Hiatus hernia
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hernia hiatus adalah kondisi saat bagian atas lambung menonjol ke rongga dada melalui celah kecil pada diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut. Biasanya, lambung berada di bawah diafragma, tetapi pada hernia hiatus, lambung masuk ke dada melalui celah tersebut.
Fakta penting
- Banyak orang dengan hernia hiatus tidak merasakan gejala sama sekali.
- Gejala yang muncul sering mirip dengan penyakit asam lambung (GERD), seperti nyeri dada dan mulas.
- Perubahan gaya hidup sederhana, seperti makan dalam porsi kecil dan tidak berbaring setelah makan, dapat membantu mengelola gejala.
Ya, hernia hiatus cukup umum, terutama pada orang yang berusia di atas 50 tahun.
Hernia hiatus lebih sering terjadi pada orang dengan usia lanjut, berat badan berlebih, perokok, atau mereka yang sering mengangkat beban berat.
Gejala
- Muntah darah atau keluar darah dari dubur (tinja hitam seperti ter).
- Nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan atau punggung.
- Kesulitan bernapas tiba-tiba.
- Muntah terus-menerus hingga tidak bisa menahan cairan.
- ⚠Nyeri dada yang tidak kunjung reda meski sudah minum obat lambung.
- ⚠Gejala asam lambung yang memburuk secara signifikan.
- ⚠Demam tinggi disertai nyeri dada.
- ⚠Muntah terus-menerus selama lebih dari 24 jam.
Gejala umum
- Rasa panas atau terbakar di dada (heartburn) yang memburuk setelah makan atau saat berbaring.
- Makanan atau asam lambung naik kembali ke mulut (regurgitasi).
- Nyeri dada yang tidak berhubungan dengan jantung.
- Kesulitan menelan atau merasa ada yang mengganjal di tenggorokan.
- Batuk kronis, suara serak, atau radang tenggorokan.
- Perut terasa penuh atau kembung setelah makan.
Gejala pada anak-anak
- Hernia hiatus pada anak jarang terjadi, tetapi gejalanya bisa berupa muntah setelah makan, kesulitan menelan, atau berat badan kurang.
- Anak mungkin rewel terutama setelah menyusu atau makan.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala sering kali tidak khas, seperti rasa tidak nyaman di dada, sesak napas ringan, atau anemia akibat perdarahan lambung yang perlahan.
- Lansia juga lebih rentan mengalami komplikasi seperti esofagitis (radang kerongkongan).
Penyebab
Penyebab utama
- Melemahnya otot-otot diafragma akibat usia atau tekanan tinggi di perut.
- Tekanan berulang pada perut dari dalam, misalnya karena batuk kronis, muntah berulang, atau mengejan saat buang air besar.
Faktor risiko
- Usia di atas 50 tahun.
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Merokok.
- Sering mengangkat beban berat atau mengejan.
- Konstipasi kronis.
- Kehamilan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter atau UGD jika Anda mengalami gejala darurat seperti muntah darah, nyeri dada hebat, atau kesulitan bernapas.
Buat janji temu rutin jika:
- Periksakan diri jika heartburn terjadi lebih dari dua kali seminggu.
- Jika Anda terbangun di malam hari karena sensasi terbakar di dada.
- Jika kesulitan menelan atau merasa makanan tersangkut.
- Jika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis hernia hiatus melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Endoskopi: Dokter memasukkan selang tipis berkamera melalui mulut untuk melihat langsung kerongkongan, lambung, dan diafragma.
- Foto Rontgen dengan barium: Pasien menelan cairan kontras, lalu dilakukan foto rontgen untuk melihat bentuk dan posisi lambung.
- Manometri esofagus: Tes untuk mengukur tekanan dan gerakan otot kerongkongan.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Prosedur diagnosis biasanya tidak menyakitkan. Endoskopi dilakukan dengan obat penenang ringan sehingga Anda tetap nyaman. Hasilnya membantu dokter menentukan ukuran hernia dan rencana pengobatan.
Perawatan
Pengobatan hernia hiatus bertujuan meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Tidak semua hernia hiatus perlu diobati secara medis.
Perawatan mandiri di rumah
- Makan dalam porsi kecil dan sering, jangan makan berlebihan.
- Hindari makanan yang memicu asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak, gorengan, kopi, dan soda.
- Jangan berbaring atau tidur selama 2–3 jam setelah makan.
- Tinggikan kepala tempat tidur sekitar 15–20 cm agar asam lambung sulit naik.
- Turunkan berat badan jika kelebihan, dan berhenti merokok.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat untuk mengurangi produksi asam lambung, misalnya golongan antasida atau penghambat pompa proton (PPI). Obat ini membantu menyembuhkan iritasi kerongkongan dan mengurangi gejala. Hindari mengonsumsi obat tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi dipertimbangkan jika gejala berat tidak membaik dengan obat, atau terjadi komplikasi seperti pendarahan, penyempitan kerongkongan, atau hernia yang terjepit. Prosedur yang umum adalah fundoplikasi, yaitu memperkuat otot diafragma dan mengembalikan lambung ke posisi normal.
Hidup dengan kondisi ini
Banyak orang dengan hernia hiatus tetap bisa beraktivitas normal. Kuncinya adalah mengenali pemicu gejala dan menerapkan kebiasaan sehat.
Tips gaya hidup
- Jaga pola makan teratur dan hindari makan terlalu larut malam.
- Kurangi tekanan pada perut, misalnya jangan memakai sabuk atau pakaian ketat.
- Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol.
- Angkat beban dengan teknik yang benar, yaitu dengan menekuk lutut, bukan membungkuk.
Diet dan olahraga
Pilih makanan rendah lemak dan tidak asam, seperti sayuran, nasi, buah yang tidak asam, dan ikan. Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau yoga baik untuk menjaga berat badan dan mengurangi tekanan perut. Hindari olahraga berat yang mengencangkan perut, seperti sit-up atau angkat beban berat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Gejala yang sering kambuh, seperti heartburn atau nyeri dada, dapat menimbulkan kecemasan, stres, atau gangguan tidur. Penting untuk tidak mengabaikan perasaan ini. Bicaralah dengan dokter atau konselor jika Anda merasa cemas berlebihan.
Pencegahan
Hernia hiatus tidak selalu dapat dicegah, terutama jika disebabkan faktor usia atau kelemahan otot bawaan. Namun, risiko bisa dikurangi dengan menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, menghindari mengejan berlebihan, dan mengatasi konstipasi sejak dini.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk hernia hiatus.
Program skrining
Tidak ada program skrining rutin untuk hernia hiatus. Pemeriksaan biasanya dilakukan jika Anda memiliki gejala atau faktor risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Esofagitis: peradangan kerongkongan akibat asam lambung yang terus menerus naik.
- Striktur esofagus: penyempitan kerongkongan yang menyebabkan sulit menelan.
- Barrett's esophagus: perubahan sel di kerongkongan yang bisa menjadi prakanker.
- Hernia terjepit (strangulasi): hernia yang tidak bisa kembali ke perut dan suplai darahnya terputus, ini adalah keadaan darurat medis.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar hernia hiatus tidak berbahaya dan dapat dikelola dengan baik. Dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup, mayoritas orang dapat hidup tanpa keluhan berarti. Komplikasi serius jarang terjadi, dan bila ada, dapat ditangani dengan baik oleh dokter. Tetap rutin memeriksakan diri sesuai anjuran.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 17 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.