Glaukoma
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Jika gejala parah, memburuk, atau mengancam jiwa, segera cari perawatan medis darurat.
Gambaran umum
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik (saraf yang mengirim gambar dari mata ke otak). Kerusakan ini sering terjadi akibat tekanan tinggi di dalam bola mata. Jika tidak diobati, glaukoma bisa menyebabkan kehilangan penglihatan secara perlahan, dimulai dari sisi samping penglihatan. Namun, jika terdeteksi dini dan dikelola dengan baik, kebutaan akibat glaukoma bisa dicegah.
Fakta penting
- Glaukoma sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal, sehingga banyak orang tidak sadar memilikinya.
- Jenis yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka, yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun.
- Glaukoma adalah penyebab kebutaan nomor dua di dunia, tetapi pengobatan yang tepat bisa menjaga penglihatan tetap baik.
Ya, glaukoma cukup umum, terutama pada orang berusia di atas 60 tahun. Di Indonesia, glaukoma juga menjadi masalah kesehatan serius, tetapi banyak kasus tidak terdiagnosis karena minimnya pemeriksaan mata rutin.
Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Beberapa anak juga bisa dilahirkan dengan glaukoma bawaan. Orang dengan faktor risiko tertentu, seperti memiliki anggota keluarga dengan glaukoma, rabun jauh, atau penyakit diabetes, lebih rentan terkena.
Gejala
- Nyeri mata hebat dan mendadak
- Penglihatan kabur atau hilang tiba-tiba
- Melihat lingkaran pelangi di sekitar cahaya
- Mual dan muntah disertai sakit mata
- Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera cari pertolongan darurat. Gunakan nomor darurat yang tersedia di situs ini untuk bantuan segera.
- ⚠Mata merah dan nyeri tanpa perbaikan dalam beberapa jam
- ⚠Perubahan penglihatan mendadak, seperti penglihatan berkabut atau melihat bayangan
- ⚠Melihat kilatan cahaya atau floaters (bintik-bintik melayang) yang muncul tiba-tiba
Gejala umum
- Pada glaukoma sudut terbuka, sering kali tidak ada gejala hingga penglihatan sudah terganggu.
- Pada glaukoma sudut tertutup akut (serangan mendadak), gejalanya bisa berupa: nyeri mata hebat, penglihatan kabur mendadak, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu (halo), sakit kepala, mual atau muntah.
- Gejala lainnya bisa berupa mata merah, bengkak, dan penurunan penglihatan samping (perifer).
Gejala pada anak-anak
- Bayi dengan glaukoma bawaan mungkin memiliki mata yang terlihat lebih besar dari normal, kornea (bagian bening di depan mata) tampak berkabut, sering mengeluarkan air mata, atau menjadi sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
- Anak mungkin menunjukkan tanda tidak nyaman atau sering mengucek mata.
Gejala pada lansia
- Sering tidak ada gejala yang kentara pada tahap awal.
- Lansia mungkin mulai menyadari adanya titik buta pada penglihatan samping.
- Penurunan penglihatan berlangsung lambat, sehingga sering dianggap sebagai tanda penuaan biasa.
Penyebab
Penyebab utama
- Glaukoma terjadi ketika saluran pembuangan cairan di mata tersumbat, menyebabkan cairan menumpuk dan meningkatkan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular/Kesehatan mata).
- Pada glaukoma sudut terbuka, saluran pembuangan tampak terbuka tetapi saluran itu sendiri tidak berfungsi dengan baik.
- Pada glaukoma sudut tertutup, sudut di mana cairan biasanya keluar dari mata tiba-tiba menyempit atau tertutup, menghalangi aliran cairan.
- Penyebab lain termasuk cedera mata, peradangan mata, atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
Faktor risiko
- Usia di atas 60 tahun (risiko meningkat seiring bertambahnya usia)
- Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma
- Tekanan mata yang tinggi
- Keturunan Asia atau Afrika (ras ini memiliki risiko lebih tinggi untuk jenis tertentu)
- Rabun jauh (miopia) atau rabun dekat tinggi
- Memiliki kornea yang tipis
- Mengidap penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan sirkulasi
- Pernah mengalami cedera atau operasi mata
- Menggunakan obat tetes mata kortikosteroid dalam waktu lama
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri mata hebat yang muncul tiba-tiba
- Penglihatan mendadak kabur atau hilang, terutama disertai mual/muntah
- Melihat lingkaran pelangi di sekitar lampu
Buat janji temu rutin jika:
- Anda berusia 40 tahun atau lebih dan belum pernah menjalani pemeriksaan mata menyeluruh
- Anda memiliki orang tua atau saudara kandung dengan glaukoma
- Anda melihat adanya perubahan bertahap pada penglihatan samping (perifer)
- Anda memiliki diagnosis tekanan mata tinggi atau faktor risiko glaukoma lainnya
Diagnosis
Dokter mata akan melakukan pemeriksaan lengkap untuk mendeteksi glaukoma. Pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit mata.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tonometri – mengukur tekanan di dalam bola mata dengan alat yang menyentuh lembut atau menggunakan embusan udara (non-kontak).
- Oftalmoskopi – memeriksa saraf optik di bagian belakang mata menggunakan lensa khusus setelah pupil dilebarkan dengan tetes mata.
- Perimetri – menguji seberapa lebar jangkauan penglihatan Anda menggunakan titik cahaya yang muncul di layar.
