Pemulihan Herpes Zoster (Cacar Ular) pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Herpes zoster, atau yang dikenal juga sebagai cacar ular, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut bisa 'tidur' di dalam tubuh dan aktif kembali bertahun-tahun kemudian, menyebabkan ruam yang nyeri dan melepuh. Pada anak-anak, kondisi ini jarang terjadi, tetapi bisa muncul jika anak pernah terkena cacar air atau mendapat vaksin cacar air.
Fakta penting
- Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster.
- Pada anak-anak, gejala biasanya lebih ringan daripada pada orang dewasa.
- Kebanyakan anak dengan herpes zoster sembuh total tanpa masalah jangka panjang.
- Komplikasi seperti nyeri saraf menahun (postherpetic neuralgia) sangat jarang pada anak.
Herpes zoster pada anak-anak tergolong jarang. Risiko meningkat jika anak memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti karena penyakit tertentu atau pengobatan.
Anak-anak yang pernah terkena cacar air (atau mendapat vaksin varicella) bisa terkena herpes zoster. Paling sering terjadi pada anak di atas 10 tahun, tetapi bisa juga pada anak yang lebih muda, terutama jika daya tahan tubuhnya rendah.
Gejala
- Ruam di dekat mata, hidung, atau telinga
- Nyeri kepala hebat yang tiba-tiba
- Kejang
- Anak sulit bernapas atau kesadaran menurun
- Ruam meluas dan disertai demam tinggi
- ⚠Demam tinggi tidak kunjung turun
- ⚠Ruam bernanah atau tanda infeksi kulit
- ⚠Nyeri hebat yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri yang dianjurkan dokter
- ⚠Anak sangat rewel atau tidak mau makan/minum
- ⚠Ruam baru terus muncul setelah 5 hari
Gejala umum
- Nyeri, kesemutan, atau rasa terbakar pada satu sisi tubuh
- Ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan
- Lepuhan mengering dan membentuk kerak dalam 7–10 hari
- Demam ringan
- Sakit kepala
- Kelelahan
Gejala pada anak-anak
- Nyeri biasanya lebih ringan dibandingkan pada orang dewasa
- Gatal bisa lebih menonjol dibandingkan nyeri
- Ruam sering muncul di dada, perut, atau punggung
- Anak mungkin rewel atau sulit tidur karena ketidaknyamanan
Gejala pada lansia
- Nyeri saraf yang parah dan berkepanjangan
- Ruam yang lebih luas dan lebih parah
- Risiko tinggi mengalami postherpetic neuralgia (nyeri yang berlangsung setelah ruam sembuh)
Penyebab
Penyebab utama
- Reaktivasi virus varicella-zoster yang sudah ada di tubuh sejak cacar air
- Virus aktif kembali ketika sistem kekebalan tubuh melemah
Faktor risiko
- Pernah terkena cacar air, terutama pada usia dini
- Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya karena penyakit kronis, pengobatan kemoterapi, atau penggunaan steroid jangka panjang
- Stres fisik atau emosional yang berat
- Cedera pada area saraf tertentu
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Ruam muncul di sekitar mata, telinga, atau hidung
- Nyeri hebat atau demam tinggi
- Anak mengeluh sakit kepala parah atau sulit menggerakkan leher
- Ruam meluas dengan cepat
Buat janji temu rutin jika:
- Ruam atau lepuhan yang tidak kunjung membaik dalam 7 hari
- Nyeri ringan yang mengganggu aktivitas anak
- Orangtua khawatir dan ingin memastikan diagnosis
Diagnosis
Dokter biasanya dapat mendiagnosis herpes zoster hanya dengan melihat ruam yang khas. Riwayat cacar air sebelumnya juga membantu.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik secara menyeluruh
- Tes laboratorium seperti tes PCR atau kultur virus jika diagnosis meragukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan anak. Kemudian memeriksa ruam dan area sekitarnya. Diagnosis biasanya cepat. Jika diperlukan, dokter akan mengambil sampel dari lepuhan untuk diperiksa di laboratorium.
