Hiatus hernia living in children
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hernia hiatus adalah kondisi di mana sebagian lambung naik ke atas melalui lubang di diafragma (otot yang memisahkan rongga dada dan perut). Pada anak-anak, kondisi ini bisa menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan gejala seperti mulas atau refluks.
Fakta penting
- Hernia hiatus pada anak sering kali bawaan (sudah ada sejak lahir).
- Kondisi ini bisa menyebabkan asam lambung naik (refluks) yang mengiritasi kerongkongan.
- Sebagian besar anak dengan hernia hiatus ringan tidak memerlukan operasi dan bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup.
Hernia hiatus lebih jarang terjadi pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Pada bayi, kondisi ini kadang ditemukan bersamaan dengan gangguan refluks.
Kondisi ini dapat terjadi pada bayi baru lahir, terutama yang memiliki kelainan bawaan pada diafragma. Anak-anak dengan peningkatan tekanan dalam perut (misalnya karena obesitas atau sembelit kronis) juga lebih berisiko.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas tersengal-sengal.
- Nyeri dada yang hebat dan mendadak.
- Muntah berisi darah atau seperti ampas kopi.
- Tinja berwarna hitam atau seperti aspal.
- ⚠Muntah terus-menerus sehingga anak dehidrasi (tidak buang air kecil selama 6 jam).
- ⚠Kesulitan menelan yang membuat anak tidak bisa makan atau minum.
- ⚠Nyeri perut yang parah dan tidak mereda dengan istirahat.
Gejala umum
- Mulas atau sensasi terbakar di dada (heartburn), terutama setelah makan atau saat berbaring.
- Asam lambung naik ke mulut (regurgitasi) yang terasa pahit atau asam.
- Kesulitan menelan atau rasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan.
Gejala pada anak-anak
- Muntah-muntah, terutama setelah menyusu atau makan.
- Rewel atau menangis setelah makan karena tidak nyaman.
- Batuk kronis atau suara serak akibat asam lambung yang naik.
- Pertumbuhan yang lambat jika refluks parah dan menyebabkan kurang nafsu makan.
Gejala pada lansia
- Nyeri dada yang mirip dengan serangan jantung.
- Sering sendawa atau perut kembung.
- Napas pendek jika hernia besar menekan paru-paru.
Penyebab
Penyebab utama
- Kelemahan otot diafragma yang sudah ada sejak lahir (bawaan).
- Tekanan tinggi di dalam perut, misalnya akibat batuk kronis, sembelit, atau obesitas.
Faktor risiko
- Bayi prematur atau berat lahir rendah.
- Kelainan bawaan pada diafragma.
- Muntah berulang atau sering mengejan saat buang air besar.
- Riwayat keluarga dengan hernia hiatus.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika anak mengalami kesulitan bernapas atau nyeri dada hebat.
- Bila ada muntah darah atau tinja hitam.
- Jika anak tampak sangat lemas atau rewel tidak seperti biasanya.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika anak sering muntah, rewel setelah makan, atau berat badan tidak naik.
- Bila gejala refluks (mulas, regurtasi) berlangsung lebih dari 2 minggu meski sudah mencoba pengaturan posisi dan makanan.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin merujuk anak ke dokter spesialis pencernaan anak.
Tes yang mungkin dilakukan
- Foto Rontgen dengan barium (anak diminta minum cairan putih yang terlihat di sinar-X) untuk melihat apakah lambung naik ke atas diafragma.
- Endoskopi (pemeriksaan dengan selang kecil berkamera yang dimasukkan melalui mulut) untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung.
- Pengukuran pH (tingkat keasaman) di kerongkongan untuk menilai seberapa sering dan seberapa parah asam lambung naik.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menjelaskan persiapan sebelum pemeriksaan, misalnya anak harus berpuasa beberapa jam. Prosedur seperti endoskopi biasanya dilakukan dengan obat bius ringan sehingga anak tidak merasa sakit. Hasilnya akan dibicarakan bersama orang tua.
Perawatan
Penanganan hernia hiatus pada anak fokus pada mengurangi gejala refluks asam dan mencegah komplikasi. Sebagian besar kasus ringan dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup. Jika gejala berat, dokter akan meresepkan obat untuk menekan asam lambung. Operasi hanya dilakukan jika pengobatan lain gagal atau ada komplikasi serius.
Perawatan mandiri di rumah
- Berikan makan dalam porsi kecil tapi lebih sering (setiap 2–3 jam) agar perut tidak terlalu penuh.
- Jaga anak tetap tegak selama 30–60 menit setelah makan atau menyusu.
- Tinggikan kepala tempat tidur anak sekitar 15–30 derajat untuk mencegah asam lambung naik saat tidur.
- Hindari makanan dan minuman yang memicu refluks, seperti makanan pedas, berlemak, cokelat, atau minuman bersoda.
Perawatan medis
Dokter anak mungkin meresepkan obat yang mengurangi produksi asam lambung atau membantu lambung kosong lebih cepat. Obat-obatan ini umumnya aman untuk anak dan diberikan dalam dosis yang disesuaikan dengan usia dan berat badan. Jangan memberikan obat apa pun tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi (fundoplikasi) jarang dilakukan pada anak. Biasanya dipertimbangkan jika hernia sangat besar, gejala tidak membaik dengan obat, atau terjadi komplikasi seperti penyempitan kerongkongan. Dokter bedah anak akan menjelaskan risiko dan manfaatnya.
Hidup dengan kondisi ini
Anak dengan hernia hiatus bisa menjalani kehidupan normal. Kuncinya adalah mengelola gejala refluks dengan pola makan dan posisi tubuh yang tepat. Orang tua perlu memantau tanda bahaya dan rutin memeriksakan anak ke dokter.
Tips gaya hidup
- Biasakan anak makan perlahan dan kunyah makanan dengan baik.
- Hindari berbaring segera setelah makan.
- Pakaian anak tidak terlalu ketat di bagian perut.
- Atasi sembelit dengan cukup serat dan air putih.
Diet dan olahraga
Berikan makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, pisang, atau kentang. Kurangi makanan berlemak, pedas, dan asam. Olahraga ringan seperti berjalan kaki baik untuk pencernaan, tetapi hindari olahraga yang melibatkan tekanan perut (misalnya berguling atau senam lantai) setelah makan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak yang sering tidak nyaman karena refluks mungkin menjadi rewel atau cemas saat makan. Orang tua perlu bersabar dan menciptakan suasana makan yang tenang. Jika anak terus stres, bicarakan dengan dokter anak atau psikolog anak.
Pencegahan
Hernia hiatus bawaan tidak dapat dicegah. Namun, Anda bisa mengurangi risiko refluks pada anak dengan menjaga berat badan ideal, mengatasi sembelit, serta menghindari posisi berbaring setelah makan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Peradangan kronis kerongkongan (esofagitis) yang bisa menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan.
- Penyempitan kerongkongan akibat jaringan parut.
- Pneumonia aspirasi (radang paru akibat asam lambung yang terhirup)
- Pada kasus sangat jarang, hernia dapat terjepit (strangulasi) yang memerlukan operasi darurat.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, hampir semua anak dengan hernia hiatus dapat tumbuh dan beraktivitas normal. Gejala refluks dapat dikendalikan dengan baik, dan banyak anak yang membaik seiring bertambahnya usia karena otot diafragma makin kuat. Operasi jarang diperlukan dan memiliki hasil yang baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.