Hidup dengan Sklerosis Multipel pada Lansia
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Sklerosis multipel (MS) adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Pada MS, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang lapisan pelindung serabut saraf (mielin), sehingga menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan tubuh. Akibatnya, penderita bisa mengalami berbagai gejala seperti kelelahan, kesemutan, dan masalah keseimbangan.
Fakta penting
- MS tidak menular dan tidak disebabkan oleh gaya hidup.
- Gejala MS bisa hilang timbul (kambuh) atau memburuk secara bertahap.
- Pada lansia, MS seringkali berjalan lebih lambat, tetapi komorbiditas seperti tekanan darah tinggi atau diabetes perlu dikelola dengan baik.
MS tergolong penyakit yang jarang, tetapi jutaan orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi ini. Di Indonesia, data pasti masih terbatas, namun kasusnya ada dan terus teridentifikasi.
MS paling sering didiagnosis pada usia dewasa muda (20-40 tahun). Namun, banyak penderita yang hidup hingga usia lanjut. Pada lansia, MS bisa merupakan perjalanan penyakit yang sudah lama atau jarang didiagnosis baru pada usia di atas 60 tahun.
Gejala
- Kehilangan penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata
- Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh atau kesulitan menggerakkan lengan/kaki
- Bicara cadel atau sulit berbicara secara tiba-tiba
- Nyeri dada atau sesak napas berat yang muncul tiba-tiba
- ⚠Gejala yang memburuk drastis dalam beberapa hari, seperti kelelahan ekstrem atau sulit berjalan
- ⚠Demam tinggi yang tidak kunjung turun (bisa memperburuk gejala MS)
- ⚠Kesulitan buang air kecil atau retensi urine yang menyakitkan
Gejala umum
- Kelelahan yang berat
- Kesemutan atau mati rasa di tangan, kaki, atau wajah
- Masalah keseimbangan dan koordinasi
- Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau ganda
- Masalah kandung kemih atau usus (sering buang air kecil atau sembelit)
- Gangguan kognitif seperti sulit berkonsentrasi atau mudah lupa
Gejala pada anak-anak
- MS sangat jarang pada anak-anak. Jika terjadi, gejalanya mirip dengan dewasa, seperti kelelahan, gangguan penglihatan, dan masalah berjalan, namun seringkali lebih sulit dikenali.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala MS bisa tumpang tindih dengan proses penuaan normal, sehingga sering tidak disadari.
- Kelelahan, kesulitan berjalan, dan masalah memori lebih sering terjadi.
- Risiko jatuh lebih tinggi karena gangguan keseimbangan dan kekakuan otot.
- Kambuh (serangan) mungkin lebih jarang, tetapi kecacatan bisa meningkat secara perlahan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pasti MS belum diketahui. Diduga kombinasi faktor genetik dan lingkungan, misalnya infeksi virus Epstein-Barr, kekurangan vitamin D, dan kebiasaan merokok.
Faktor risiko
- Usia antara 20-40 tahun (risiko tertinggi)
- Jenis kelamin perempuan (lebih sering terkena MS)
- Riwayat keluarga dengan MS
- Tinggal di daerah beriklim sedang (lebih jarang di daerah tropis seperti Indonesia)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami gejala baru yang berat, seperti kelemahan separuh tubuh, gangguan penglihatan mendadak, atau kesulitan bernapas.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika gejala MS yang sudah ada memburuk secara bertahap atau ada efek samping dari pengobatan yang dijalani.
Diagnosis
Diagnosis MS ditegakkan oleh dokter spesialis saraf berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan hasil tes pendukung. Tidak ada satu tes tunggal untuk MS, sehingga dokter perlu menyingkirkan penyakit lain dengan gejala serupa.
