Kejang saat Hamil: Gejala, Penyebab, dan Penanganan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang saat hamil adalah kondisi ketika tubuh ibu hamil bergerak di luar kendali karena gangguan listrik di otak. Ini bisa berupa sentakan seluruh tubuh, kaku, atau kehilangan kesadaran. Kejang pada kehamilan bisa terjadi pada ibu yang sebelumnya memiliki epilepsi, atau muncul pertama kali saat hamil karena kondisi seperti keracunan kehamilan (preeklamsia).
Fakta penting
- Kejang saat hamil adalah kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan medis segera.
- Penyebab paling sering adalah epilepsi yang sudah ada atau preeklamsia/eklampsia.
- Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar ibu hamil dengan epilepsi dapat melahirkan bayi sehat.
- Penting untuk kontrol kehamilan rutin dan patuh pada anjuran dokter.
Kejang saat hamil tidak umum, tetapi merupakan kondisi serius. Sekitar 1 dari 200 ibu hamil dengan epilepsi dapat mengalami kejang; sementara preeklamsia berat memengaruhi sekitar 5 dari 100 kehamilan, namun tidak semuanya menyebabkan kejang.
Bisa menyerang ibu hamil yang sudah memiliki epilepsi, atau ibu yang tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya. Wanita dengan tekanan darah tinggi, kehamilan pertama, atau ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun lebih berisiko.
Gejala
- Kejang pertama kali saat hamil, meskipun singkat
- Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang berulang tanpa sadar di antaranya
- Ibu sulit bernapas atau berhenti bergerak setelah kejang
- Cedera kepala atau jatuh saat kejang
- Gejala preeklamsia berat: sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri ulu hati, muntah, atau bengkak mendadak
- ⚠Sakit kepala yang tidak membaik dengan istirahat
- ⚠Peningkatan tekanan darah di rumah (bila ada alat pengukur)
- ⚠Bengkak di wajah, tangan, atau kaki secara tiba-tiba
- ⚠Keluar air atau darah dari jalan lahir sebelum waktunya
Gejala umum
- Sentakan atau kaku pada seluruh tubuh
- Kehilangan kesadaran sesaat
- Bola mata berputar ke atas
- Darah berbusa di mulut
- Bingung atau mengantuk setelah kejang
- Tidak sadar dan tidak merespons panggilan
Gejala pada anak-anak
- Kondisi kejang saat hamil menyerang ibu; namun jika kejang terjadi, janin perlu dipantau karena bisa kekurangan oksigen.
Gejala pada lansia
- Kehamilan di usia tua berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti tekanan darah tinggi yang memicu kejang; gejala dan penanganan sama dengan ibu hamil pada umumnya.
Penyebab
Penyebab utama
- Epilepsi yang sudah diderita sebelum hamil atau saat hamil
- Preeklamsia atau eklampsia, yaitu komplikasi kehamilan karena tekanan darah tinggi
- Kadar gula darah rendah atau tinggi
- Infeksi otak atau peradangan
- Gangguan elektrolit, misalnya kekurangan natrium atau magnesium
Faktor risiko
- Riwayat epilepsi atau kejang sebelumnya
- Riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
- Tekanan darah tinggi kronis
- Kehamilan pertama
- Kehamilan kembar atau lebih
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke unit gawat darurat jika Anda mengalami kejang saat hamil
- Jika Anda didiagnosis preeklamsia dan muncul sakit kepala hebat, mual muntah, atau gangguan penglihatan
Buat janji temu rutin jika:
- Konsultasikan dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan jika Anda memiliki epilepsi
- Lakukan pemeriksaan kehamilan rutin (ANC) di puskesmas atau fasilitas kesehatan
- Tanyakan pada dokter tentang obat yang aman untuk kehamilan jika Anda sedang menjalani pengobatan epilepsi
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kejang, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mengukur tekanan darah dan memeriksa refleks. Pemeriksaan penunjang akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kejang dan menilai kondisi janin.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa kadar gula, elektrolit, dan fungsi organ
- Tes urine untuk mendeteksi protein yang menandakan preeklamsia
- Elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak
- Ultrasonografi (USG) janin untuk memantau kesehatan bayi
- MRI kepala jika dokter mencurigai kelainan pada otak
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda mungkin akan diminta dirawat di rumah sakit untuk pengawasan ketat selama beberapa waktu. Dokter akan memantau denyut jantung janin dan kondisi Anda sampai kejang teratasi dan penyebabnya diketahui.
