Pleurisy (Radang Selaput Paru) pada Kehamilan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pleurisy adalah peradangan pada selaput tipis yang melapisi paru-paru dan bagian dalam rongga dada (disebut pleura). Peradangan ini membuat dua lapisan selaput bergesekan saat bernapas, sehingga menyebabkan nyeri dada yang tajam, terutama saat menarik napas, batuk, atau bersin. Pada kehamilan, kondisi ini perlu ditangani dengan hati-hati, tetapi banyak penyebabnya bisa diobati dengan aman.
Fakta penting
- Pleurisy bukan penyakit jantung, meskipun gejalanya berupa nyeri dada.
- Ibu hamil bisa mengalami pleurisy karena infeksi virus, bakteri, atau kondisi autoimun, serta gangguan lain yang berhubungan dengan kehamilan.
- Pemeriksaan seperti tes darah dan rontgen dada dapat dilakukan dengan pertimbangan keamanan khusus untuk ibu hamil.
Pleurisy sendiri jarang terjadi pada kehamilan, tetapi infeksi saluran pernapasan seperti flu atau radang paru (pneumonia) yang umum terjadi dapat memicu peradangan pada selaput paru.
Dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, terutama jika ibu memiliki penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, atau bila menderita infeksi paru. Kehamilan juga meningkatkan risiko penggumpalan darah, sehingga risiko pleurisy akibat bekuan darah di paru (emboli paru) menjadi lebih tinggi.
Gejala
- Nyeri dada yang sangat berat dan tiba-tiba
- Sesak napas yang semakin parah atau sulit bernapas
- Batuk darah
- Bibir atau wajah tampak kebiruan
- Pingsan atau penurunan kesadaran
- ⚠Demam tinggi yang tidak turun
- ⚠Nyeri dada yang menetap dan mengganggu istirahat
- ⚠Batuk disertai dahak kental atau berbau
- ⚠Rasa nyeri muncul bersamaan dengan pembengkakan atau nyeri betis (bisa menjadi tanda bekuan darah)
Gejala umum
- Nyeri dada yang tajam, terasa menusuk, terutama saat menarik napas, batuk, atau bersin
- Batuk, kadang disertai dahak
- Sesak napas atau napas terasa cepat
- Demam ringan
- Nyeri yang berkurang saat menahan napas atau berbaring pada sisi yang sakit
Gejala pada anak-anak
- Artikel ini berfokus pada ibu hamil, tetapi pada anak-anak gejala serupa dapat muncul sebagai nyeri dada yang membuat anak menangis atau menolak menarik napas dalam
- Anak mungkin bernapas cepat atau tampak letih tanpa sebab jelas
- Segera bawa ke dokter bila anak demam dan nyeri dada
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, misalnya influenza atau virus pernapasan lainnya
- Infeksi bakteri seperti pneumonia (radang paru)
- Penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis, yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh
- Cairan yang menumpuk di rongga pleura (efusi pleura) akibat masalah pada hati, ginjal, atau jantung
- Emboli paru, yaitu bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di paru-paru — kondisi ini lebih berisiko terjadi pada kehamilan
Faktor risiko
- Kehamilan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah, terutama bila ibu kurang bergerak atau memiliki faktor risiko lain
- Memiliki penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis
- Infeksi pernapasan atau flu yang tidak ditangani dengan baik
- Riwayat pleurisy, efusi pleura, atau penyakit paru sebelumnya
- Trauma atau benturan pada area dada
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera temui dokter jika nyeri dada disertai sesak napas, demam, atau batuk berdarah
- Bila nyeri dada semakin berat atau tidak membaik dalam satu hari, segera periksakan diri
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda merasakan nyeri dada yang muncul saat bernapas dan berulang, buat jadwal periksa ke dokter kandungan atau dokter umum
- Sampaikan setiap keluhan baru pada jadwal kunjungan kehamilan sebelumnya
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik dengan mendengarkan suara napas menggunakan stetoskop. Dokter akan memilih pemeriksaan penunjang yang aman selama kehamilan dengan mempertimbangkan manfaat dibanding risikonya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah: untuk memeriksa tanda infeksi atau peradangan, serta fungsi organ tertentu
- Rontgen dada: dapat dilakukan dengan pelindung perut, aman bila memang diperlukan dan atas pertimbangan dokter
- Ultrasonografi (USG) paru: membantu melihat penumpukan cairan di selaput paru
- Elektrokardiogram (EKG): untuk membedakan nyeri dada dari gangguan jantung
- CT scan: hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan, dengan protokol khusus yang disesuaikan untuk kehamilan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan mungkin memerlukan beberapa jam, terutama untuk memastikan diagnosis. Bicarakan segala kekhawatiran Anda tentang pemeriksaan kepada dokter. Tim dokter akan menjelaskan setiap langkah dan alasan pemeriksaan dilakukan, sehingga Anda bisa merasa tenang.
