Impetigo in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini membuat kulit menjadi merah, melepuh, dan berkerak. Biasanya muncul di sekitar mulut, hidung, atau lengan. Pada lansia, impetigo bisa lebih serius karena kulit yang menua lebih mudah terluka dan daya tahan tubuh mungkin lebih lemah.
Fakta penting
- Impetigo disebabkan oleh bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk ke kulit melalui luka kecil.
- Impetigo sangat menular. Penularan terjadi melalui sentuhan langsung atau barang yang terkontaminasi.
- Pada lansia, impetigo sering dikaitkan dengan luka kulit yang sudah ada, eksim, atau sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Impetigo cukup umum terjadi pada anak-anak, tetapi lebih jarang pada lansia. Namun, jika lansia memiliki luka kulit atau daya tahan tubuh rendah, risikonya meningkat.
Impetigo pada lansia sering terjadi pada mereka yang memiliki luka kecil di kulit, seperti luka akibat garukan, gigitan serangga, atau eksim. Lansia dengan diabetes, alat bantu dengar, atau kondisi kulit kering juga lebih berisiko.
Gejala
- Demam tinggi (suhu tubuh di atas 38°C) yang muncul tiba-tiba
- Kulit di sekitar infeksi menjadi merah, panas, bengkak, dan sangat nyeri (tanda selulitis parah)
- Bingung atau penurunan kesadaran
- Kulit melepuh dengan cairan bernanah yang menyebar dengan cepat
- ⚠Infeksi tidak membaik setelah 2–3 hari perawatan di rumah
- ⚠Lepuh menyebar ke area tubuh lain
- ⚠Nyeri hebat di area infeksi
- ⚠Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat infeksi
Gejala umum
- Bintik merah atau lepuh kecil di sekitar mulut atau hidung
- Lepuh yang pecah dan mengeluarkan cairan, lalu mengering membentuk kerak kuning kecokelatan
- Gatal ringan sampai sedang di area kulit yang terinfeksi
Gejala pada anak-anak
- Lepuh biasanya muncul di sekitar mulut dan hidung
- Kerak berwarna madu atau kuning kecokelatan
- Gatal yang bisa menyebabkan garukan dan penyebaran infeksi
Gejala pada lansia
- Lepuh bisa lebih besar dan lebih dalam, mirip bisul (furunkel)
- Infeksi bisa meluas ke area kulit yang lebih luas karena kulit lansia lebih tipis dan rapuh
- Kulit di sekitar infeksi mungkin tampak merah, bengkak, dan terasa nyeri (tanda selulitis)
Penyebab
Penyebab utama
- Bakteri Streptococcus pyogenes (strep) atau Staphylococcus aureus (staph) masuk ke kulit melalui luka, goresan, atau gigitan serangga.
- Kulit lansia yang lebih kering dan rapuh lebih mudah mengalami retak atau luka kecil yang menjadi jalan masuk bakteri.
Faktor risiko
- Memiliki luka kulit seperti luka garukan, luka bakar ringan, atau eksim.
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah karena usia, diabetes, atau pengobatan tertentu.
- Tinggal di lingkungan ramai atau lembap (misalnya panti jompo).
- Kebiasaan kebersihan yang kurang, seperti jarang mencuci tangan.
- Kontak dekat dengan penderita impetigo atau pembawa bakteri di kulit.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- Infeksi meluas atau muncul di area yang luas
- Nyeri hebat di area infeksi
- Tanda-tanda selulitis (kulit merah, panas, bengkak, nyeri)
- Kesulitan bergerak atau rasa lelah berlebihan
Buat janji temu rutin jika:
- Muncul lepuh atau kerak yang tidak hilang dalam 3–4 hari
- Gatal yang mengganggu tidur atau aktivitas
- Pernah kontak dengan penderita impetigo atau infeksi kulit lainnya
- Memiliki riwayat diabetes atau eksim yang sulit terkontrol
Diagnosis
Dokter biasanya mendiagnosis impetigo hanya dengan melihat tampilan kulit. Dokter akan memeriksa lepuh, kerak, dan area sekitarnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pada kasus yang berat atau tidak biasa, dokter mungkin mengambil sampel cairan dari lepuh untuk dikultur. Ini untuk mengetahui jenis bakteri penyebab dan memilih antibiotik yang tepat.
