Heart failure with preserved ejection fraction
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan (HFpEF) adalah kondisi di mana otot jantung memompa darah dengan cukup kuat, tetapi ventrikel (ruang pompa utama) terlalu kaku sehingga tidak dapat mengisi darah dengan baik. Akibatnya, jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh berkurang, menyebabkan gejala seperti sesak napas dan kelelahan.
Fakta penting
- HFpEF juga dikenal sebagai 'gagal jantung diastolik' karena masalahnya ada pada fase pengisian (diastol) jantung.
- Meskipun jantung memompa dengan normal (fraksi ejeksi ≥50%), pasien tetap mengalami gejala gagal jantung.
- HFpEF lebih sering terjadi pada wanita, lanjut usia, dan penderita hipertensi, diabetes, atau obesitas.
Ya, HFpEF cukup umum dan diperkirakan mencakup sekitar setengah dari semua kasus gagal jantung di dunia. Di Indonesia, jumlahnya juga terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia penduduk dan tingginya faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes.
HFpEF paling sering menyerang orang berusia di atas 65 tahun, wanita, serta mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, penyakit ginjal kronis, atau gangguan irama jantung (fibrilasi atrium).
Gejala
- Sesak napas parah yang tiba-tiba atau memburuk dengan cepat
- Nyeri dada yang tidak kunjung reda
- Pingsan atau kehilangan kesadaran
- Batuk berdahak merah muda atau berbusa
- ⚠Pembengkakan kaki yang memburuk meski sudah diobati
- ⚠Detak jantung sangat cepat atau terasa seperti berdebar terus-menerus
- ⚠Penurunan kemampuan untuk beraktivitas secara drastis dalam beberapa hari
Gejala umum
- Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring
- Kelelahan yang berlebihan
- Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau perut (edema)
- Batuk atau mengi, terutama saat malam hari
- Detak jantung terasa cepat atau tidak beraturan
- Penurunan kemampuan berolahraga
Gejala pada lansia
- Sesak napas ringan yang disalahartikan sebagai efek penuaan
- Kebingungan atau penurunan kesadaran akibat berkurangnya aliran darah ke otak
- Pembengkakan tungkai yang sering dianggap sebagai varises
- Penurunan nafsu makan atau rasa kenyang terus-menerus
Penyebab
Penyebab utama
- Penebalan dan kekakuan otot jantung akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
- Penuaan alami yang membuat jantung kehilangan elastisitasnya
- Penyakit penyerta seperti diabetes, obesitas, dan penyakit ginjal kronis
Faktor risiko
- Usia lanjut (>65 tahun)
- Jenis kelamin perempuan
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes mellitus
- Obesitas (indeks massa tubuh >30)
- Fibrilasi atrium (gangguan irama jantung)
- Penyakit ginjal kronis
- Penyakit jantung koroner atau riwayat serangan jantung
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Sesak napas yang memburuk saat istirahat atau saat berbaring
- Pembengkakan kaki yang tiba-tiba memburuk
- Batuk berdahak merah muda atau berbusa
Buat janji temu rutin jika:
- Mengalami gejala seperti sesak saat aktivitas, kelelahan, atau bengkak ringan yang tidak kunjung membaik
- Memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau obesitas tanpa gejala
- Setelah didiagnosis, kontrol rutin minimal setiap 3–6 bulan sesuai anjuran dokter
Diagnosis
Dokter akan menegakkan diagnosis HFpEF berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan hasil tes penunjang. Pemeriksaan fisik meliputi mendengarkan paru-paru dan jantung, memeriksa pembengkakan, serta mengukur tekanan darah.
Tes yang mungkin dilakukan
- Ekokardiografi (USG jantung): untuk melihat struktur dan fungsi jantung, serta mengukur fraksi ejeksi
- Elektrokardiografi (EKG): untuk menilai irama jantung dan tanda-tanda pembesaran bilik kiri
- Tes darah: termasuk NT-proBNP atau BNP (penanda gagal jantung), serta fungsi ginjal dan elektrolit
- Rontgen dada: untuk melihat adanya cairan di paru-paru atau pembesaran jantung
- Tes stres (misalnya treadmill atau ekokardiografi stres) jika diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis biasanya dimulai di puskesmas atau dokter umum, kemudian dirujuk ke dokter spesialis jantung (kardiolog). Anda mungkin diminta menjalani beberapa tes dalam waktu bersamaan. Hasil diagnosis akan membantu dokter merencanakan pengobatan yang tepat untuk Anda.