Perawatan
Pengobatan pleurisy saat hamil bergantung pada penyebabnya. Jika karena virus, terapi berfokus pada pereda gejala. Jika karena bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu hamil. Untuk peradangan akibat penyakit autoimun, dokter spesialis akan menyusun pengobatan khusus yang mempertimbangkan keamanan janin.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup, terutama saat tubuh terasa lelah
- Tidur dengan posisi semi-duduk (bantal lebih tinggi) agar napas terasa lebih lega
- Kompres hangat pada area dada yang nyeri, bila terasa membantu dan setelah berkonsultasi dengan dokter
- Hindari asap rokok, polusi, dan pemicu iritasi pernapasan lainnya
- Minum air putih yang cukup, kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri, obat antiradang, antibiotik (jika ada infeksi bakteri), atau obat untuk mengendalikan peradangan autoimun — semua dipilih dengan mempertimbangkan keamanan untuk ibu dan janin. Jika terdapat penumpukan cairan di rongga pleura yang menyebabkan sesak napas, dokter mungkin akan melakukan tindakan aspirasi (mengeluarkan cairan dengan jarum) untuk meringankan gejala dan membantu diagnosis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Tindakan bedah hanya dipertimbangkan pada kasus tertentu, misalnya bila terbentuk nanah di rongga pleura (empiema) atau cairan berulang yang tidak membaik dengan penanganan lain. Keputusan ini akan diambil bersama oleh dokter spesialis paru, dokter kandungan, dan dokter bedah toraks.
Hidup dengan kondisi ini
Beristirahatlah sesuai kebutuhan dan jangan memaksakan diri melakukan aktivitas berat. Cobalah menarik napas perlahan dan dalam secara rutin, selama tidak menimbulkan nyeri, untuk menjaga paru tetap aktif. Ikuti jadwal kontrol kehamilan dan periksakan keluhan dada Anda secara berkala.
Tips gaya hidup
- Cukup tidur dan kelola stres dengan teknik relaksasi ringan
- Hindari merokok dan jauhkan diri dari orang yang merokok atau sedang sakit
- Cuci tangan pakai sabun secara rutin untuk mencegah infeksi
- Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar di bagian dada
- Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan santai, setelah disetujui dokter
Diet dan olahraga
Makanlah makanan bergizi seimbang dengan cukup sayur, buah, protein, dan karbohidrat untuk menjaga daya tahan tubuh. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau senam hamil dapat membantu kelancaran pernapasan dan sirkulasi, tetapi selalu konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai atau melanjutkan olahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengalami nyeri dada di masa kehamilan bisa memicu rasa cemas dan khawatir. Ketahuilah bahwa ini adalah hal yang wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan pasangan, keluarga, atau sahabat. Jika kecemasan terasa berlebihan atau Anda merasa kewalahan, jangan ragu untuk mencari dukungan dari konselor atau psikolog. Ingat, kondisi ini dapat ditangani dengan baik.
Pencegahan
Pleurisy tidak selalu dapat dicegah, tetapi Anda bisa menurunkan risikonya dengan menjaga daya tahan tubuh, mencegah infeksi, dan mengelola kondisi medis yang sudah ada. Bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini, termasuk faktor risiko bekuan darah.
Vaksin
Vaksin influenza direkomendasikan untuk ibu hamil dan dapat membantu mencegah infeksi virus yang bisa memicu pleurisy. Konsultasikan dengan dokter atau bidan mengenai jadwal vaksinasi yang aman selama kehamilan.
Program skrining
Pemeriksaan prenatal rutin, termasuk pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan urin, dapat membantu mendeteksi kondisi seperti preeklamsia yang bisa berkontribusi pada penumpukan cairan di paru. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat penggumpalan darah, dokter akan memberikan tata laksana khusus selama kehamilan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penumpukan cairan di rongga pleura (efusi pleura) yang dapat membuat napas semakin berat
- Infeksi yang menyebar dan menyebabkan peradangan lebih luas, bahkan bisa masuk ke aliran darah
- Pada kehamilan, kondisi ini dapat memengaruhi pasokan oksigen untuk ibu dan janin, serta meningkatkan risiko kelahiran prematur
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai, kebanyakan ibu hamil dengan pleurisy dapat pulih sepenuhnya dan menjalani kehamilan dengan sehat. Dokter akan memantau perkembangan Anda dan janin secara teratur. Makin dini kondisi ini ditangani, makin baik hasilnya untuk Anda dan buah hati.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.