Hidup Sehari-hari dengan Stoma
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Stoma adalah lubang buatan di dinding perut yang dibuat melalui operasi. Melalui lubang ini, kotoran (tinja) atau urine keluar ke kantong khusus yang ditempel di perut. Stoma bukan penyakit, melainkan hasil operasi untuk mengalihkan aliran tubuh. Ada tiga jenis utama: kolostomi (dari usus besar), ileostomi (dari usus halus), dan urostomi (dari saluran kemih).
Fakta penting
- Stoma dibuat untuk membantu tubuh bekerja lebih baik ketika sebagian usus atau kandung kemih harus diistirahatkan atau diangkat.
- Stoma bisa bersifat sementara atau permanen; banyak orang tetap aktif bekerja dan berolahraga.
- Perawatan stoma meliputi mengganti kantong, membersihkan kulit di sekitarnya, dan mengenali tanda bahaya.
Operasi pembuatan stoma tidak jarang dilakukan. Banyak orang di Indonesia dan dunia menjalani kehidupan normal dengan stoma, termasuk anak-anak dan orang dewasa.
Stoma dapat dibuat pada siapa saja, termasuk anak-anak dan lanjut usia. Kondisi yang paling sering menyebabkannya adalah kanker usus besar, penyakit radang usus, penyumbatan usus, atau cedera berat pada perut dan saluran kemih.
Gejala
- Stoma berubah warna menjadi biru, ungu, atau hitam
- Stoma membengkak hebat dan keras disertai nyeri perut hebat
- Tidak ada tinja atau urine sama sekali selama 6–8 jam disertai muntah dan perut kembung
- Darah segar yang banyak keluar dari stoma
- ⚠Stoma masuk ke dalam perut (tidak menonjol seperti biasanya)
- ⚠Kulit di sekitar stoma bernanah, sangat nyeri, atau disertai demam
- ⚠Muncul tonjolan di sekitar stoma yang nyeri (kemungkinan hernia)
- ⚠Kantong stoma tidak bisa menempel karena kulit mengalami luka terbuka
Gejala umum
- Kulit di sekitar stoma terasa gatal atau memerah
- Bau dari kantong stoma yang lebih terasa
- Keluarnya gas dari stoma
- Kebocoran kantong stoma
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin merasa malu, takut, atau bingung saat melihat stoma
- Kulit anak lebih sensitif sehingga mudah mengalami iritasi
- Kantong stoma perlu diganti lebih sering pada anak yang aktif bergerak
Gejala pada lansia
- Kulit lansia lebih tipis dan rapuh, sehingga lebih mudah lecet
- Gangguan penglihatan atau jari yang kaku membuat perawatan stoma lebih sulit
- Lansia mungkin lupa cara membersihkan stoma atau mengganti kantong
Penyebab
Penyebab utama
- Kanker usus besar atau rektum yang membutuhkan pengangkatan sebagian usus
- Penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn
- Penyumbatan usus akibat cedera berat, infeksi, atau komplikasi operasi
- Kanker kandung kemih atau gangguan saluran kemih yang menyebabkan aliran urine dialihkan
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan kanker usus besar
- Kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan
- Pola makan tinggi lemak dan rendah serat
- Riwayat polip usus atau radang usus kronis
- Usia lanjut
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Stoma berdarah banyak, berubah warna gelap, atau menonjol keluar lebih dari biasanya
- Tidak ada keluaran dari stoma sama sekali dan perut terasa semakin kembung/nyeri
- Demam tinggi dan kulit sekitar stoma bernanah
Buat janji temu rutin jika:
- Kontrol rutin dengan dokter bedah spesialis setelah operasi stoma
- Kulit di sekitar stoma terus memerah atau lecet lebih dari 3 hari
- Konsultasi dengan perawat stoma untuk menyesuaikan ukuran atau jenis kantong
Diagnosis
Stoma tidak didiagnosis seperti penyakit. Stoma dibuat oleh dokter melalui prosedur operasi. Setelah operasi, dokter dan perawat akan memeriksa kondisi stoma, kulit di sekitarnya, serta fungsi pengeluaran secara berkala.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik pada stoma dan daerah perut
- Tes laboratorium darah untuk memantau elektrolit dan fungsi ginjal
- Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau rontgen perut bila diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Sebelum pulang dari rumah sakit, dokter dan perawat stoma akan mengajarkan cara membersihkan stoma, mengganti kantong, memilih alat yang sesuai, serta mengenali tanda bahaya. Kemudian Anda dijadwalkan kontrol untuk memastikan penyembuhan berjalan baik.
Perawatan
Pengobatan utama untuk stoma adalah operasi pembuatan stoma itu sendiri, diikuti perawatan harian. Tidak ada obat yang bisa menghilangkan stoma, tetapi banyak cara untuk menjaganya tetap bersih, kering, dan bebas iritasi agar Anda dapat hidup nyaman.