Perawatan
Tujuan utama pengobatan HFpEF adalah mengurangi gejala, mencegah perburukan, dan meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan penanganan penyakit penyerta. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan, tetapi kondisi ini dapat dikelola dengan baik.
Perawatan mandiri di rumah
- Batasi asupan garam (kurang dari 5 gram per hari) untuk mengurangi retensi cairan
- Timbang berat badan setiap hari untuk mendeteksi penumpukan cairan secara dini
- Hindari minuman beralkohol dan berhenti merokok
- Berolahraga ringan secara teratur sesuai kemampuan, seperti jalan kaki 30 menit per hari (konsultasikan dulu dengan dokter)
- Istirahat cukup dan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi jika sesak
Perawatan medis
Pengobatan medis biasanya meliputi obat untuk menurunkan tekanan darah (seperti ACE inhibitor, ARB, atau beta-blocker), diuretik untuk mengurangi cairan berlebih, serta obat untuk mengontrol irama jantung jika ada fibrilasi atrium. Dokter juga akan menangani penyakit penyerta seperti diabetes, obesitas, dan penyakit ginjal. Semua obat harus sesuai resep dokter—jangan mengubah dosis atau mengganti obat tanpa berkonsultasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang dilakukan untuk HFpEF murni. Namun, jika ada penyempitan katup (misalnya stenosis aorta) atau penyakit jantung koroner yang signifikan, dokter mungkin merekomendasikan tindakan intervensi seperti pemasangan ring atau operasi bypass. Keputusan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan HFpEF membutuhkan penyesuaian, tetapi banyak pasien tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Kunci utamanya adalah mengelola faktor risiko, memantau gejala, dan rutin kontrol ke dokter. Jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga atau teman jika merasa lelah atau sesak.
Tips gaya hidup
- Patuhi aturan minum obat sesuai anjuran dokter
- Kurangi stres dengan teknik relaksasi atau meditasi
- Tidur cukup (7–8 jam per malam) dan hindari begadang
- Hindari olahraga berat yang memicu sesak; pilih aktivitas ringan seperti jalan santai atau yoga
- Beri tahu dokter jika ada perubahan gejala atau efek samping obat
Diet dan olahraga
Pola makan untuk HFpEF mirip dengan diet jantung sehat: perbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan batasi garam, lemak jenuh, serta gula. Olahraga disarankan dengan intensitas sedang, misalnya jalan cepat atau bersepeda statis 30 menit sehari, 5 kali seminggu. Mulailah secara bertahap dan hentikan jika muncul gejala seperti pusing atau sesak berat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan penyakit kronis bisa memicu kecemasan, depresi, atau perasaan putus asa. Perasaan ini wajar dan penting untuk diakui. Bicarakan dengan dokter atau konselor jika Anda merasa kewalahan. Dukungan dari keluarga dan komunitas juga sangat membantu.
Pencegahan
HFpEF tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, terutama karena faktor usia dan genetik. Namun, risiko dapat dikurangi dengan mengontrol tekanan darah, gula darah, dan berat badan, serta menjalani pola hidup sehat sejak dini. Deteksi dini dan penanganan penyakit penyerta juga sangat penting.
Vaksin
Vaksinasi influenza dan pneumonia dianjurkan untuk pasien gagal jantung guna mencegah infeksi yang dapat memperburuk kondisi. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin yang tepat.
Program skrining
Skrining rutin tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi (usia >65 tahun, hipertensi, diabetes). Pemeriksaan ekokardiografi mungkin diperlukan jika ada gejala atau faktor risiko kuat, atas rekomendasi dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Perburukan gejala gagal jantung hingga memerlukan rawat inap berulang
- Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru) yang mengancam jiwa
- Gangguan irama jantung serius, seperti fibrilasi atrium atau aritmia ventrikel
- Gagal ginjal akibat berkurangnya aliran darah
- Peningkatan risiko stroke dan kematian mendadak
Prospek jangka panjang
Meskipun HFpEF adalah kondisi serius, banyak pasien dapat menjalani hidup yang bermakna dan aktif dengan penanganan yang tepat. Kuncinya adalah kepatuhan berobat, perubahan gaya hidup, dan dukungan medis yang berkelanjutan. Dengan kontrol yang baik, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Yayasan Jantung Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.