Pemulihan Herpes Zoster (Cacar Api) pada Bayi
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Herpes zoster, atau yang sering disebut cacar api atau shingles, adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air (varicella-zoster). Pada bayi, penyakit ini jarang terjadi. Setelah bayi sembuh dari cacar air, virusnya tetap diam di dalam tubuh dan bisa aktif kembali beberapa tahun kemudian, menyebabkan ruam kulit yang nyeri. Pada bayi, pemulihan biasanya berlangsung beberapa minggu.
Fakta penting
- Herpes zoster pada bayi sangat jarang, terutama jika bayi pernah terkena cacar air atau jika ibunya terkena cacar air saat hamil.
- Ruam biasanya hanya muncul di satu sisi tubuh dan terasa seperti terbakar atau nyeri.
- Bayi tidak bisa mengatakan sakit, jadi perhatikan rewel, menangis terus, atau tidak mau menyusu.
- Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar bayi sembuh total tanpa masalah jangka panjang.
Herpes zoster pada bayi sangat jarang. Kebanyakan kasus terjadi pada orang dewasa atau lansia. Bayi yang sehat dan belum pernah terkena cacar air hampir tidak pernah mengalami herpes zoster.
Herpes zoster dapat terjadi pada bayi yang sebelumnya pernah terkena cacar air (biasanya setelah usia 1 tahun) atau pada bayi yang ibunya terkena cacar air saat hamil sehingga virus sudah ada di dalam tubuh sejak lahir.
Gejala
- Ruam sampai ke mata atau kelopak mata – bisa menyebabkan kerusakan penglihatan.
- Bayi kejang atau tidak sadarkan diri.
- Sulit bernapas atau napas cepat.
- Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas.
- ⚠Ruam terinfeksi: menjadi merah, bengkak, bernanah, atau terasa hangat saat disentuh.
- ⚠Bayi sangat rewel sehingga tidak bisa ditenangkan atau tidak mau menyusu sama sekali.
- ⚠Ruam menyebar ke seluruh tubuh atau muncul di area yang luas.
Gejala umum
- Ruam merah berisi cairan yang biasanya hanya muncul di satu sisi tubuh (misalnya di perut, punggung, atau wajah).
- Nyeri, rasa terbakar, atau kesemutan di area ruam sebelum ruam muncul.
- Demam ringan.
- Bayi menjadi rewel, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak yang lebih besar, gejala seperti nyeri dan rasa terbakar lebih jelas. Mereka mungkin mengeluh sakit atau gatal.
- Ruam bisa lebih luas tetapi tetap di satu sisi.
- Kelelahan dan sakit kepala juga bisa terjadi.
Gejala pada lansia
- Nyeri yang sangat hebat dan bisa berlangsung lama (minggu hingga bulan) setelah ruam sembuh – ini disebut neuralgia pascaherpes.
- Ruam lebih sering di dada atau punggung.
- Resiko komplikasi seperti kehilangan penglihatan jika mengenai mata lebih tinggi.
Penyebab
Penyebab utama
- Virus varicella-zoster yang sama dengan virus penyebab cacar air. Setelah cacar air sembuh, virus tetap tidur di sel saraf. Pada saat tertentu, virus bisa aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.
- Pada bayi, aktifnya kembali virus biasanya terjadi karena daya tahan tubuh yang belum sempurna atau sedang lemah (misalnya setelah sakit lain).
Faktor risiko
- Bayi pernah terkena cacar air sebelum usia 1 tahun.
- Ibu terkena cacar air saat hamil, terutama di trimester kedua atau ketiga.
- Sistem kekebalan tubuh bayi lemah, misalnya karena penyakit tertentu atau pengobatan.
- Stres fisik berat.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Ruam muncul di dekat mata, hidung, atau telinga.
- Bayi demam tinggi atau tampak sangat sakit.
- Ruam melepuh dan terinfeksi (keluar nanah, bau, atau kemerahan meluas).
Buat janji temu rutin jika:
- Segera setelah Anda curiga bayi terkena herpes zoster – diagnosis dini membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
- Jika ruam tidak kunjung membaik setelah beberapa hari perawatan di rumah.
Diagnosis
Dokter akan memeriksa ruam dan menanyakan riwayat kesehatan bayi (apakah pernah cacar air atau ibunya pernah cacar air saat hamil).
Tes yang mungkin dilakukan
- Biasanya diagnosis cukup ditegakkan dari tampilan ruam yang khas (bercak merah berisi cairan di satu sisi tubuh).
