Frozen shoulder living in infants
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Frozen shoulder (adhesive capsulitis) adalah kondisi di mana jaringan di sekitar sendi bahu menebal dan mengencang, sehingga bahu terasa kaku dan sulit digerakkan. Pada bayi, kondisi ini sangat jarang terjadi; yang lebih sering ditemukan adalah kekakuan bahu akibat cedera lahir atau infeksi.
Fakta penting
- Frozen shoulder jarang terjadi pada bayi; biasanya menyerang orang dewasa usia 40–60 tahun.
- Kekakuan bahu pada bayi lebih sering disebabkan oleh faktor lain seperti trauma lahir atau infeksi.
- Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Tidak. Frozen shoulder sangat jarang terjadi pada bayi. Sebagian besar kasus kekakuan bahu pada bayi memiliki penyebab lain yang perlu dievaluasi oleh dokter.
Meskipun frozen shoulder lebih sering menyerang orang dewasa, pada bayi kondisi ini bisa terjadi jika ada faktor risiko tertentu, misalnya riwayat cedera bahu atau infeksi. Namun, secara umum, bayi yang sehat tidak mengalami kondisi ini.
Gejala
- Bayi tiba-tiba tidak bisa menggerakkan lengan sama sekali
- Bahu tampak bengkak, memar, atau bentuknya tidak normal
- Bayi menangis hebat saat lengan disentuh atau digerakkan
- ⚠Kekakuan bahu yang tidak membaik dalam beberapa hari
- ⚠Bayi demam disertai bahu kaku
- ⚠Bayi tampak kesakitan saat lengan digerakkan pasif
Gejala umum
- Nyeri bahu yang bertambah parah saat malam hari
- Kekakuan sendi bahu sehingga sulit menggerakkan lengan ke atas atau ke samping
- Bahu terasa kaku dan 'beku'
Gejala pada anak-anak
- Bayi mungkin rewel atau menangis saat lengan digerakkan
- Satu lengan kurang aktif dibandingkan yang lain
- Bayi tidak mau meraih benda dengan tangan yang sakit
Gejala pada lansia
- Nyeri bahu yang menetap dan memburuk
- Kesulitan melakukan aktivitas seperti menyisir rambut atau memakai baju
- Kaku bahu yang berlangsung berbulan-bulan
Penyebab
Penyebab utama
- Pada bayi, penyebab utama kekakuan bahu bukan frozen shoulder, melainkan cedera saat lahir (misalnya patah tulang klavikula atau cedera pleksus brakialis), infeksi sendi (sepsis artritis), atau kelainan bawaan.
- Frozen shoulder sendiri disebabkan oleh peradangan dan penebalan kapsul sendi, yang sangat jarang terjadi pada bayi.
Faktor risiko
- Riwayat trauma lahir atau cedera bahu
- Infeksi sebelumnya pada sendi bahu
- Bayi dengan kondisi neurologis tertentu (misalnya cerebral palsy) mungkin lebih berisiko mengalami kekakuan sendi
- Riwayat operasi bahu sebelumnya (sangat jarang pada bayi)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika bayi Anda tiba-tiba tidak bisa menggerakkan salah satu lengan
- Jika bahu bengkak, merah, atau teraba hangat
- Jika bayi demam tinggi disertai keluhan bahu
Buat janji temu rutin jika:
- Jika bayi tampak lebih suka menggunakan satu lengan saja selama beberapa hari
- Jika Anda merasa ada perbedaan gerakan antara kedua lengan bayi
- Jika kekakuan bahu tidak kunjung membaik dalam seminggu
Diagnosis
Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara) mengenai riwayat kelahiran dan perkembangan bayi, serta pemeriksaan fisik untuk menilai rentang gerak dan kekuatan lengan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan USG bahu untuk melihat struktur sendi dan jaringan lunak
- Foto rontgen untuk menyingkirkan patah tulang atau kelainan tulang
- Tes darah jika dicurigai adanya infeksi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menggerakkan lengan bayi dengan lembut untuk menilai seberapa kaku bahunya. Bayi mungkin rewel selama pemeriksaan, tetapi ini normal. Jika diperlukan, dokter akan merujuk ke dokter spesialis anak atau bedah ortopedi.