Perawatan
Penanganan kejang pada kehamilan bertujuan menghentikan kejang segera, mencegah kejang berulang, dan menjaga keselamatan ibu dan janin. Setiap kejang saat hamil harus dianggap kegawatdaruratan dan ditangani di fasilitas kesehatan.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan meninggalkan ibu sendirian selama kejang berlangsung
- Miringkan badan ibu untuk mencegah tersedak air liur
- Jangan memasukkan benda apa pun ke mulut ibu
- Longgarkan pakaian yang ketat dan jauhkan benda berbahaya
Perawatan medis
Dokter akan memberikan obat antikejang yang aman untuk kehamilan melalui infus atau diminum. Untuk kasus preeklamsia/eklampsia, dokter biasanya memberikan obat khusus untuk menghentikan kejang melalui infus. Dosis dan jenis obat hanya bisa ditentukan oleh dokter; jangan mengonsumsi obat bebas tanpa anjuran.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk kejang pada kehamilan. Operasi bisa dipertimbangkan jika ada penyebab yang dapat dioperasi seperti tumor otak, perdarahan otak, atau pengumpulan cairan di otak.
Hidup dengan kondisi ini
Selama hamil, Anda perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi. Hindari mengemudi, berenang sendirian, atau menggunakan alat yang berbahaya. Beri tahu orang terdekat tentang kondisi Anda dan cara membantu jika kejang terjadi.
Tips gaya hidup
- Patuhi jadwal kontrol kehamilan dan minum obat sesuai resep dokter
- Cukupi waktu tidur dan hindari begadang
- Kelola stres dengan relaksasi dan dukungan keluarga
- Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang dengan sayur, buah, protein, dan cukup air putih. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam hamil boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan dokter. Hindari olahraga yang berisiko jatuh.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kejang saat hamil dapat menimbulkan cemas, takut, atau stres. Ini wajar. Bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau bidan. Jika perasaan ini berlarut, mintalah rujukan ke tenaga kesehatan jiwa.
Pencegahan
Tidak semua kejang dapat dicegah. Namun, risiko dapat dikurangi dengan mengontrol tekanan darah secara rutin, mematuhi pengobatan epilepsi, dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
Vaksin
Ibu hamil disarankan melengkapi vaksinasi yang direkomendasikan, seperti vaksin influenza dan COVID-19, setelah berkonsultasi dengan dokter. Vaksin membantu mencegah infeksi yang dapat memicu kejang.
Program skrining
Pemeriksaan antenatal rutin penting untuk mendeteksi tekanan darah tinggi, protein dalam urine, dan tanda preeklamsia sejak dini. Bicarakan dengan dokter tentang jadwal pemeriksaan yang tepat.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Cedera karena jatuh saat kejang, misalnya patah tulang atau luka kepala
- Kekurangan oksigen pada janin yang bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang
- Keguguran atau persalinan prematur
- Komplikasi preeklamsia/eklampsia yang mengancam jiwa ibu dan bayi
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang cepat dan perawatan kehamilan yang baik, sebagian besar ibu yang mengalami kejang saat hamil dan bayinya dapat selamat dan sehat. Setiap kehamilan dengan risiko tinggi membutuhkan tim medis yang berpengalaman, tetapi prognosis tetap baik bila ditangani lebih awal.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.