- Tes darah jarang dilakukan, kecuali ada tanda infeksi menyebar atau demam tinggi.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menyakitkan. Dokter akan membersihkan area infeksi dengan lembut dan memberikan resep pengobatan. Jika diperlukan, dokter akan merujuk ke dokter spesialis kulit.
Perawatan
Pengobatan impetigo bertujuan membunuh bakteri, mempercepat penyembuhan, dan mencegah penyebaran. Pada lansia, perawatan harus hati-hati karena kulit lebih sensitif.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan: cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyentuh area infeksi.
- Rendam area kulit dengan air hangat selama 10–15 menit, lalu bersihkan kerak dengan lembut menggunakan kain bersih.
- Tutup luka dengan perban atau kasa bersih untuk mencegah penyebaran bakteri.
- Jangan menggaruk atau memecahkan lepuh karena dapat memperparah infeksi.
- Gunakan handuk, pakaian, dan sprei terpisah, dan cuci dengan air panas.
Perawatan medis
Dokter biasanya meresepkan krim atau salep antibiotik untuk impetigo ringan. Untuk infeksi yang lebih luas atau pada lansia dengan daya tahan tubuh lemah, dokter dapat memberikan antibiotik minum. Semua pengobatan harus sesuai resep dan anjuran dokter. Jangan menghentikan obat lebih awal meskipun gejala membaik.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Impengigo jarang memerlukan tindakan operasi. Namun jika terjadi abses (kumpulan nanah) yang besar, dokter mungkin perlu mengeringkannya.
Hidup dengan kondisi ini
Hindari kontak dekat dengan orang lain, terutama bayi dan lansia lain, sampai infeksi tidak lagi menular (biasanya 24–48 jam setelah memulai antibiotik). Jangan berbagi handuk, pakaian, atau alat mandi. Cuci semua barang yang terkena dengan deterjen dan air panas.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan tangan setiap hari, terutama sebelum menyentuh wajah atau area kulit lainnya.
- Gunakan pelembap khusus lansia untuk mencegah kulit kering dan retak.
- Potong kuku pendek dan bersih untuk mengurangi risiko garukan.
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang, termasuk protein, vitamin C, dan seng, untuk membantu pemulihan kulit. Olahraga ringan seperti jalan kaki tetap boleh dilakukan asalkan tidak menggosok area infeksi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Impengigo dapat membuat Anda merasa malu atau cemas karena tampilan kulit. Ingatlah bahwa infeksi ini bisa disembuhkan dan bukan akibat kebersihan yang buruk. Jika perasaan cemas mengganggu, bicarakan dengan dokter atau keluarga.
Pencegahan
Ya, sebagian besar kasus impetigo dapat dicegah dengan kebersihan yang baik dan merawat luka kulit dengan benar.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk impetigo. Vaksinasi tetanus dianjurkan untuk lansia jika ada luka, tetapi tidak mencegah impetigo.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk impetigo. Yang penting adalah memeriksakan luka atau ruam yang tidak kunjung sembuh ke dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyebaran infeksi ke lapisan kulit lebih dalam (selulitis)
- Infeksi ginjal (post-streptococcal glomerulonephritis) – jarang, tapi bisa terjadi jika penyebabnya bakteri Streptococcus
- Pembentukan abses atau bisul
- Infeksi yang menyebar ke darah (sepsis) – sangat jarang, tetapi berbahaya pada lansia
Prospek jangka panjang
Dengan pengobatan yang tepat dan perawatan diri yang baik, impetigo pada lansia biasanya sembuh sempurna dalam waktu 1–2 minggu. Kekambuhan bisa terjadi, terutama jika kebersihan kurang. Jika Anda memiliki kondisi kulit lain seperti eksim, kendalikan kondisi tersebut untuk mengurangi risiko. Tidak perlu khawatir berlebihan; sebagian besar kasus ringan dan tidak meninggalkan bekas luka permanen.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.