Thoracic outlet syndrome
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Sindrom outlet toraks adalah kondisi ketika saraf atau pembuluh darah di daerah antara tulang selangka dan tulang rusuk pertama (disebut outlet toraks) terjepit atau tertekan. Hal ini bisa menyebabkan nyeri, kesemutan, atau mati rasa di leher, bahu, lengan, dan tangan.
Fakta penting
- Ada tiga jenis utama: neurogenik (saraf), vena (pembuluh darah balik), dan arteri (pembuluh darah nadi).
- Sering disebabkan oleh gerakan berulang di atas kepala, cedera, atau kelainan bawaan seperti tulang rusuk tambahan.
- Kebanyakan orang membaik dengan fisioterapi dan perubahan gaya hidup, tanpa operasi.
Sindrom outlet toraks tidak terlalu umum, tetapi cukup sering terjadi pada orang yang aktif secara fisik atau memiliki pekerjaan dengan gerakan berulang di atas kepala.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, terutama usia 20–50 tahun. Juga rentan pada atlet (perenang, pemain bisbol, angkat besi), pekerja manual seperti tukang cat atau mekanik, dan orang dengan postur tubuh tertentu atau kehamilan.
Gejala
- Pembengkakan yang tiba-tiba dan parah pada lengan atau tangan
- Perubahan warna lengan menjadi biru atau pucat
- Rasa dingin yang ekstrem di lengan atau tangan
- Nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan
- ⚠Kelemahan lengan yang tiba-tiba dan memburuk
- ⚠Nyeri hebat yang tidak hilang dengan istirahat
- ⚠Tanda-tanda bekuan darah seperti lengan terasa berat dan panas
Gejala umum
- Kesemutan atau mati rasa pada jari manis dan kelingking
- Nyeri tumpul atau tajam di bahu, leher, dan lengan
- Kelemahan pada lengan atau tangan, terutama saat memegang benda
- Pembengkakan, perubahan warna (kebiruan), atau rasa dingin pada lengan (jika pembuluh darah terkena)
Gejala pada anak-anak
- Gejala pada anak mirip dengan dewasa, tetapi sering dikaitkan dengan aktivitas olahraga atau kelainan bawaan seperti tulang rusuk servikal.
- Anak mungkin mengeluh sakit saat mengangkat tangan atau kesulitan tidur karena nyeri.
Gejala pada lansia
- Gejala bisa lebih ringan dan sering disalahartikan sebagai arthritis, seperti nyeri bahu dan kesemutan.
- Penurunan kekuatan genggaman tangan bisa terjadi secara bertahap.
Penyebab
Penyebab utama
- Penekanan pada saraf atau pembuluh darah di outlet toraks akibat ruang yang sempit
- Cedera leher atau bahu (misalnya pukulan, kecelakaan)
- Gerakan berulang di atas kepala (seperti melukis, berenang, atau memukul bola)
- Postur tubuh yang buruk, seperti bahu membungkuk ke depan
Faktor risiko
- Pekerjaan yang membutuhkan gerakan berulang di atas kepala (tukang cat, mekanik, pemasang listrik)
- Olahraga tertentu (bisbol, renang, angkat besi, voli)
- Kehamilan (perubahan postur dan relaksasi ligamen)
- Memiliki tulang rusuk ekstra di leher (tulang rusuk servikal)
- Obesitas atau jaringan ikat yang longgar
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Gejala yang tiba-tiba memburuk, seperti nyeri hebat, lengan membengkak, atau perubahan warna
- Kehilangan sensasi atau kekuatan lengan secara mendadak
Buat janji temu rutin jika:
- Kesemutan atau mati rasa yang berlangsung lebih dari beberapa hari
- Nyeri bahu atau lengan yang terus-menerus dan mengganggu aktivitas
- Kelemahan tangan yang menyebabkan benda sering jatuh
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat gejala, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan tes provokasi untuk memicu gejala. Tes ini membantu menentukan jenis dan lokasi penekanan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes Adson dan Roos (mengangkat lengan untuk memicu gejala)
- Rontgen leher dan dada untuk melihat tulang rusuk tambahan
- USG untuk melihat aliran darah di pembuluh
- MRI untuk melihat jaringan lunak dan saraf
- Elektromiografi (EMG) untuk mengukur aktivitas listrik otot dan saraf
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses diagnosis mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan dan berbagai tes, karena sindrom outlet toraks kadang mirip dengan kondisi lain seperti masalah saraf di leher. Bersabarlah dan beri tahu dokter semua gejala yang Anda rasakan.
Perawatan
Penanganan sindrom outlet toraks hampir selalu dimulai dengan pendekatan non-operatif, yaitu fisioterapi, perubahan posisi, dan pengelolaan rasa sakit. Bila perlu, dokter akan merujuk ke spesialis rehabilitasi atau bedah.
Perawatan mandiri di rumah
- Jaga postur tegak saat duduk dan berdiri, jangan membungkuk
- Hindari gerakan yang memicu gejala, terutama mengangkat tangan ke atas dalam waktu lama
- Lakukan peregangan leher dan bahu secara lembut setiap hari
- Gunakan kompres hangat atau dingin pada bahu dan leher untuk meredakan nyeri
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri (seperti parasetamol atau ibuprofen) untuk mengurangi peradangan, dan obat lain untuk relaksasi otot. Fisioterapi adalah inti pengobatan, meliputi latihan penguatan otot bahu dan perbaikan postur. Dalam kasus pembekuan darah, dokter dapat memberikan obat pengencer darah.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi dipertimbangkan jika gejala tidak membaik setelah berbulan-bulan perawatan non-operatif, atau jika ada komplikasi seperti bekuan darah di arteri atau vena yang mengancam keselamatan anggota tubuh.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan sindrom outlet toraks mengharuskan Anda lebih sadar akan postur dan gerakan. Bekerja dengan ergonomi yang baik, seperti meja kerja yang diatur sesuai tinggi badan, sangat membantu.
Tips gaya hidup
- Atur tempat kerja agar barang sehari-hari mudah dijangkau tanpa mengangkat tangan terlalu tinggi
- Istirahat sejenak setiap 30–60 menit saat melakukan pekerjaan berulang
- Tidur dengan bantal yang menopang leher dan bahu dengan nyaman
Diet dan olahraga
Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang (hindari gaya bebas), atau yoga untuk memperbaiki postur baik dilakukan. Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada bahu dan leher. Makan makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan otot dan saraf.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri kronis dan keterbatasan gerak bisa menyebabkan frustrasi, kecemasan, atau depresi. Luangkan waktu untuk relaksasi dan bicarakan perasaan Anda dengan orang terdekat.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, terutama jika penyebabnya adalah kelainan bawaan. Namun, menjaga postur baik, menghindari gerakan berulang yang berlebihan, dan memperkuat otot bahu bisa menurunkan risiko.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Nyeri kronis dan kerusakan saraf permanen
- Pembekuan darah di pembuluh darah lengan (trombosis vena dalam)
- Gangguan aliran darah yang parah, bisa menyebabkan kerusakan jaringan (nekrosis)
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan orang mengalami perbaikan yang signifikan. Fisioterapi dan perubahan gaya hidup sangat efektif. Jarang terjadi komplikasi serius, dan operasi biasanya berhasil bila diperlukan. Prospek jangka panjang umumnya baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.