Kejang (Seizure): Panduan untuk Pasien
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Kejang adalah ledakan aktivitas listrik yang tidak wajar di otak. Hal ini dapat menyebabkan gerakan tubuh yang tidak terkendali, perubahan perilaku, atau kehilangan kesadaran. Kejang bisa terjadi sekali saja atau berulang. Jika berulang tanpa pemicu yang jelas, kondisi ini disebut epilepsi.
Fakta penting
- Kejang memiliki banyak jenis, mulai dari yang berupa pandangan kosong sesaat hingga kejang seluruh tubuh.
- Hampir semua orang bisa mengalami kejang jika otaknya menghadapi pemicu yang kuat, seperti demam sangat tinggi atau gangguan elektrolit.
- Epilepsi bukan penyakit menular. Banyak penderita epilepsi dapat hidup normal dengan pengobatan yang tepat.
Cukup umum. Sekitar 1 dari 100 orang di dunia mengalami epilepsi. Kejang demam pada anak juga sering terjadi, terutama di usia 6 bulan sampai 5 tahun.
Kejang dapat terjadi pada siapa saja, semua usia, dan semua jenis kelamin. Namun paling sering muncul pada anak-anak dan orang dewasa di atas 60 tahun.
Gejala
- Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit (status epileptikus)
- Kejang berulang tanpa pemulihan kesadaran di antaranya
- Kesulitan bernapas atau tidak bernapas setelah kejang
- Cedera kepala sebelum kejang
- Kejang terjadi pada ibu hamil
- Kejang terjadi saat orang tersebut sedang di dalam air
- ⚠Kejang pertama kali, apa pun jenisnya
- ⚠Kejang berlangsung 2–5 menit, segera hubungi layanan kesehatan untuk arahan
- ⚠Kejang disertai demam sangat tinggi
- ⚠Setelah kejang, tidak kembali sadar penuh dalam 15 menit
- ⚠Kejang pada seseorang dengan diabetes atau gangguan gula darah
Gejala umum
- Tubuh kaku lalu gemetar tidak terkendali
- Tidak sadar beberapa saat dengan pandangan kosong
- Gerakan menyentak pada lengan atau kaki
- Mengigau atau kebingungan setelah kejang
- Mata berputar atau menatap tetap
- Menggigit lidah atau rasanya hampir pingsan
Gejala pada anak-anak
- Kejang demam, yaitu kejang yang muncul bersama suhu tubuh tinggi
- Bayi mungkin hanya menatap kosong, bibir kebiruan, atau tangan mengepal
- Sulit untuk dibangunkan
- Bibir atau mulut bergerak seperti mengunyah tanpa sadar
Gejala pada lansia
- Kejang yang hanya melibatkan sebagian tubuh, misalnya satu lengan
- Kebingungan yang berlangsung lama setelah kejang
- Jatuh tanpa sebab yang jelas
- Kehilangan kesadaran singkat
- Tidak dapat merespon atau menjawab dengan normal
Penyebab
Penyebab utama
- Epilepsi, yaitu kecenderungan otak untuk mengalami bangkitan berulang
- Demam tinggi pada anak (kejang demam)
- Cedera kepala
- Infeksi otak seperti meningitis atau radang otak (ensefalitis)
- Stroke atau perdarahan otak
- Kadar gula darah sangat rendah atau sangat tinggi
- Penarikan mendadak dari alkohol atau obat-obatan tertentu
- Gangguan elektrolit atau kekurangan oksigen
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan epilepsi
- Usia ekstrem, yaitu anak-anak dan lansia
- Pernah mengalami cedera kepala
- Memiliki riwayat stroke atau gangguan pembuluh darah otak
- Kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan atau obat terlarang
- Kurang tidur terus-menerus
- Stres berat
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Kejang pertama kali yang tidak pernah Anda alami sebelumnya
- Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang disertai demam, kehamilan, atau penyakit gula
- Kejang berulang tanpa pemicu yang jelas
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda sudah didiagnosis epilepsi, lakukan kontrol rutin sesuai jadwal yang diberikan dokter
- Jika Anda mengalami efek samping obat yang mengganggu
- Jika kejang masih muncul meskipun Anda sudah minum obat secara teratur
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kejang secara rinci, melakukan pemeriksaan saraf, serta meminta pemeriksaan penunjang untuk melihat aktivitas dan struktur otak.