Tes yang mungkin dilakukan
- MRI (pemindaian) otak dan sumsum tulang belakang untuk melihat lesi atau jaringan parut pada mielin
- Pungsi lumbal (pengambilan contoh cairan serebrospinal dari punggung bawah) untuk memeriksa tanda peradangan
- Tes potensial bangkitan (evoked potentials) untuk mengukur kecepatan sinyal saraf
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, karena perlu pengamatan gejala dari waktu ke waktu. Dokter akan menjelaskan setiap langkah dan hasil tes dengan sabar.
Perawatan
Pengobatan MS bertujuan mengendalikan peradangan, mengurangi frekuensi kambuh, memperlambat perkembangan penyakit, dan mengelola gejala. Tidak ada obat yang menyembuhkan, tetapi banyak terapi yang dapat membantu penderita tetap aktif dan nyaman.
Perawatan mandiri di rumah
- Atur energi: istirahat cukup dan hindari kelelahan berlebihan.
- Lakukan peregangan ringan atau fisioterapi untuk menjaga mobilitas dan mencegah kekakuan otot.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau hobi yang menyenangkan.
- Jaga suhu tubuh tetap sejuk karena panas bisa memperburuk gejala (fenomena Uhthoff).
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk mengatasi serangan akut (seperti kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu singkat), terapi modifikasi penyakit untuk mengurangi kambuh dan memperlambat progresivitas, serta obat untuk gejala spesifik seperti kekakuan otot, nyeri saraf, atau masalah kandung kemih. Semua pengobatan harus sesuai resep dan dipantau dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang dilakukan untuk MS sendiri. Namun, pada beberapa kasus mungkin diperlukan pemasangan alat bantu seperti kateter untuk masalah kandung kemih berat atau operasi untuk komplikasi lain.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan MS di usia lanjut memerlukan penyesuaian. Penting untuk menjaga kemandirian sebisa mungkin. Gunakan alat bantu jika diperlukan, seperti tongkat, walker, atau kursi roda. Buat jadwal harian yang seimbang antara aktivitas dan istirahat. Jangan ragu meminta bantuan keluarga atau teman.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Jaga berat badan ideal agar tidak membebani sendi dan otot.
- Tetap aktif secara sosial dengan bergabung dalam kelompok atau komunitas.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengelola penyakit lain (misal tekanan darah, diabetes).
Diet dan olahraga
Pola makan sehat dengan banyak sayur, buah, ikan, dan lemak sehat (seperti minyak zaitun) dianjurkan. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, tai chi, atau yoga dapat membantu menjaga kekuatan, keseimbangan, dan suasana hati. Sesuaikan dengan kemampuan dan konsultasikan dengan fisioterapis.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
MS dapat memicu depresi, kecemasan, dan perasaan frustrasi karena keterbatasan fisik dan perubahan hidup. Penting untuk mengenali tanda-tanda tersebut dan mencari bantuan psikologis jika diperlukan. Dukungan keluarga dan teman sangat berarti.
Pencegahan
Saat ini belum ada cara yang pasti untuk mencegah MS, karena penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Namun, menjalani gaya hidup sehat (tidak merokok, cukup vitamin D, dan olahraga teratur) mungkin dapat menurunkan risiko atau memperlambat perkembangan penyakit.
Vaksin
Vaksinasi tetap penting untuk mencegah infeksi yang dapat memicu kambuh MS. Vaksin flu dan pneumonia dianjurkan sesuai jadwal. Konsultasikan dengan dokter sebelum vaksinasi.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk MS pada populasi umum.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kekambuhan yang sering dapat menyebabkan penumpukan kerusakan saraf dan kecacatan permanen.
- Masalah mobilitas berat yang meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.
- Gangguan kognitif yang memburuk hingga mempengaruhi kemandirian.
- Depresi berat, kecemasan, dan isolasi sosial.
Prospek jangka panjang
Meskipun MS adalah penyakit seumur hidup, banyak orang dengan MS yang tetap aktif dan produktif hingga usia lanjut dengan penanganan yang tepat. Perawatan modern membantu memperlambat perkembangan penyakit dan mengelola gejala. Dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas, kualitas hidup dapat tetap baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.