Pericarditis
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pericarditis adalah peradangan pada perikardium, yaitu selaput tipis yang membungkus jantung. Peradangan ini dapat menyebabkan nyeri dada dan gangguan fungsi jantung.
Fakta penting
- Pericarditis dapat terjadi akibat infeksi virus, penyakit autoimun, atau cedera jantung.
- Nyeri dada akibat pericarditis sering terasa tajam dan memburuk saat berbaring atau batuk.
- Kebanyakan kasus pericarditis ringan dan sembuh dengan pengobatan yang tepat.
Pericarditis cukup jarang terjadi, namun bisa menyerang siapa saja, terutama pria berusia 20–50 tahun.
Pericarditis dapat menyerang semua usia, tetapi lebih sering pada pria dewasa muda hingga setengah baya. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau penyakit autoimun juga lebih berisiko.
Gejala
- Nyeri dada yang sangat hebat dan tiba-tiba
- Sesak napas parah hingga tidak bisa bicara
- Pingsan atau hampir pingsan
- Batuk darah atau dahak berdarah
- ⚠Nyeri dada yang menetap atau memburuk setelah beberapa hari
- ⚠Demam tinggi yang tidak turun
- ⚠Pembengkakan di kaki atau perut
- ⚠Detak jantung tidak teratur atau sangat cepat
Gejala umum
- Nyeri dada tajam di bagian tengah atau kiri dada, yang memburuk saat berbaring, batuk, atau menarik napas dalam
- Nyeri yang mereda saat duduk tegak dan condong ke depan
- Sesak napas, terutama saat berbaring
- Demam ringan
- Kelelahan dan perasaan tidak enak badan
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin mengeluh nyeri perut atau dada yang tidak khas
- Rewel, sulit tidur
- Demam tinggi
- Mungkin tidak bisa menggambarkan nyeri dengan jelas
Gejala pada lansia
- Nyeri dada bisa lebih samar atau tidak khas
- Sesak napas lebih dominan
- Mudah lelah dan lemas
- Gejala sering disalahartikan sebagai serangan jantung
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti flu, COVID-19, atau infeksi saluran napas
- Penyakit autoimun, misalnya lupus atau rheumatoid arthritis
- Cedera dada, misalnya karena kecelakaan atau operasi jantung
- Gagal ginjal kronis yang menyebabkan penumpukan racun dalam darah
Faktor risiko
- Riwayat infeksi baru
- Penyakit autoimun atau gangguan sistem kekebalan
- Penyakit ginjal stadium akhir
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang menekan sistem imun
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri dada mendadak dan hebat yang tidak mereda
- Sesak napas yang memburuk
- Pingsan atau merasa akan pingsan
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri dada ringan yang muncul berulang atau tidak hilang setelah beberapa hari
- Demam ringan disertai nyeri dada
- Kelelahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mendengarkan bunyi jantung dengan stetoskop (mungkin terdengar suara gesekan khas). Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektrokardiogram (EKG) untuk melihat perubahan aktivitas listrik jantung
- Ekokardiogram (USG jantung) untuk melihat penebalan atau penumpukan cairan di perikardium
- Rontgen dada untuk melihat bentuk dan ukuran jantung
- Tes darah untuk mencari tanda peradangan atau infeksi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis biasanya berlangsung di klinik atau rumah sakit dan tidak memerlukan rawat inap kecuali ada gejala berat. Hasil tes membantu dokter menentukan penyebab dan rencana pengobatan.
Perawatan
Penanganan pericarditis bertujuan mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan mengatasi penyebab yang mendasarinya.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat total di rumah hingga nyeri dan demam mereda
- Hindari aktivitas fisik berat dan olahraga setidaknya 2–4 minggu
- Kompres hangat pada dada untuk mengurangi nyeri (jika tidak ada kontraindikasi)
- Minum air putih yang cukup
Perawatan medis
Dokter biasanya meresepkan obat antiradang golongan NSAID untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Pada kasus tertentu, dokter mungkin memberikan obat penekan sistem imun atau obat antiinfeksi sesuai penyebab. Jangan pernah mengonsumsi obat tanpa resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pada kasus yang jarang, bila terjadi penumpukan cairan berbahaya di sekitar jantung (tamponade jantung) atau perikardium menebal dan mengeras (perikarditis konstriktif), mungkin diperlukan prosedur drainase atau operasi pengangkatan perikardium.
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa penyembuhan, penting untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri. Kembali ke aktivitas normal secara bertahap setelah dinyatakan aman oleh dokter.
Tips gaya hidup
- Istirahat yang cukup dan tidur dengan posisi setengah duduk bila nyeri dada muncul saat berbaring
- Kelola stres dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi ringan
- Hindari merokok dan minuman beralkohol
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk mendukung pemulihan. Hindari olahraga berat sampai dokter mengizinkan. Setelah sembuh, lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki sesuai kemampuan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri dada dan kekhawatiran akan kondisi jantung dapat menimbulkan kecemasan. Bicarakan perasaan Anda dengan keluarga atau tenaga kesehatan. Jangan ragu mencari dukungan psikologis jika diperlukan.
Pencegahan
Pericarditis tidak selalu dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan secara umum dan menghindari infeksi.
Vaksin
Vaksinasi, seperti vaksin influenza dan vaksin COVID-19, dapat membantu mencegah infeksi yang bisa memicu pericarditis. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin yang tepat untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk pericarditis. Pemeriksaan hanya dilakukan jika ada gejala yang mencurigakan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penumpukan cairan di sekitar jantung (efusi perikardial) yang bisa mengganggu fungsi jantung
- Tamponade jantung – kondisi darurat di mana cairan menekan jantung sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik
- Perikarditis konstriktif – perikardium menebal dan mengeras, sehingga jantung tidak bisa mengembang sempurna
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kebanyakan penderita pericarditis sembuh total dalam beberapa minggu hingga bulan. Komplikasi serius jarang terjadi dan dapat diatasi. Ikuti saran dokter dan lakukan kontrol rutin untuk hasil terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.