Penyakit Hati pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hati adalah organ penting di dalam perut yang bertugas mencerna makanan, menyimpan energi, dan membuang racun dari tubuh. Penyakit hati pada anak berarti ada gangguan pada kerja atau bagian hati anak. Bentuknya bisa beragam, mulai dari sakit kuning yang umum terjadi pada bayi baru lahir, infeksi virus hati (hepatitis), hingga penyakit hati yang berlangsung lama.
Fakta penting
- Hati anak dapat terkena infeksi virus, masalah bawaan sejak lahir, atau kelainan metabolisme tubuh.
- Gejala awal penyakit hati sering tidak khas, misalnya anak tampak lemas, mual, atau perutnya membesar.
- Jika ditemukan sejak dini, banyak penyakit hati pada anak bisa ditangani dengan baik dan anak tetap bisa tumbuh normal.
Sakit kuning pada bayi baru lahir cukup sering terjadi. Namun, penyakit hati serius pada anak relatif lebih jarang.
Penyakit hati dapat menyerang bayi, balita, hingga remaja. Beberapa kondisi memang lebih sering muncul pada usia tertentu.
Gejala
- Anak kehilangan kesadaran atau sulit dibangunkan
- Muntah darah atau mengeluarkan tinja hitam dan berdarah
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Kejang yang tidak berhenti
- ⚠Kulit dan mata anak menguning dengan cepat dan sangat pekat
- ⚠Perut membuncit mendadak serta terasa nyeri atau tegang
- ⚠Demam tinggi dengan menggigil
- ⚠Muntah terus-menerus sehingga anak tidak tahan minum atau makan
- ⚠Urine sangat gelap dan tinja sangat pucat
Gejala umum
- Kulit dan bagian putih mata menguning
- Perut membengkak atau tampak besar
- Urine berwarna gelap seperti teh pekat
- Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan
- Mual, muntah, atau nafsu makan menurun
- Berat badan tidak naik atau sulit bertambah
Gejala pada anak-anak
- Bayi sulit minum atau menyusu
- Bayi tidak kunjung memiliki berat badan sesuai usianya
- Kulit terasa gatal di sekujur tubuh
- Perut bengkak karena hati atau limpa yang membesar
- Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis C
- Penyakit bawaan seperti biliary atresia (saluran empedu tidak terbentuk normal)
- Gangguan metabolisme yang diturunkan dalam keluarga
- Paparan obat-obatan atau zat beracun
- Penumpukan lemak di hati karena pola makan tidak sehat
Faktor risiko
- Lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah
- Ada anggota keluarga yang memiliki penyakit hati
- Terpapar obat atau racun tertentu, termasuk beberapa jamu atau obat tanpa resep
- Kebiasaan makan yang kurang sehat sejak dini, seperti terlalu banyak gula dan lemak
- Infeksi virus hepatitis yang tidak ditangani
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika muncul gejala kulit atau mata menguning, urine gelap, tinja pucat, atau perut membengkak, segera bawa anak ke dokter.
- Jika anak tampak sangat lemas, tidak sadar, atau kejang.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika anak mengalami gangguan nafsu makan atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Jika perut anak tampak membesar atau tidak nyaman.
- Jika bayi tidak kunjung bertambah berat badan sesuai usianya di beberapa bulan pertama.
Diagnosis
Dokter akan mulai dengan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan anak, lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda penyakit hati. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menjalankan beberapa pemeriksaan lanjutan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa kadar enzim hati dan fungsi hati secara menyeluruh
- Ultrasonografi (USG) perut untuk melihat gambaran besar dan struktur hati
- Biopsi hati, yaitu pengambilan sampel jaringan hati dengan jarum, biasanya untuk memastikan penyebab
- Pemeriksaan pencitraan lain seperti MRI atau CT scan bila diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan darah dan USG umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Anak mungkin diminta tidak makan beberapa jam sebelum tes darah. Untuk biopsi, anak akan dibius ringan atau diberi obat penenang agar tidak merasakan sakit.
Perawatan
Pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit hati. Tujuan utamanya adalah menjaga fungsi hati, mengurangi gejala, dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan anak cukup istirahat sesuai usianya.
- Beri makanan bergizi seimbang yang disarankan dokter atau ahli gizi.
- Jangan memberikan obat, suplemen, atau jamu tanpa resep dokter.
- Ajarkan anak mencuci tangan dan menjaga kebersihan agar tidak tertular infeksi.
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat untuk mengatasi gejala atau untuk mengobati penyebab tertentu, misalnya infeksi virus. Perawatan untuk jangka panjang biasanya dipandu oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit lambung, usus, serta hati. Semua pemberian obat harus melalui resep dokter, bukan dibeli sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pada kondisi seperti biliary atresia (saluran empedu tersumbat sejak lahir), operasi perlu dilakukan untuk memperbaiki aliran empedu. Jika kerusakan hati sangat parah dan mengancam nyawa, pencangkokan hati atau transplantasi hati dapat menjadi pilihan pengobatan.
Hidup dengan kondisi ini
Anak dengan penyakit hati perlu menjalani kontrol rutin ke dokter. Aktivitas tetap diperbolehkan, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak. Perhatikan juga asupan makanan dan cairan setiap hari.
Tips gaya hidup
- Ciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat.
- Hindarkan anak dari asap rokok dan polusi.
- Jaga jadwal imunisasi agar tetap lengkap.
- Pastikan anak tidak mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang yang berisiko menyebabkan infeksi.
Diet dan olahraga
Pola makan sehat dengan cukup protein, sayuran, dan buah penting untuk membantu hati bekerja. Bila anak memiliki penumpukan cairan di perut, dokter mungkin menyarankan mengurangi garam. Olahraga ringan seperti berjalan, bermain bola, atau bersepeda boleh dilakukan bila anak merasa kuat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak yang menjalani perawatan lama mungkin merasa cemas, sedih, atau malu karena berbeda dari teman-temannya. Bantu anak untuk mengungkapkan perasaannya dan beri dukungan emosional yang hangat. Bila perlu, ajak anak berkonsultasi dengan psikolog anak.
Pencegahan
Tidak semua penyakit hati pada anak dapat dicegah, terutama yang bersifat bawaan. Tetapi beberapa penyebab seperti infeksi hepatitis dan perlemakan hati akibat kebiasaan tidak sehat bisa dicegah dengan vaksinasi dan pola hidup sehat.
Vaksin
Imunisasi hepatitis B termasuk dalam program imunisasi dasar di Indonesia. Vaksin hepatitis A juga tersedia dan dapat diberikan sesuai anjuran dokter atau jadwal imunisasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Program skrining
Anak dengan faktor risiko tertentu, misalnya lahir dari ibu dengan hepatitis B, perlu menjalani pemeriksaan fungsi hati secara berkala. Diskusikan dengan dokter tentang jadwal pemeriksaan yang tepat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Terbentuknya jaringan parut di hati (sirosis) yang merusak fungsi hati
- Gagal hati, yaitu kondisi hati tidak mampu bekerja sama sekali
- Tekanan darah naik di pembuluh darah hati dan menyebabkan pembengkakan pembuluh
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak
- Penumpukan racun di otak (ensefalopati hepatik) yang dapat menyebabkan kebingungan atau penurunan kesadaran
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan perawatan yang tepat, banyak anak dengan penyakit hati dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk kondisi yang berat, transplantasi hati memberi harapan kesembuhan dan kesempatan menjalani hidup normal. Kunci terpenting adalah tidak menunda memeriksakan anak ke tenaga kesehatan.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.