Pharyngitis in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Faringitis adalah peradangan pada tenggorokan (faring) yang sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Pada lansia, kondisi ini bisa terasa lebih berat karena daya tahan tubuh yang menurun dan kemungkinan adanya penyakit lain.
Fakta penting
- Faringitis pada lansia sering disebabkan oleh virus, sama seperti pada usia muda.
- Gejala bisa berbeda dibandingkan orang dewasa muda, misalnya demam yang tidak terlalu tinggi atau nyeri tenggorokan yang samar.
- Karena lansia lebih rentan terhadap komplikasi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Cukup sering terjadi pada lansia, terutama saat musim pancaroba atau jika sistem kekebalan tubuh sedang lemah.
Lebih sering menyerang lansia yang tinggal di panti jompo, perokok, atau memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau paru-paru.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Nyeri dada
- Kebingungan mendadak atau penurunan kesadaran
- Tidak bisa menelan sama sekali (termasuk air liur)
- ⚠Demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
- ⚠Tenggorokan sangat sakit hingga tidak bisa minum selama lebih dari 12 jam
- ⚠Muncul benjolan di leher yang membesar dengan cepat
- ⚠Gejala tidak membaik setelah 3 hari perawatan mandiri
Gejala umum
- Sakit atau gatal di tenggorokan
- Nyeri saat menelan
- Suara serak
- Batuk kering atau berdahak
- Demam ringan hingga sedang
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi
- Muntah atau mual
- Ruam kulit (jika disebabkan bakteri tertentu)
- Rewel dan sulit makan
Gejala pada lansia
- Nyeri tenggorokan yang tidak terlalu khas, terkadang hanya rasa tidak nyaman
- Demam rendah atau bahkan tidak demam
- Kelelahan, nafsu makan berkurang
- Kebingungan atau perubahan status mental (pada lansia dengan penurunan fungsi kognitif)
- Dehidrasi karena sulit menelan dan kurang minum
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (paling sering, misalnya virus flu, COVID-19, atau rhinovirus)
- Infeksi bakteri (seperti Streptococcus pyogenes, lebih jarang pada lansia)
- Iritasi akibat asap rokok, polusi, atau udara kering
- Alergi atau refluks asam lambung
Faktor risiko
- Usia lanjut (daya tahan tubuh menurun)
- Penyakit kronis: diabetes, gagal jantung, PPOK
- Merokok atau paparan asap rokok
- Tinggal di lingkungan padat (panti jompo, rumah sakit)
- Kurang gizi atau dehidrasi
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika mengalami gejala darurat seperti sulit bernapas, nyeri dada, atau kebingungan
- Jika demam tinggi dan tidak membaik dalam 24 jam
- Jika tidak bisa menelan cairan sama sekali
Buat janji temu rutin jika:
- Jika gejala berlangsung lebih dari 3-4 hari tanpa perbaikan
- Jika ada benjolan di leher atau tenggorokan yang terasa sakit
- Jika Anda memiliki penyakit kronis dan mengalami gejala faringitis
Diagnosis
Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa tenggorokan, leher, dan kadang telinga atau hidung.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik: melihat kemerahan, bengkak, atau nanah di tenggorokan
- Rapid strep test (tes cepat untuk bakteri Streptococcus – hanya dilakukan jika dicurigai infeksi bakteri)
- Kultur tenggorokan: usap tenggorokan untuk diperiksa di laboratorium
- Tes darah atau tes COVID-19 jika diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menyakitkan, hanya sedikit rasa tidak nyaman saat usap tenggorokan. Hasil rapid strep test bisa diketahui dalam waktu 10-15 menit. Dokter akan menjelaskan hasil dan langkah selanjutnya.
Perawatan
Pengobatan faringitis pada lansia tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Sebagian besar kasus virus tidak memerlukan antibiotik. Dokter akan fokus pada meredakan gejala, mencegah dehidrasi, dan menghindari komplikasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup, terutama di ruangan yang tidak terlalu kering
- Minum air hangat, teh herbal, atau kaldu secara rutin untuk menjaga kelembapan tenggorokan
- Berkumur dengan air garam hangat (1 sendok teh garam dalam segelas air) bisa meredakan nyeri
- Hindari makanan pedas, asam, atau terlalu keras yang bisa mengiritasi tenggorokan
- Gunakan pelembap udara (humidifier) jika udara di rumah kering
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri (seperti parasetamol atau ibuprofen) yang aman untuk lansia – perhatikan dosis sesuai petunjuk. Jika terbukti infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai. Untuk lansia, pemilihan obat harus hati-hati karena interaksi dengan obat lain dan fungsi ginjal. Jangan pernah menggunakan sisa antibiotik atau membeli sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Sangat jarang diperlukan. Hanya jika terjadi abses peritonsiler (nanah di belakang tenggorokan) yang tidak bisa diatasi dengan obat, perlu drainase atau operasi kecil.
Hidup dengan kondisi ini
Saat faringitis, prioritaskan istirahat dan minum. Gunakan bantal ekstra saat tidur untuk membantu pernapasan jika ada hidung tersumbat. Cuci tangan secara teratur untuk mencegah penularan.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan tempat berasap
- Gunakan masker jika keluar rumah untuk melindungi tenggorokan dari udara dingin atau polusi
- Jaga kebersihan mulut dan gigi
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit tenggorokan
Diet dan olahraga
Selama sakit, konsumsi makanan lunak seperti bubur, sup, atau yoghurt. Hindari olahraga berat; cukup lakukan peregangan ringan atau jalan santai setelah demam reda. Jangan lupa minum air putih minimal 6-8 gelas sehari, bisa ditambah jus buah non-asam.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Rasa sakit dan sulit menelan bisa membuat lansia merasa frustasi atau cemas. Dehidrasi dan kurang tidur juga memengaruhi suasana hati. Berbicaralah dengan keluarga atau teman, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan jika merasa tertekan.
Pencegahan
Tidak sepenuhnya, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, vaksinasi, dan menghindari kontak dengan orang sakit.
Vaksin
Vaksin influenza tahunan dan vaksin pneumonia (PCV/PPSV) dapat membantu mencegah infeksi saluran napas yang bisa memicu faringitis. Tanyakan kepada dokter apakah vaksinasi sesuai untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin khusus untuk faringitis. Namun, jika Anda sering mengalami radang tenggorokan, dokter mungkin akan memeriksa kemungkinan refluks asam lambung atau alergi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Dehidrasi berat akibat sulit menelan dan kurang minum
- Infeksi menyebar ke telinga, sinus, atau saluran napas bawah (bronkitis, pneumonia)
- Pada infeksi bakteri yang tidak diobati: demam rematik (jarang pada lansia, tapi bisa) atau abses peritonsiler
Prospek jangka panjang
Kebanyakan lansia dengan faringitis pulih sepenuhnya dalam waktu seminggu dengan perawatan yang tepat. Dengan diagnosis dini dan dukungan keluarga, komplikasi jarang terjadi. Tetap jaga hidrasi dan hubungi dokter jika ada kekhawatiran.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.