- Gonioskopi – melihat sudut drainase mata dengan lensa cermin khusus.
- Pakimetri – mengukur ketebalan kornea karena kornea tipis bisa mempengaruhi hasil pengukuran tekanan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Selama pemeriksaan, Anda mungkin diberikan tetes mata untuk melebarkan pupil atau membuat mata mati rasa sementara. Beberapa tes memerlukan Anda melihat ke dalam alat atau merespons saat melihat titik cahaya. Semua tes biasanya memakan waktu sekitar 30–60 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah pelebaran pupil, penglihatan mungkin kabur selama beberapa jam hingga efek tetes hilang.
Perawatan
Pengobatan glaukoma bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata agar kerusakan saraf optik tidak berlanjut. Meskipun glaukoma tidak bisa disembuhkan, tekanan mata yang terkontrol dapat memperlambat atau menghentikan kehilangan penglihatan. Pengobatan bersifat seumur hidup dan memerlukan kontrol rutin ke dokter mata.
Perawatan mandiri di rumah
- Gunakan obat tetes mata sesuai resep dan jadwal yang ditentukan oleh dokter – jangan menghentikan sendiri tanpa konsultasi.
- Datangi semua janji kontrol untuk memantau tekanan mata dan perkembangan penyakit.
- Lindungi mata dari benturan, terutama saat berolahraga atau bekerja.
- Kelola kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dengan baik.
- Hindari menggosok mata terlalu keras.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat tetes mata yang bekerja dengan mengurangi produksi cairan mata atau meningkatkan aliran keluarnya. Ada juga pilihan laser untuk membuka saluran drainase yang tersumbat atau mengurangi produksi cairan. Prosedur laser biasanya singkat dan bisa dilakukan di klinik. Jika obat tetes atau laser tidak cukup, dokter akan mempertimbangkan tindakan bedah untuk membuat saluran drainase baru.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi glaukoma biasanya direkomendasikan ketika obat-obatan dan prosedur laser tidak mampu mengontrol tekanan mata dengan baik, atau jika kerusakan saraf optik terus memburuk meskipun sudah diobati secara maksimal. Jenis operasi yang paling umum adalah trabekulektomi, yang membuat lubang kecil di bagian putih mata untuk membantu cairan keluar.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan glaukoma mungkin memerlukan penyesuaian, terutama jika telah terjadi penurunan penglihatan. Anda bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan bantuan alat bantu penglihatan sederhana seperti pencahayaan yang lebih terang, kaca pembesar, atau aplikasi ponsel yang dirancang untuk penglihatan rendah. Jika penglihatan samping terganggu, berhati-hatilah saat berjalan di tempat ramai atau menyetir.
Tips gaya hidup
- Olahraga teratur seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda statis dapat membantu menurunkan tekanan mata. Namun, hindari olahraga yang melibatkan angkat berat atau posisi kepala di bawah karena bisa meningkatkan tekanan.
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam.
- Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar UV.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk menyembuhkan glaukoma, tetapi pola makan sehat dapat mendukung kesehatan mata secara keseluruhan. Perbanyak sayuran berdaun hijau (seperti bayam dan kangkung), buah-buahan berwarna cerah, dan makanan kaya omega-3 (seperti ikan salmon). Batasi kafein karena bisa meningkatkan tekanan mata sementara. Minumlah air dalam jumlah cukup sepanjang hari, tetapi hindari minum dalam jumlah besar sekaligus karena dapat menaikkan tekanan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menerima diagnosis glaukoma bisa menimbulkan kecemasan, kesedihan, atau ketakutan akan kehilangan penglihatan. Perasaan ini wajar. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan dokter, keluarga, atau teman dekat. Jika Anda merasa sangat tertekan atau putus asa, meminta bantuan kepada konselor atau psikolog adalah langkah positif.
Pencegahan
Glaukoma sendiri tidak dapat dicegah, tetapi kebutaan akibat glaukoma bisa dicegah. Kuncinya adalah deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin dan pengobatan yang konsisten. Jika Anda memiliki faktor risiko tinggi, pemeriksaan tahunan sangat dianjurkan.
Program skrining
Di Indonesia, skrining mata dasar dapat dilakukan di Puskesmas atau klinik mata sederhana. Untuk pemeriksaan glaukoma lengkap, kunjungi dokter spesialis mata (Sp.M). Semua orang berusia di atas 40 tahun disarankan menjalani pemeriksaan mata menyeluruh setiap 1–2 tahun, meskipun tidak ada keluhan. Jika Anda memiliki faktor risiko, skrining mungkin perlu dimulai lebih awal dan lebih sering. Konsultasikan dengan dokter Anda.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kehilangan penglihatan samping (perifer) yang akan meluas sehingga Anda hanya melihat benda di depan (penglihatan terowongan).
- Pada tahap lanjut, kebutaan total bisa terjadi secara perlahan.
- Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bersifat permanen dan tidak bisa dipulihkan.
Prospek jangka panjang
Meskipun glaukoma adalah kondisi jangka panjang, sebagian besar penderitanya dapat mempertahankan penglihatan yang baik seumur hidup dengan pengobatan yang tepat dan kontrol teratur. Kemajuan dalam pengobatan dan deteksi dini telah membuat kebutaan akibat glaukoma semakin jarang terjadi. Tetaplah menjalani rencana pengobatan Anda dan jaga komunikasi dengan dokter mata.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI – Info Kesehatan Mata ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 29 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.