- Kadang-kadang dokter mengambil sampel cairan dari lepuh untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan virus.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan tidak sakit. Dokter akan melihat ruam, mungkin menyeka sedikit cairan dengan kapas. Hasil laboratorium biasanya keluar dalam beberapa hari. Anda akan diberi tahu cara merawat ruam dan kapan harus kembali.
Perawatan
Perawatan herpes zoster pada bayi bertujuan mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan ruam, dan mencegah komplikasi. Dokter akan memberikan saran sesuai usia dan kondisi bayi.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga kebersihan ruam: cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh ruam, ganti popok dan pakaian bayi secara teratur.
- Kompres dingin pada ruam untuk mengurangi rasa gatal dan nyeri (gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin, jangan dikompres es langsung).
- Potong kuku bayi pendek dan bersih untuk mencegah garukan yang bisa menyebabkan infeksi.
- Berikan pakaian longgar dan lembut agar tidak menggesek ruam.
- Pastikan bayi cukup istirahat dan minum ASI/susu formula sesuai kebutuhan.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antivirus yang aman untuk bayi (seperti asiklovir) untuk mempercepat penyembuhan, terutama jika diberikan dalam 72 jam pertama. Obat ini tidak membunuh virus sepenuhnya, tetapi mengurangi keparahan. Untuk nyeri, dokter bisa memberikan obat pereda nyeri yang sesuai usia bayi. Jangan pernah memberikan aspirin pada bayi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak diperlukan operasi untuk herpes zoster pada bayi.
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa pemulihan, bayi mungkin lebih rewel dan butuh banyak kenyamanan. Gendong, peluk, dan beri perhatian lebih. Pantau suhu tubuh dan kondisi ruam setiap hari. Jika bayi Anda di rumah, usahakan tidak berbagi handuk atau pakaian dengan orang lain untuk mencegah penularan (virus bisa menular ke orang yang belum pernah cacar air, menyebabkan cacar air bukan herpes zoster).
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan lingkungan: cuci seprai, handuk, dan pakaian bayi dengan air hangat.
- Hindari kontak dengan orang yang belum pernah cacar air, terutama ibu hamil yang belum pernah cacar air.
- Berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan – hindari dehidrasi.
- Jika bayi demam, kompres hangat dan beri obat penurun panas sesuai anjuran dokter.
Diet dan olahraga
Bayi cukup mendapat ASI atau susu formula. Tidak perlu makanan khusus. Biarkan bayi bergerak bebas, tetapi hindari aktivitas yang menggesek ruam. Tidak perlu olahraga khusus pada bayi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Bayi yang sakit mungkin menjadi lebih rewel atau sulit tidur. Orang tua juga bisa merasa cemas. Ingatlah bahwa ini sementara. Bicaralah dengan pasangan atau anggota keluarga lain tentang perasaan Anda. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika Anda kelelahan.
Pencegahan
Tidak ada cara pasti untuk mencegah herpes zoster pada bayi, tetapi risiko bisa dikurangi dengan mencegah cacar air sejak awal.
Vaksin
Vaksin cacar air (varisela) diberikan pada anak usia 12–18 bulan untuk mencegah cacar air. Jika bayi tidak pernah cacar air, risiko herpes zoster sangat kecil. Vaksin herpes zoster tidak digunakan pada bayi; hanya untuk dewasa di atas 50 tahun. Konsultasikan dengan dokter jadwal imunisasi anak Anda.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk herpes zoster pada bayi.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi bakteri pada kulit (selulitis) akibat garukan – bisa menyebabkan demam tinggi dan ruam bernanah.
- Jika ruam mengenai mata, bisa terjadi infeksi kornea dan mengancam penglihatan.
- Sangat jarang, virus bisa menyebar ke otak (ensefalitis) yang menyebabkan kejang, kebingungan, atau gangguan kesadaran.
- Nyeri berkepanjangan (neuralgia pascaherpes) jarang terjadi pada bayi, tetapi bisa saja.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, sebagian besar bayi sembuh total dari herpes zoster tanpa masalah jangka panjang. Dengan perawatan yang benar, ruam mengering dalam 2–4 minggu dan nyeri mereda. Komplikasi serius sangat jarang. Beri bayi Anda banyak kasih sayang dan istirahat, dan konsultasikan ke dokter jika ada yang mengkhawatirkan.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI ↗ · Indonesia
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.