Perawatan
Penanganan tergantung pada penyebab kekakuan bahu. Jika penyebabnya adalah trauma lahir atau infeksi, dokter akan menangani sumber masalahnya. Untuk frozen shoulder (sangat jarang pada bayi), pengobatan biasanya non-bedah.
Perawatan mandiri di rumah
- Lakukan peregangan lembut pada lengan bayi sesuai petunjuk dokter
- Berikan kompres hangat pada bahu untuk mengurangi kekakuan (tidak lebih dari 10 menit)
- Pijat lembut di sekitar bahu dengan minyak bayi (pastikan tidak ada luka)
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antiperadangan yang aman untuk bayi (bukan aspirin) untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Fisioterapi juga bisa dilakukan untuk mengembalikan rentang gerak bahu. Jangan memberikan obat apapun tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi sangat jarang diperlukan pada bayi. Hanya dipertimbangkan jika ada penyebab struktural yang memerlukan koreksi, misalnya ruptur tendon atau fraktur yang tidak sembuh, dan hanya setelah diskusi mendalam dengan dokter bedah ortopedi anak.
Hidup dengan kondisi ini
Jika bayi Anda mengalami kekakuan bahu, bantu ia bergerak secara lembut saat mengganti popok atau memakaikan baju. Gunakan pakaian yang mudah dipasang, seperti kancing depan atau model yang longgar.
Tips gaya hidup
- Posisikan bayi tidur dengan bantal kecil di bawah lengan yang sakit untuk menopang bahu
- Saat menggendong, dukung lengan bayi agar tidak menjuntai bebas
- Berikan mainan yang mendorong gerakan kedua lengan, seperti mainan yang digantung
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk frozen shoulder pada bayi, tetapi pastikan bayi mendapat nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan tulang dan sendi. ASI atau susu formula sesuai usia sudah mencukupi. Latihan peregangan yang diajarkan fisioterapis harus dilakukan secara rutin di rumah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menghadapi bayi yang sakit bisa menimbulkan stres dan kecemasan pada orang tua. Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau konselor. Merawat diri sendiri juga penting agar bisa merawat bayi dengan baik.
Pencegahan
Frozen shoulder pada bayi tidak dapat dicegah secara spesifik karena jarang terjadi. Namun, risiko kekakuan bahu akibat cedera lahir bisa dikurangi dengan perawatan kehamilan dan persalinan yang baik. Pastikan bidan atau dokter kandungan memantau posisi bayi dengan cermat.
Vaksin
Imunisasi rutin sesuai jadwal Kemenkes membantu mencegah infeksi yang bisa menyebabkan artritis septik pada sendi bahu, misalnya vaksin HiB dan pneumokokus.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk frozen shoulder pada bayi. Namun, pemeriksaan fisik rutin oleh dokter anak setelah lahir dan selama imunisasi dapat mendeteksi dini adanya kelainan gerak pada bahu.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kekakuan bahu yang menetap dapat mengganggu kemampuan bayi meraih, berguling, dan merangkak
- Jika disebabkan infeksi, dapat terjadi kerusakan sendi permanen
- Pada kasus sangat jarang, dapat terjadi kontraktur (kekakuan otot) yang memerlukan penanganan lebih lanjut
Prospek jangka panjang
Kebanyakan bayi dengan kekakuan bahu (termasuk yang jarang disebabkan frozen shoulder) bisa pulih dengan penanganan yang tepat. Semakin dini ditangani, semakin baik hasilnya. Dengan fisioterapi dan dukungan orang tua, bayi dapat mencapai perkembangan motorik yang normal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.