Perawatan mandiri di rumah
- Bersihkan stoma setiap kali mengganti kantong dengan air hangat dan kain lembut, tanpa sabun berlebihan
- Ganti kantong stoma secara teratur sesuai jenis kantong dan petunjuk perawat
- Gunakan pelindung kulit atau pasta khusus di sekitar stoma untuk mencegah iritasi
- Minum cukup air putih, sekitar 6–8 gelas sehari, kecuali dokter memberikan batasan lain
- Potong bulu di sekitar stoma dengan hati-hati menggunakan gunting atau pisau cukur khusus, tanpa melukai kulit
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengatasi diare, sembelit, atau nyeri, serta antibiotik jika ada infeksi. Selalu konsultasikan semua obat, termasuk obat bebas, vitamin, atau obat herbal, kepada dokter atau apoteker sebelum digunakan. Perawat stoma juga dapat merekomendasikan peralatan yang sesuai, seperti kantong one-piece atau two-piece, pasta pelindung, dan kulit pelindung.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pembuatan stoma dilakukan ketika sebagian usus atau kandung kemih perlu diistirahatkan atau diangkat, misalnya karena penyumbatan usus, cedera berat, atau pengangkatan jaringan yang sakit. Terkadang stoma bersifat sementara, lalu ditutup melalui operasi kedua setelah kondisi tubuh membaik.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan stoma membutuhkan penyesuaian, tetapi Anda tetap bisa bekerja, bersekolah, bepergian, bahkan berenang dengan peralatan yang tepat. Kuncinya adalah membangun rutinitas perawatan stoma yang sama setiap hari, misalnya mengganti kantong di pagi hari. Semakin terbiasa, semakin percaya diri Anda menjalani hari.
Tips gaya hidup
- Kenakan pakaian longgar dan nyaman; celana berpita karet yang tidak menekan stoma lebih baik
- Bawalah perlengkapan stoma cadangan ke mana pun Anda pergi
- Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol
- Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai setelah dokter memberi izin
- Aktiflah dalam kegiatan sosial; orang di sekitar Anda tidak perlu tahu kecuali Anda memilih untuk bercerita
Diet dan olahraga
Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering. Kunyah makanan dengan perlahan dan minum cukup air untuk mencegah penyumbatan stoma. Beberapa makanan seperti brokoli, kubis, kacang-kacangan, dan minuman bersoda dapat membuat banyak gas; cobalah dan lihat reaksi tubuh Anda. Untuk olahraga, mulailah dari aktivitas ringan seperti jalan kaki, dan hindari angkat beban berat sampai dokter menyatakan aman.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Perubahan bentuk tubuh dan cara membuang kotoran atau urine dapat menimbulkan rasa malu, cemas, sedih, atau marah. Ini sangat wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat yang Anda percaya, atau tenaga kesehatan. Jika perasaan itu berlarut-larut dan mengganggu aktivitas, mintalah rujukan untuk dukungan psikologis.
Pencegahan
Banyak kondisi yang menyebabkan stoma, seperti faktor genetik atau penyakit radang usus, tidak sepenuhnya dapat dicegah. Namun, menerapkan pola makan sehat, tidak merokok, aktif bergerak, dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit usus dapat menurunkan risiko beberapa penyakit penyebab stoma, terutama kanker usus besar.
Vaksin
Vaksinasi umum seperti flu dan pneumonia perlu dipertimbangkan untuk mencegah infeksi yang bisa memperberat kondisi tubuh, terutama pada lansia. Diskusikan jadwal vaksin yang tepat dengan dokter sesuai kondisi Anda.
Program skrining
Skrining seperti tes darah samar pada tinja dan kolonoskopi dapat mendeteksi dini tumor atau polip di usus besar. Jika ditemukan lebih awal, risiko kebutuhan operasi stoma bisa berkurang. Ikuti rekomendasi skrining dari dokter atau program Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kulit di sekitar stoma dapat lecet, terinfeksi, atau bernanah bila kebersihan tidak dijaga
- Stoma dapat menyempit atau menutup sehingga feses tidak bisa keluar dan terjadi penyumbatan usus
- Stoma dapat menonjol keluar terus-menerus (prolaps) atau masuk ke dalam perut (retraksi)
- Hernia parastomal, yaitu tonjolan di sekitar stoma, dapat menyebabkan nyeri dan gangguan usus
- Dehidrasi dan gangguan elektrolit, terutama pada ileostomi yang mengeluarkan banyak cairan
Prospek jangka panjang
Dengan perawatan yang benar, dukungan medis yang baik, dan semangat untuk beradaptasi, sebagian besar orang dengan stoma tetap dapat hidup aktif, produktif, dan bahagia. Stoma memang mengubah cara tubuh bekerja, tetapi tidak mengubah siapa diri Anda.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.