Nyeri Tendon pada Anak
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tendon adalah jaringan kuat dan lentur yang bekerja seperti tali penghubung antara otot dan tulang. Ketika otot mengencang, tendon menarik tulang sehingga tubuh bisa bergerak. Pada anak-anak, masalah tendon biasanya muncul sebagai nyeri di dekat sendi — terutama lutut, tumit, atau pergelangan — dan sering kali berkaitan dengan masa pertumbuhan pesat atau aktivitas fisik yang intens.
Fakta penting
- Tendon berfungsi menghubungkan otot ke tulang dan membantu tubuh bergerak.
- Nyeri tendon pada anak paling sering muncul di lutut bagian depan dan tumit, terutama saat anak aktif berlari atau melompat.
- Sebagian besar gangguan tendon pada anak bersifat sementara dan membaik dengan istirahat serta perawatan sederhana.
- Operasi sangat jarang diperlukan; penanganan dini dan dukungan orang tua sangat berperan dalam pemulihan anak.
Ya, cukup umum. Banyak anak dan remaja yang aktif bergerak pernah mengalami nyeri tendon, terutama saat memasuki masa pertumbuhan cepat. Kondisi seperti nyeri tendon di bawah lutut (Osgood-Schlatter) dan nyeri tendon di tumit (penyakit Sever) adalah keluhan yang sering ditemui pada anak.
Paling sering dialami anak-anak yang aktif berolahraga seperti sepak bola, basket, lari, atau senam, terutama pada usia 8–14 tahun. Pada usia ini, tulang tumbuh cepat sementara tendon belum sepenuhnya lentur, sehingga tendon mudah mengalami tarikan berlebih.
Gejala
- Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa anak ke unit gawat darurat terdekat jika muncul salah satu tanda berikut:
- Anak tidak bisa menggerakkan sendi atau tidak bisa berdiri sama sekali setelah cedera
- Bentuk sendi tampak bengkok, tidak normal, atau terkilir
- Area di bawah sendi terasa mati rasa, kesemutan, atau tampak pucat dan kebiruan
- Ada luka terbuka di sekitar tendon yang nyeri
- Terdengar suara 'pop' diikuti nyeri hebat yang muncul mendadak
- ⚠Demam disertai nyeri sendi, kemerahan, atau bengkak yang menyebar
- ⚠Nyeri yang makin memburuk meskipun anak sudah beristirahat
- ⚠Nyeri yang membangunkan anak dari tidur malam
- ⚠Anak pincang atau menolak berjalan selama lebih dari satu atau dua hari
Gejala umum
- Nyeri tumpul atau tajam di dekat sendi yang muncul saat beraktivitas dan mereda saat istirahat
- Bengkak ringan atau terasa hangat di sekitar tendon
- Kaku atau sulit menggerakkan sendi, terutama setelah bangun tidur
- Sensasi 'klik' atau benjolan kecil di sekitar tendon
Gejala pada anak-anak
- Nyeri di lutut depan, tepat di bawah tempurung, terasa saat berlari, melompat, atau naik tangga — sering disebut Osgood-Schlatter dan umum pada anak usia 10–14 tahun
- Nyeri tumit yang makin terasa saat berlari atau berdiri lama — dikenal sebagai penyakit Sever dan umum pada anak usia 8–12 tahun
- Jempol kaku atau 'terkunci' dalam posisi menekuk, lalu berbunyi 'klik' saat diluruskan — disebut jempol pelatuk
- Pincang atau tiba-tiba tidak mau berlari padahal sebelumnya aktif
- Berjalan jinjit atau menghindari menekuk sendi tertentu karena nyeri
Penyebab
Penyebab utama
- Masa pertumbuhan pesat — tulang tumbuh lebih cepat daripada panjang tendon, sehingga tendon tertarik dan mudah nyeri
- Pemakaian tendon secara berlebihan — gerakan berlari, melompat, atau melempar yang dilakukan berulang-ulang tanpa istirahat yang cukup
- Otot yang kaku atau belum kuat — misalnya otot paha belakang atau betis yang kaku menarik tendon dengan berlebihan
- Kondisi bawaan lahir — seperti kaki pengkor (clubfoot) atau jempol pelatuk yang berhubungan dengan tendon yang terlalu kencang
Faktor risiko
- Usia 8–14 tahun, terutama saat anak sedang dalam masa pertumbuhan cepat
- Berlatih olahraga hampir setiap hari tanpa hari istirahat
- Berlari atau melompat di permukaan keras seperti aspal secara rutin
- Memakai sepatu yang tidak pas atau tidak memiliki bantalan yang baik
- Kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri sangat hebat sampai anak tidak bisa berjalan atau menggerakkan sendi
- Bengkak, kemerahan, atau panas yang menyebar, terlebih jika disertai demam
- Nyeri yang terus mengganggu tidur anak di malam hari
Buat janji temu rutin jika:
- Nyeri yang berlangsung lebih dari 1–2 minggu meskipun sudah beristirahat
- Nyeri yang membuat anak tidak nyaman mengikuti sekolah atau kegiatan olahraga
- Keluhan yang berulang setiap kali anak kembali beraktivitas
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat keluhan — kapan nyeri mulai dan kegiatan apa yang memicunya — lalu melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menekan area di sekitar tendon, meminta anak menggerakkan sendi, dan mengamati cara anak berjalan atau bergerak. Pada sebagian besar kasus, diagnosis sudah bisa ditegakkan dari pemeriksaan ini.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik dan wawancara riwayat keluhan — langkah utama dan paling penting
- Foto Rontgen (X-ray) — untuk memastikan tidak ada gangguan pada tulang atau area pertumbuhan
- Ultrasonografi (USG) — untuk melihat kondisi tendon, bengkak, atau robekan secara langsung
- MRI — hanya jika keluhan tidak membaik atau ada dugaan cedera tendon yang lebih serius
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya berlangsung 15–30 menit dan tidak menyakitkan. Dokter akan menjelaskan temuan dan rencana perawatan dengan bahasa sederhana. Jika dibutuhkan pemeriksaan tambahan, dokter akan menjelaskan alasannya terlebih dahulu. Anda juga boleh mengajukan pertanyaan kapan saja selama pemeriksaan.
