Kejang pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang adalah kondisi ketika otak meletuskan aktivitas listrik yang tidak wajar secara tiba-tiba. Hal ini membuat tubuh anak bergerak tanpa kendali, kaku, atau justru terlihat tidak sadar dan kosong sesaat. Kejang bisa berlangsung beberapa detik sampai beberapa menit, lalu berhenti sendiri.
Fakta penting
- Kejang tidak selalu berarti epilepsi; banyak anak hanya mengalami kejang yang dipicu demam.
- Kejang yang singkat umumnya berhenti sendiri, dan pertolongan pertama yang tepat dapat mencegah cedera.
- Mayoritas anak dengan kejang demam sederhana tumbuh dan berkembang normal, sedangkan epilepsi pada anak sering dapat dikontrol dengan pengobatan.
Cukup umum terjadi. Kejang demam diperkirakan dialami sekitar 2–5 dari 100 anak, dan epilepsi aktif pada anak diperkirakan terjadi sekitar 0,5–1 dari 100 anak.
Kejang demam paling sering menyerang anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Epilepsi dapat mulai muncul pada bayi, anak, remaja, atau usia berapa pun.
Gejala
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau tidak berhenti.
- Kejang kedua terjadi sebelum anak sadar kembali dari kejang pertama.
- Anak sulit bernapas atau tampak kebiruan selama atau setelah kejang.
- Anak mengalami cedera, seperti terbentur kepala, saat kejang.
- Kejang terjadi saat anak sedang berada di dalam air.
- Anak tidak sadar kembali setelah kejang berhenti.
- Kejang disertai demam tinggi dan muncul bintik merah keunguan yang tidak hilang saat ditekan.
- ⚠Kejang pertama kali yang sudah berhenti, tetapi anak belum diperiksa dokter.
- ⚠Kejang disertai demam pada bayi, terutama usia di bawah 6 bulan.
- ⚠Setelah kejang, anak terlihat sangat mengantuk, bingung lama, atau tidak berperilaku seperti biasanya.
- ⚠Orang tua mencurigai pola kejang berulang atau berbeda dari kejang sebelumnya.
Gejala umum
- Kehilangan kesadaran selama beberapa detik sampai menit.
- Gerakan menyentak di lengan atau tungkai yang tidak bisa dikendalikan.
- Tubuh menjadi kaku atau tampak bergetar.
- Pandangan kosong, mata tidak merespons saat diajak bicara.
- Bingung, mengantuk, atau lemas setelah kejang berhenti.
Gejala pada anak-anak
- Pada kejang demam, tubuh anak kaku lalu gemetar, dengan mata yang mendelik atau tidak sadar.
- Beberapa anak hanya mengalami tatapan kosong dan tidak bereaksi selama beberapa detik.
- Bisa ada ludah berlebihan, mengompol, atau napas berbunyi saat kejang.
- Setelah kejang, anak sering menangis, bingung, atau tertidur pulas.
Gejala pada lansia
- Artikel ini berfokus pada kejang pada anak. Pada orang dewasa yang lebih tua, kejang dapat muncul karena stroke, gangguan pembuluh darah otak, tumor, atau gangguan metabolik, sehingga evaluasinya perlu lebih menyeluruh oleh dokter.
Penyebab
Penyebab utama
- Kejang demam: kejang yang dipicu oleh suhu tubuh tinggi, biasa terjadi pada anak 6 bulan sampai 5 tahun.
- Epilepsi: kelainan pada otak yang membuat aktivitas listrik terjadi berulang tanpa pemicu lain.
- Infeksi otak atau selaput otak, seperti radang selaput otak.
- Gangguan metabolisme, misalnya gula darah rendah atau gangguan elektrolit.
- Benturan atau cedera kepala.
- Keracunan zat tertentu, termasuk obat-obatan tertentu.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan kejang demam atau epilepsi.
- Usia di bawah 5 tahun saat mengalami demam tinggi.
- Bayi lahir prematur atau dengan berat lahir rendah.
- Riwayat cedera kepala atau infeksi otak.
- Anak dengan keterlambatan perkembangan atau kelainan saraf lain.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, call emergency services segera.
- Pergilah ke fasilitas kesehatan terdekat segera setelah kejang yang pertama kali terjadi.
- Segera periksakan jika anak kejang saat demam dan berusia kurang dari 6 bulan.
- Periksakan lebih cepat jika kejang disertai leher kaku, ruam merah di kulit, atau anak terlihat sangat sakit.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan kontrol ulang sesuai jadwal yang diberikan dokter, terutama setelah diagnosis epilepsi atau kejang demam berulang.
- Konsultasikan bila dokter menyarankan pemeriksaan EEG atau pencitraan otak lanjutan.
- Bawa kembali anak jika kejang muncul lagi walaupun sudah mendapat obat teratur.
Diagnosis
Dokter akan mendiagnosis dengan cara mendengarkan cerita orang tua dan saksi yang melihat kejang, melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menelusuri riwayat kesehatan anak. Video kejang yang berhasil direkam orang tua sering membantu dokter memahami jenis kejang.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektroensefalogram (EEG): merekam gelombang listrik di otak untuk mencari kelainan yang mendukung epilepsi.
