Osteoporosis pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Merawat
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi tipis, keropos, dan mudah patah. Pada anak-anak, tulang yang sehat seharusnya tumbuh kuat dan padat. Jika seorang anak mengalami osteoporosis, tulangnya lebih rapuh sehingga bisa retak atau patah bahkan saat melakukan aktivitas biasa.
Fakta penting
- Osteoporosis pada anak jarang terjadi.
- Penyebab paling sering adalah kondisi lain, misalnya asma berat yang membutuhkan steroid jangka panjang, atau anak tidak bisa bergerak aktif.
- Dengan penanganan yang tepat, kepadatan tulang anak bisa membaik dan risiko patah menurun.
Tidak umum. Osteoporosis jarang ditemukan pada anak-anak. Jika ada, biasanya berhubungan dengan penyakit kronis atau obat-obatan tertentu.
Dapat menyerang anak dari semua usia, tetapi lebih sering terlihat pada anak dengan penyakit kronis, yang menjalani pengobatan kortikosteroid dalam waktu lama, atau yang memiliki gangguan penyerapan makanan. Kadang penyebabnya tidak diketahui (idiopatik).
Gejala
- Patah tulang dengan ujung tulang menonjol keluar (terbuka).
- Tidak bisa menggerakkan anggota tubuh setelah jatuh atau cedera.
- Nyeri hebat tiba-tiba di tulang atau sendi.
- Mati rasa atau kesemutan di lengan atau tungkai setelah cedera.
- ⚠Nyeri tulang yang menetap atau semakin berat.
- ⚠Patah tulang yang baru saja terjadi, meski kejadiannya ringan.
- ⚠Anak menjadi sangat sulit bergerak atau berjalan.
Gejala umum
- Sering tidak menimbulkan gejala hingga tulang patah.
- Anak mungkin mengeluh sakit punggung atau nyeri tulang.
- Patah tulang yang terjadi tanpa jatuh yang keras.
Gejala pada anak-anak
- Patah tulang di lengan atau kaki akibat kejadian ringan.
- Sakit di punggung atau pinggang.
- Tubuh lebih pendek dari teman seusianya.
- Kesulitan berjalan atau bergerak karena nyeri.
Gejala pada lansia
- Perlu diketahui: pada orang dewasa, osteoporosis sering menyerang wanita setelah menopause dan dapat menyebabkan patah tulang pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan. Tanda dan gejala pada anak bisa berbeda.
Penyebab
Penyebab utama
- Penyakit kronis seperti penyakit radang usus, gangguan ginjal, atau gangguan makan.
- Penggunaan obat steroid (kortikosteroid) dalam jangka panjang untuk asma atau penyakit autoimun.
- Kurang gerak dan jarang beraktivitas fisik, misalnya pada anak yang harus berbaring lama.
- Kekurangan kalsium dan vitamin D dalam jangka waktu lama.
- Osteoporosis juvenil idiopatik, yaitu jenis yang penyebabnya tidak diketahui dan terjadi pada masa pertumbuhan.
Faktor risiko
- Pernah memakai obat steroid dosis tinggi atau lama.
- Memiliki penyakit kronis yang mengganggu penyerapan nutrisi.
- Tidak aktif bergerak atau tirah baring lama.
- Riwayat patah tulang berulang.
- Kurang asupan kalsium dan vitamin D.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera periksakan ke dokter jika anak jatuh atau cedera lalu merasakan nyeri hebat pada lengan atau tungkai, tidak bisa menggerakkan anggota tubuh, atau ada kelainan bentuk pada tulang.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika anak sering mengeluh nyeri tulang atau otot tanpa sebab yang jelas.
- Jika anak pernah patah tulang lebih dari satu kali dan kejadiannya hanya karena benturan ringan.
- Jika anak memiliki kondisi seperti asma berat, penyakit ginjal, atau gangguan penyerapan makanan, tanyakan kepada dokternya tentang kesehatan tulang.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, serta memeriksa pertumbuhan tulang. Bila dicurigai osteoporosis, dokter akan merujuk ke dokter spesialis anak atau spesialis tulang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Rontgen (X-ray) untuk melihat gambaran tulang dan menemukan patahan.
- DXA scan, yaitu pemeriksaan kepadatan tulang yang menggunakan sinar X dosis kecil.