Perawatan
Pengobatan herpes zoster pada anak fokus pada meredakan gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi. Dokter mungkin meresepkan obat antivirus untuk mengurangi keparahan dan durasi penyakit. Obat pereda nyeri juga bisa diberikan. Semua pengobatan harus sesuai anjuran dokter. Jangan memberikan obat dewasa pada anak tanpa konsultasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan ruam dengan mencuci lembut menggunakan air dan sabun ringan, lalu keringkan
- Kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan gatal
- Kenakan pakaian longgar dan lembut agar tidak menggosok ruam
- Pastikan anak cukup istirahat
- Hindari menggaruk lepuhan untuk mencegah infeksi
- Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
Perawatan medis
Dokter akan meresepkan obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan, terutama jika dimulai dalam 72 jam pertama. Untuk nyeri dan demam, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri yang sesuai untuk anak. Jangan memberikan obat apa pun tanpa konsultasi dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi tidak diperlukan untuk herpes zoster pada anak. Jika terjadi komplikasi seperti infeksi bakteri pada kulit yang parah, dokter mungkin perlu melakukan tindakan bedah minor, tetapi ini sangat jarang.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pemulihan, pastikan anak beristirahat cukup dan tidak stres. Ruam biasanya membaik dalam 2–4 minggu. Anak bisa kembali sekolah setelah ruam mengering dan tidak menular. Namun, karena herpes zoster menular (virus bisa menyebar ke orang yang belum pernah cacar air), hindari kontak dengan bayi, ibu hamil, dan orang dengan kekebalan lemah sampai lepuhan benar-benar kering.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan diri dan lingkungan
- Cukup tidur dan kelola stres
- Hindari aktivitas fisik berat sampai sembuh total
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk herpes zoster. Pastikan anak makan makanan bergizi seimbang untuk mendukung sistem kekebalan. Olahraga ringan seperti berjalan-jalan boleh dilakukan jika anak sudah merasa cukup kuat, tetapi hindari aktivitas yang menyebabkan keringat berlebih dan mengiritasi ruam.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Herpes zoster bisa membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, atau cemas karena nyeri dan perubahan penampilan. Dukungan orangtua sangat penting. Ajak anak bicara tentang perasaannya. Jika anak tampak sangat cemas atau depresi, konsultasikan dengan psikolog anak.
Pencegahan
Vaksinasi cacar air (varicella) pada anak dapat mencegah cacar air, dan secara tidak langsung menurunkan risiko herpes zoster di kemudian hari. Namun, vaksin herpes zoster khusus untuk lansia belum direkomendasikan untuk anak. Pola hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh penting untuk mencegah reaktivasi virus.
Vaksin
Vaksin cacar air (varicella) sudah termasuk dalam program imunisasi nasional di Indonesia untuk anak. Vaksin ini tidak mencegah herpes zoster secara langsung, tetapi mengurangi kemungkinan terkena cacar air yang merupakan langkah awal terjadinya herpes zoster. Untuk vaksin herpes zoster (misalnya pada orang dewasa), konsultasikan dengan dokter.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk herpes zoster pada anak. Diagnosis ditegakkan saat gejala muncul.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi bakteri pada kulit akibat garukan
- Nyeri saraf yang berkepanjangan (postherpetic neuralgia), namun sangat jarang pada anak
- Jika mengenai mata, dapat menyebabkan infeksi mata serius dan gangguan penglihatan
- Pada anak dengan kekebalan sangat lemah, virus dapat menyebar ke organ lain (misalnya pneumonia)
Prospek jangka panjang
Prospek pemulihan pada anak sangat baik. Sebagian besar anak sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat dan cepat, gejala dapat dikendalikan dengan baik. Komplikasi serius jarang terjadi. Orangtua tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi tetap waspada dan konsultasi dengan dokter.
Cari dukungan
Organisasi internasional
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ↗ · Indonesia
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ↗ · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.