Pharyngitis in teenagers
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Faringitis adalah peradangan pada faring, yaitu bagian belakang tenggorokan di belakang mulut dan hidung. Kondisi ini sering disebut radang tenggorokan dan bisa menyebabkan rasa sakit, gatal, atau tidak nyaman saat menelan.
Fakta penting
- Faringitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus flu atau pilek.
- Infeksi bakteri, terutama Streptococcus grup A, juga bisa menyebabkan faringitis (radang tenggorokan karena bakteri).
- Faringitis biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari, tetapi jika disebabkan bakteri, perlu pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
Ya, faringitis sangat umum terjadi pada remaja. Hampir semua orang pernah mengalaminya beberapa kali sepanjang hidup, terutama saat usia sekolah dan remaja.
Faringitis bisa menyerang siapa saja, tetapi remaja dan anak usia sekolah lebih sering terkena karena sering berinteraksi di lingkungan ramai seperti sekolah, yang memudahkan penyebaran virus dan bakteri.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (stridor)
- Tidak bisa menelan air liur (ngiler terus-menerus)
- Bibir atau wajah membiru
- Pingsan atau lemas parah
- ⚠Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas
- ⚠Nyeri tenggorokan yang parah hingga sulit membuka mulut
- ⚠Muncul ruam atau bintik merah di kulit
- ⚠Pembengkakan leher yang cepat dan nyeri
Gejala umum
- Sakit atau nyeri tenggorokan, terutama saat menelan
- Tenggorokan terasa kering, gatal, atau perih
- Amandel (tonsil) tampak merah, bengkak, atau ada bercak putih/kuning
- Demam ringan hingga tinggi (biasanya 38°C atau lebih)
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
- Suara serak atau hilang
- Batuk, pilek, atau hidung tersumbat (jika disebabkan virus)
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak mungkin rewel, tidak mau makan atau minum
- Mengeluarkan air liur berlebihan
- Mengeluh sakit perut atau mual
- Pembengkakan kelenjar leher yang terasa nyeri
Gejala pada lansia
- Gejala bisa lebih ringan atau mirip dengan gejala infeksi saluran napas atas lainnya
- Nyeri tenggorokan bisa disertai nyeri otot dan kelelahan
- Demam mungkin tidak terlalu tinggi
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (paling sering): virus flu, pilek, adenovirus, Epstein-Barr (penyebab mononukleosis), dan lainnya.
- Infeksi bakteri: terutama Streptococcus grup A (radang tenggorokan karena bakteri/strep throat), lebih jarang bakteri lain seperti gonore atau difteri.
Faktor risiko
- Usia remaja dan anak sekolah (sering terpapar kuman di tempat ramai)
- Musim dingin atau pancaroba (perubahan cuaca)
- Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena kurang tidur atau stres)
- Kontak dekat dengan orang yang sedang sakit tenggorokan atau batuk pilek
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika mengalami gejala darurat seperti kesulitan bernapas, tidak bisa menelan, atau lemas parah
- Jika demam tinggi tidak kunjung turun setelah 48 jam atau semakin parah
- Jika nyeri tenggorokan sangat hebat hingga tidak bisa makan atau minum
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 3-4 hari tanpa perbaikan
- Jika ada bercak putih di amandel atau pembengkakan kelenjar leher yang tidak kunjung hilang
- Jika ada riwayat demam rematik atau masalah jantung sebelumnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk melihat tenggorokan, amandel, dan meraba kelenjar leher. Dokter juga akan mengecek suhu tubuh dan mendengarkan napas.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes usap tenggorokan (rapid strep test atau kultur): untuk mendeteksi bakteri Streptococcus grup A. Hasil rapid strep test bisa diketahui dalam beberapa menit, sedangkan kultur membutuhkan 1-2 hari.
- Tes darah (jarang): misalnya jika dicurigai mononukleosis atau infeksi lain.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak sakit, hanya sedikit tidak nyaman saat usap tenggorokan. Hasil tes akan membantu dokter menentukan apakah faringitis disebabkan virus atau bakteri, sehingga pengobatan yang tepat bisa diberikan.
Perawatan
Pengobatan faringitis tergantung pada penyebabnya. Jika karena virus, pengobatan ditujukan untuk meredakan gejala hingga tubuh melawan virus sendiri. Jika karena bakteri, dokter biasanya meresepkan antibiotik. Penting untuk mematuhi anjuran dokter dan tidak meminta antibiotik secara sembarangan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup agar tubuh pulih
- Minum banyak cairan hangat, seperti air putih, teh herbal, atau sup hangat
- Kumur dengan air garam hangat (setengah sendok teh garam dilarutkan dalam segelas air hangat, beberapa kali sehari)
- Hindari makanan atau minuman yang terlalu panas, dingin, pedas, atau asam
- Gunakan pelembap udara (humidifier) di kamar jika udara kering
- Jangan merokok atau terpapar asap rokok
Perawatan medis
Untuk faringitis virus, dokter mungkin menyarankan obat pereda nyeri dan demam seperti parasetamol atau ibuprofen (tanpa menyebut merek). Untuk faringitis bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus diminum sesuai jadwal. Antibiotik tidak boleh dihentikan lebih awal meskipun gejala membaik. Jangan pernah meminjam atau menggunakan sisa antibiotik orang lain.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Sangat jarang diperlukan. Jika abses (kumpulan nanah) terbentuk di sekitar amandel (abses peritonsiler), dokter mungkin perlu melakukan drainase. Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) hanya dipertimbangkan pada kasus faringitis berulang yang parah atau komplikasi serius.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pemulihan, fokuslah pada istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan. Jika gejalanya ringan, remaja biasanya bisa kembali ke sekolah setelah demam hilang dan merasa cukup sehat, tetapi tetap jaga kebersihan agar tidak menulari teman.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir
- Gunakan masker jika batuk atau pilek untuk melindungi orang lain
- Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan siku atau tisu
- Hindari berbagi alat makan, minum, atau sikat gigi
Diet dan olahraga
Makanan lunak dan hangat seperti bubur, sup, atau pisang lebih mudah ditelan. Hindari olahraga berat sampai demam hilang dan Anda merasa benar-benar pulih. Jalan santai boleh dilakukan jika tidak lelah.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit tenggorokan yang berkepanjangan bisa membuat remaja merasa frustrasi atau cemas karena mengganggu aktivitas sekolah dan sosial. Jika perasaan cemas atau sedih berlangsung lama, bicarakan dengan orang tua atau konselor sekolah.
Pencegahan
Tidak bisa sepenuhnya dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan kebiasaan sehat. Menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan olahraga teratur juga membantu.
Vaksin
Vaksinasi influenza tahunan dapat mengurangi risiko terkena flu yang bisa menyebabkan faringitis. Vaksin lain seperti COVID-19 juga membantu mencegah infeksi saluran napas. Vaksin untuk bakteri Streptococcus belum tersedia secara umum.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk faringitis. Jika Anda sering mengalami radang tenggorokan, dokter mungkin akan memantau lebih ketat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika disebabkan bakteri Streptococcus yang tidak diobati, dapat terjadi demam rematik yang menyerang jantung, sendi, otak, dan kulit.
- Peradangan ginjal (glomerulonefritis) jarang terjadi setelah infeksi strep
- Pembentukan abses di sekitar amandel (abses peritonsiler) yang memerlukan drainase
Prospek jangka panjang
Kebanyakan faringitis sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Jika disebabkan bakteri dan diobati dengan tepat, komplikasi serius sangat jarang terjadi. Dengan perawatan yang baik, Anda bisa kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala tidak membaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.