- Tes darah dan urine untuk memeriksa kalsium, fosfat, dan vitamin D.
- Tes lain untuk mendeteksi penyakit yang mendasari, seperti fungsi ginjal atau hormon.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan berlangsung dengan lembut dan aman. Untuk DXA scan, anak diminta berbaring diam beberapa menit. Tidak diperlukan suntikan atau obat khusus. Hasilnya akan dibahas bersama orang tua oleh dokter.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah memperkuat tulang, mencegah patah, dan memperbaiki penyebab yang mendasari. Pengobatan dilakukan oleh tim dokter, termasuk dokter anak, ahli tulang, dan ahli gizi.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan anak mendapat cukup kalsium dan vitamin D dari makanan sehat.
- Dorong anak untuk bergerak aman sesuai kemampuan, seperti berjalan, berlari kecil, atau berenang.
- Hindari olahraga yang berisiko jatuh bila dokter menyarankan membatasi aktivitas.
Perawatan medis
Dokter akan mengobati penyakit yang mendasari, misalnya dengan mengurangi atau menyesuaikan obat steroid jika memungkinkan. Beberapa anak mungkin diberi obat yang membantu memadatkan tulang. Obat ini hanya digunakan dengan pengawasan ketat dokter spesialis anak, dan bukan obat yang bisa dibeli bebas. Fisioterapi juga dapat diberikan untuk memperkuat otot dan melatih keseimbangan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jarang diperlukan. Operasi hanya dipertimbangkan bila ada patah tulang yang perlu diselaraskan atau diperbaiki agar anak bisa kembali berfungsi normal.
Hidup dengan kondisi ini
Anak tetap bisa menjalani hari yang normal dengan pengawasan yang tepat. Orang tua perlu memastikan anak mendapat asupan gizi yang cukup, tidur cukup, dan beraktivitas sesuai batas yang disarankan dokter.
Tips gaya hidup
- Buah dan sayur serta susu/olahan susu yang cukup untuk kalsium.
- Tinggal di ruangan yang cukup terang dan berjemur di bawah sinar matahari pagi (tergantung anjuran dokter) untuk vitamin D.
- Lingkungan bermain yang aman, hindari benturan keras.
Diet dan olahraga
Makanan kaya kalsium seperti susu, yoghurt, tahu, tempe, dan ikan teri baik untuk tulang. Vitamin D bisa didapat dari ikan berlemak seperti salmon atau sarden, serta kuning telur. Olahraga seperti berjalan, melompat, dan berenang memperkuat tulang, tetapi semua harus disesuaikan dengan kondisi anak dan arahan dokter.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak yang sering mengalami nyeri atau patah tulang bisa merasa takut, sedih, atau minder. Bicaralah dengan hangat, biarkan anak mengungkapkan perasaannya. Jika perlu, temui psikolog anak untuk membantu mengelola kecemasan.
Pencegahan
Pada anak yang sehat, osteoporosis dapat dicegah dengan gaya hidup yang mendukung tulang kuat, seperti gizi seimbang dan aktivitas fisik teratur. Untuk anak dengan penyakit tertentu, kepadatan tulang bisa dijaga dengan mengendalikan penyakit dan menghindari obat yang melemahkan tulang bila memungkinkan.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk osteoporosis. Tetap ikuti jadwal imunisasi anak untuk mencegah penyakit yang bisa memengaruhi kekuatan tulang.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin untuk osteoporosis pada anak sehat. Dokter akan menyarankan tes kepadatan tulang hanya jika ada faktor risiko atau gejala tertentu.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Patah tulang berulang yang membuat anak kesakitan dan sulit bersekolah.
- Gangguan pertumbuhan karena tulang belakang tertekan (skoliosis atau kifosis).
- Nyeri tulang kronis yang mengganggu tidur dan aktivitas.
- Hilangnya kepercayaan diri anak dan keterbatasan gerak.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat sejak dini, banyak anak yang mengalami perbaikan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Penyebab yang mendasari akan diobati, dan tulang anak masih memiliki kemampuan untuk tumbuh dan sembuh. Dengan dukungan keluarga dan tim medis, sebagian besar anak tetap bisa menjalani hidup yang aktif dan berharga.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.