Obstetric cholestasis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Obstetric cholestasis adalah kondisi hati yang terjadi pada ibu hamil, di mana aliran empedu (cairan yang membantu mencerna lemak) melambat atau berhenti. Hal ini menyebabkan penumpukan asam empedu dalam darah, yang bisa memicu rasa gatal yang sangat mengganggu, terutama di telapak tangan dan kaki. Kondisi ini biasanya muncul pada trimester akhir kehamilan dan perlu dipantau dengan saksama demi kesehatan ibu dan janin.
Fakta penting
- Rasa gatal hebat, terutama di malam hari, adalah gejala utama.
- Kondisi ini umumnya hilang sendiri setelah melahirkan.
- Pemantauan ketat oleh dokter dapat membantu mengurangi risiko pada janin.
Obstetric cholestasis tergolong jarang, terjadi pada sekitar 1 dari 100 hingga 1 dari 1.000 kehamilan, tergantung populasi. Namun, angka kejadian lebih tinggi pada wanita hamil dengan latar belakang tertentu, seperti keturunan Amerika Latin atau Skandinavia.
Kondisi ini hanya menyerang wanita hamil, biasanya pada trimester kedua atau ketiga. Risiko lebih tinggi pada kehamilan kembar, riwayat kolestasis pada kehamilan sebelumnya, atau wanita dengan penyakit hati bawaan.
Gejala
- Jika Anda hamil dan merasakan nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, atau pendarahan dari vagina.
- Jika gerakan janin berkurang drastis atau berhenti sama sekali. Segera hubungi layanan darurat atau pergi ke rumah sakit.
- ⚠Gatal yang sangat mengganggu hingga sulit tidur atau menggaruk luka.
- ⚠Urin berwarna gelap seperti teh, tinja pucat, atau mata dan kulit menguning (jaundice). Ini memerlukan penanganan medis hari itu juga.
Gejala umum
- Gatal hebat tanpa ruam, terutama di telapak tangan dan telapak kaki, sering memburuk di malam hari.
- Kulit tampak normal, tapi mungkin ada goresan akibat garukan.
- Sering merasa lelah atau tidak bertenaga.
Gejala pada anak-anak
- Anak yang terkena (janin) mungkin menunjukkan detak jantung tidak stabil atau gerakan berkurang, yang terdeteksi oleh dokter melalui pemeriksaan.
Gejala pada lansia
- Tidak relevan untuk kelompok usia ini, karena kondisi ini khusus pada kehamilan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi terkait dengan perubahan hormon kehamilan yang mempengaruhi fungsi hati dalam memproduksi dan mengalirkan empedu.
- Faktor genetik berperan, hal ini bisa diturunkan dalam keluarga.
Faktor risiko
- Riwayat kolestasis obstetri pada kehamilan sebelumnya.
- Kehamilan kembar (kembar dua atau lebih).
- Memiliki penyakit hati kronis, seperti hepatitis C atau sirosis.
- Riwayat keluarga dengan kolestasis obstetri.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksa ke dokter jika Anda hamil dan mengalami gatal hebat tanpa ruam, terutama di telapak tangan dan kaki.
- Jika Anda melihat urin gelap, tinja pucat, atau kulit menguning, jangan tunda untuk memeriksakan diri.
Buat janji temu rutin jika:
- Diskusikan dengan dokter kandungan Anda pada setiap kunjungan antenatal mengenai gejala gatal yang Anda alami, meskipun ringan.
Diagnosis
Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan gejala (gatal khas) dan hasil tes darah. Diagnosis biasanya ditegakkan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk mengukur kadar asam empedu total (total bile acids). Kadar di atas 10 µmol/L sering kali menandakan kolestasis.
- Tes fungsi hati (SGOT, SGPT, bilirubin) untuk melihat apakah hati bekerja dengan baik.
- Ultrasonografi (USG) hati untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti batu empedu.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta menjalani tes darah secara rutin untuk memantau kadar asam empedu. Dokter juga akan memantau kondisi janin melalui USG dan non-stress test (NST) untuk memastikan janin tetap sehat.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah meredakan gatal, menurunkan kadar asam empedu dalam darah, dan mengurangi risiko komplikasi pada janin. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan mungkin melibatkan dokter spesialis hati.
Perawatan mandiri di rumah
- Mandi air dingin atau kompres dingin pada area yang gatal untuk mengurangi sensasi gatal.
- Kenakan pakaian longgar dari bahan katun agar kulit tidak lecet.
- Hindari mandi air panas dan ruangan yang terlalu panas, karena panas bisa memperparah gatal.
- Gunakan pelembab tanpa pewangi untuk menjaga kelembapan kulit.
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat-obatan yang aman untuk kehamilan, seperti asam ursodeoksikolat (obat golongan asam empedu) yang membantu mengurangi gatal dan menurunkan kadar asam empedu. Pemberian obat harus dengan resep dokter. Selain itu, dokter mungkin menyarankan persalinan lebih awal (biasanya pada usia kehamilan 37-38 minggu) untuk mengurangi risiko pada janin.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tidak diperlukan untuk mengobati kolestasis itu sendiri. Namun, jika diperlukan persalinan dini, bisa dilakukan induksi persalinan atau operasi caesar tergantung kondisi ibu dan janin.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kolestasis obstetri bisa menantang karena gatal yang hebat. Penting untuk mengikuti jadwal kontrol ke dokter, rutin minum obat sesuai resep, dan mencatat setiap perubahan gerakan janin.
Tips gaya hidup
- Istirahat cukup untuk mengurangi kelelahan.
- Hindari menggaruk berlebihan; gunakan krim atau lotion yang direkomendasikan dokter.
- Kenali pemicu gatal, seperti stres atau makanan pedas, dan hindari sebisa mungkin.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus yang disarankan, tetapi makan makanan bergizi seimbang tetap penting. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan jika tidak menyebabkan kelelahan berlebih. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai aktivitas baru.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa gatal yang terus-menerus bisa membuat stres, cemas, dan mengganggu tidur. Jangan ragu untuk berbicara dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan tentang perasaan Anda. Dukungan emosional sangat penting.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah kolestasis obstetri, terutama karena faktor genetik berperan besar. Namun, deteksi dini melalui pemeriksaan kehamilan rutin dapat membantu mengelola kondisi lebih baik.
Vaksin
Tidak ada vaksin untuk mencegah kolestasis obstetri.
Program skrining
Jika Anda memiliki faktor risiko (riwayat keluarga atau kehamilan sebelumnya), dokter mungkin menyarankan pemantauan kadar asam empedu secara berkala meskipun belum ada gejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Persalinan prematur (bayi lahir sebelum waktunya).
- Gawat janin (fetal distress) karena kadar asam empedu tinggi mempengaruhi plasenta.
- Peningkatan risiko kematian janin dalam kandungan (stillbirth).
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, sebagian besar ibu hamil dengan kolestasis obstetri melahirkan bayi yang sehat. Kondisi ini biasanya hilang sendiri setelah melahirkan. Dokter akan memantau Anda dan janin dengan saksama untuk mengurangi risiko. Yang terpenting adalah jangan menunda mencari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 17 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.