Tes yang mungkin dilakukan
- Elektroensefalogram (EEG): merekam aktivitas listrik otak
- MRI kepala: melihat gambaran struktur otak secara detail
- Tes darah: untuk memeriksa gula darah, elektrolit, atau tanda infeksi
- Pemantauan video-EEG: dilakukan dalam waktu tertentu jika diagnosis sulit ditegakkan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Tidak semua tes harus dilakukan sekaligus. Dokter akan menentukan tes yang sesuai dengan gambaran kejang Anda. Beberapa tes memerlukan persiapan, misalnya kurang tidur sebelum EEG agar hasilnya lebih jelas.
Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan kejang dan menjaga Anda tetap aman. Dokter akan memilih pendekatan yang disesuaikan dengan jenis kejang, penyebabnya, dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum obat secara teratur sesuai arahan dokter, jika dokter meresepkan obat
- Cukup tidur dan hindari begadang
- Hindari pemicu seperti lampu berkedip-kedip jika itu memicu kejang Anda
- Jangan menyetir sampai dokter menyatakan Anda aman untuk mengemudi
- Gunakan pelindung seperti helm saat melakukan aktivitas yang berisiko jatuh
- Bawa kartu identitas atau gelang medis yang menyatakan bahwa Anda memiliki kondisi kejang
Perawatan medis
Tersedia berbagai jenis obat antiseizure. Dokter akan meresepkan obat yang paling sesuai dengan jenis kejang Anda. Efek samping mungkin terjadi, tetapi banyak yang dapat dikelola dengan penyesuaian dosis. Jangan pernah menghentikan atau mengganti obat tanpa berbicara dengan dokter. Jika penyebabnya adalah infeksi atau gangguan elektrolit, maka penyebab tersebut akan diobati terlebih dahulu.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika kejang berasal dari satu titik di otak dan tidak membaik dengan obat, dokter dapat merujuk Anda ke dokter spesialis bedah saraf untuk menilai kemungkinan operasi.
Hidup dengan kondisi ini
Kejang tidak selalu mengubah seluruh hidup Anda. Dengan pengobatan yang tepat, banyak orang tetap dapat bekerja, bersekolah, dan beraktivitas seperti biasa. Pastikan orang terdekat Anda tahu cara menolong saat Anda kejang.
Tips gaya hidup
- Patuhi jadwal minum obat
- Batasi alkohol, dan hindari sama sekali jika memicu kejang
- Tidurlah cukup, 7–9 jam setiap malam
- Kelola stres dengan teknik relaksasi atau meditasi
- Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan
Diet dan olahraga
Olahraga teratur dan makanan sehat membantu menjaga kesehatan otak secara umum. Diet ketogenik, yaitu diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, telah digunakan pada kasus tertentu. Namun diet ini hanya boleh dijalankan di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan kejang dapat menimbulkan kecemasan, rasa malu, atau depresi. Perasaan ini wajar dan penting untuk dibicarakan. Dokter, psikolog, atau layanan kesehatan jiwa dapat membantu Anda. Jika Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan krisis kesehatan jiwa terdekat.
Pencegahan
Tidak semua kejang dapat dicegah, terutama yang terkait dengan epilepsi sejak lahir. Namun, Anda dapat mengurangi risiko penyebab tertentu, misalnya memakai helm untuk mencegah cedera kepala, mengobati infeksi dengan cepat, serta mengelola diabetes dan tekanan darah tinggi. Bagi yang sudah mengalami kejang, menghindari pemicu juga sangat membantu.
Vaksin
Vaksinasi untuk penyakit seperti meningitis dan influenza dapat mengurangi risiko infeksi yang bisa menyebabkan kejang. Ikuti jadwal imunisasi yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining rutin untuk kejang. Pemeriksaan dilakukan jika Anda mengalami gejala atau memiliki faktor risiko tertentu yang diketahui oleh dokter.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kejang yang berlangsung lama dapat merusak otak atau mengancam jiwa
- Cedera akibat jatuh saat kejang
- Aspirasi, yaitu makanan atau air liur masuk ke saluran napas saat kejang
- Kecelakaan lalu lintas jika kejang terjadi saat mengemudi
- Kejang berulang tanpa pengobatan meningkatkan risiko status epileptikus
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, banyak orang dengan epilepsi dapat bebas kejang untuk waktu yang lama, bahkan seumur hidup. Pengobatan yang tersedia saat ini efektif untuk sebagian besar kasus. Dokter akan membantu Anda menjalani hidup dengan aman dan nyaman. Selalu ada harapan dan dukungan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.