yang bisa menyebabkan infeksi atau sesak napas.
- Gangguan pada hidung seperti luka atau infeksi di rongga hidung.
- Pada kasus jarang, pendarahan hebat yang tidak tertangani dapat menyebabkan syok.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, mimisan berulang biasanya memiliki prognosis yang baik. Sebagian besar orang dapat menghentikan pendarahan dengan tindakan sederhana dan mencegah kekambuhan melalui perubahan gaya hidup. Jika penyebab yang mendasarinya diobati (misalnya hipertensi), mimisan berulang bisa berhenti sama sekali. Meski kadang mengganggu, kondisi ini jarang berbahaya. Tetaplah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.