Perawatan
Prinsip utama pengobatan adalah mengurangi beban pada tendon, memberi waktu istirahat agar tubuh memperbaiki diri, lalu mengembalikan aktivitas secara bertahap. Perawatan sederhana di rumah biasanya sudah efektif untuk sebagian besar kasus. Pembedahan sangat jarang diperlukan.
Perawatan mandiri di rumah
- Kurangi dulu olahraga atau aktivitas yang memicu nyeri, tetapi biarkan anak tetap bergerak ringan sebatas tidak menimbulkan nyeri
- Kompres dingin pada area yang nyeri selama 10–15 menit, beberapa kali sehari, untuk mengurangi nyeri dan bengkak
- Lakukan peregangan lembut pada otot di sekitar tendon setelah nyeri mulai mereda
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan empuk, terutama saat anak harus beraktivitas
- Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya
Perawatan medis
Jika keluhan tidak membaik, dokter dapat merekomendasikan fisioterapi, yaitu program latihan terarah untuk menguatkan otot dan melenturkan tendon secara aman. Dokter juga dapat membantu mengatur jadwal aktivitas yang aman dan memberikan saran penanganan nyeri yang sesuai. Semua obat dan tindakan harus berdasarkan resep atau rekomendasi tenaga kesehatan, bukan dibeli sendiri tanpa petunjuk.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi sangat jarang dilakukan pada anak. Ini hanya dipertimbangkan untuk kondisi tertentu, misalnya jempol pelatuk yang tidak membaik dengan terapi, robekan tendon akibat cedera berat, atau kelainan bawaan seperti kaki pengkor yang memerlukan koreksi. Semua keputusan operasi melewati pemeriksaan dan pembahasan mendalam dengan dokter spesialis.
Hidup dengan kondisi ini
Ajarkan anak untuk mengenali batas tubuhnya — nyeri adalah tanda untuk berhenti sejenak. Atur jadwal aktivitas harian yang seimbang antara bermain, istirahat, dan tidur cukup. Bicarakan kondisi anak dengan guru olahraga agar mereka memahami bila anak perlu istirahat. Bersama dokter atau fisioterapis, susun rencana untuk kembali berolahraga secara bertahap.
Tips gaya hidup
- Lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya
- Ganti-ganti jenis olahraga agar tidak terus-menerus membebani tendon yang sama
- Pastikan tidur cukup karena pemulihan jaringan tubuh terjadi saat tidur
- Gunakan sepatu yang pas dan sesuai dengan jenis olahraga anak
Diet dan olahraga
Berikan makanan bergizi seimbang yang cukup mengandung kalsium, vitamin D, dan protein untuk mendukung pertumbuhan tulang dan tendon yang sehat. Untuk latihan, mulailah dengan intensitas rendah dan tingkatkan perlahan. Olahraga seperti berenang atau bersepeda bisa menjadi pilihan yang ramah untuk tendon saat masa pemulihan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak yang aktif mungkin merasa sedih, kecewa, atau frustrasi karena harus berhenti sejenak dari olahraga kesukaannya. Dengarkan perasaannya, yakinkan bahwa ini hanya sementara, dan ajak ia memilih aktivitas pengganti yang tetap menyenangkan. Jika anak tampak murung berkepanjangan atau menunjukkan tanda-tanda stres berat, jangan ragu menghubungi tenaga kesehatan atau layanan dukungan psikologis.
Pencegahan
Tidak semua masalah tendon bisa dicegah, terutama yang berkaitan dengan proses pertumbuhan atau faktor bawaan. Namun, risiko nyeri dan cedera dapat dikurangi dengan pemanasan yang cukup, peregangan teratur, pemilihan sepatu yang tepat, serta pengaturan intensitas latihan yang bertahap. Pendekatan ini sejalan dengan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang gaya hidup aktif yang aman pada anak.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah gangguan tendon. Namun, imunisasi rutin sesuai jadwal nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tetap penting untuk menjaga kesehatan anak secara menyeluruh.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk masalah tendon pada anak. Pemeriksaan dilakukan bila muncul keluhan nyeri atau gangguan gerak. Pemantauan tumbuh kembang rutin di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan tetap dianjurkan untuk memastikan kesehatan dan perkembangan anak berjalan baik.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Nyeri yang menetap dan mengganggu aktivitas sekolah maupun bermain
- Anak menjadi menghindari aktivitas fisik yang sebenarnya penting untuk tumbuh kembang
- Pola gerak yang berubah, misalnya pincang, yang bisa memicu nyeri di sendi atau otot lain
- Dalam kasus yang jarang, peradangan atau cedera tendon yang menetap memerlukan penanganan lebih lanjut
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, gangguan tendon pada anak hampir selalu bersifat sementara. Dengan istirahat yang cukup, perawatan sederhana, serta dukungan orang tua dan tenaga kesehatan, sebagian besar anak pulih sepenuhnya dan bisa kembali berolahraga dengan leluasa. Setelah masa pertumbuhan pesat berakhir, keluhan nyeri tendon biasanya mereda dengan sendirinya. Bersabarlah dan dampingi anak untuk pulih dengan baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.