- Pemeriksaan darah dan urine untuk menilai infeksi, kadar gula, atau gangguan elektrolit.
- Pemeriksaan pencitraan otak seperti MRI, bila dicurigai ada kelainan struktur otak.
- Pemeriksaan cairan otak (pungsi lumbal) bila dicurigai radang selaput otak.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan bertanya sejak kapan kejang mulai, apa yang terlihat, berapa lama, dan bagaimana kondisi anak setelahnya. Pemeriksaan ini umumnya tidak menyakitkan. Orang tua bisa berdiskusi tentang hasil dan rencana langkah berikutnya.
Perawatan
Penanganan bergantung pada penyebab dan jenis kejang. Pertolongan pertama yang benar adalah langkah terpenting saat anak kejang. Untuk kejang demam sederhana, biasanya cukup dilakukan pertolongan pertama dan pengawasan; obat antikejang tidak selalu dibutuhkan.
Perawatan mandiri di rumah
- Tetap tenang dan catat waktu saat kejang mulai.
- Baringkan anak di lantai atau permukaan datar, lalu miringkan tubuhnya ke satu sisi agar muntah atau ludah tidak masuk ke saluran napas.
- Jauhkan benda keras, tajam, atau berbahaya dari sekeliling anak.
- Longgarkan pakaian di bagian leher.
- Jangan menahan gerakan tubuh anak.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak, termasuk jari atau sendok.
- Jangan memberi minum atau makan selama kejang berlangsung.
- Setelah kejang berhenti, tetap temani dan tenangkan anak.
Perawatan medis
Jika anak didiagnosis epilepsi, dokter akan menjelaskan pilihan pengobatan, biasanya berupa obat antikejang yang harus diminum secara teratur. Pengobatan dimulai dengan dosis rendah lalu dinaikkan perlahan sampai kejang terkendali. Dokter juga dapat memberikan obat darurat khusus untuk kejang lama atau berulang, diberikan oleh petugas kesehatan atau sesuai panduan dokter. Selalu konsultasikan sebelum memulai atau menghentikan obat apa pun.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pada sebagian kecil anak dengan epilepsi tertentu yang tidak membaik dengan obat, dokter spesialis saraf anak dapat merujuk untuk evaluasi operasi epilepsi. Ini merupakan pilihan yang jarang dan dilakukan setelah pemeriksaan menyeluruh.
Hidup dengan kondisi ini
Kenali pola kejang anak, catat durasi dan pemicunya, serta pastikan orang terdekat seperti guru atau pengasuh memahami cara menolong. Jika anak minum obat antikejang, berikan secara teratur sesuai anjuran dokter.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup dan jadwal tidur teratur karena kurang tidur dapat memicu kejang.
- Saat demam, berikan kenyamanan: cukupi cairan, kenakan pakaian tipis, dan jangan diselimuti terlalu tebal.
- Hindari kelelahan berlebihan dan stres yang tidak perlu.
- Anak aktif atau berolahraga tetap diperbolehkan, tetapi hindari berenang sendiri atau kegiatan berisiko tanpa pengawasan.
Diet dan olahraga
Anak tetap makan makanan bergizi seimbang dan aktif bergerak. Diet khusus, seperti diet ketogenik, hanya dilakukan jika dokter atau ahli gizi menyarankan, biasanya untuk kasus epilepsi tertentu. Jangan menerapkan diet tanpa pengawasan medis.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kejang dapat membuat anak merasa takut, malu, atau berbeda dari teman-temannya. Orang tua juga bisa cemas berlebihan. Bicaralah dengan anak sesuai usianya, pelajari cara menolong yang benar, dan jangan ragu meminta bantuan psikolog atau konselor bila diperlukan.
Pencegahan
Tidak semua kejang dapat dicegah, tetapi risiko cedera dan beberapa pemicu dapat dikurangi. Menjaga jadwal tidur yang teratur, menangani demam dengan nyaman, dan mencegah cedera kepala adalah langkah yang bermanfaat.
Vaksin
Memberikan imunisasi lengkap sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dapat melindungi anak dari infeksi yang bisa menyebabkan kejang, seperti campak dan radang selaput otak.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk kejang pada anak sehat. Pada anak dengan risiko tinggi, dokter akan menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan seperti EEG atau pencitraan otak.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Cedera fisik, misalnya karena jatuh atau terbentur saat kejang.
- Ludah atau muntahan masuk ke saluran napas yang bisa mengganggu pernapasan.
- Kejang yang berlangsung lama dapat membatasi oksigen ke otak.
- Penyebab yang mendasari, seperti infeksi otak, dapat memburuk bila tidak ditangani.
- Kejang yang sering dan tidak terkendali dapat mengganggu konsentrasi, belajar, atau perilaku.
Prospek jangka panjang
Kabarnya baik: kebanyakan anak dengan kejang demam sederhana tumbuh normal dan kejang tidak kembali setelah usia tertentu. Banyak anak dengan epilepsi juga dapat menjalani kehidupan sekolah dan sosial yang aktif setelah pengobatan teratur. Dengan dukungan keluarga, pengobatan yang tepat, dan kontrol rutin, masa depan anak tetap cerah.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ↗ · Indonesia
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.