Hipotiroidisme pada Anak (Tiroid Kurang Aktif)
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Hipotiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid di leher tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Hormon ini penting untuk pertumbuhan, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh. Pada anak, kekurangan hormon tiroid dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental.
Fakta penting
- Hormon tiroid membantu mengatur suhu tubuh, detak jantung, dan energi.
- Pada anak, kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang.
- Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar anak dapat hidup normal dan sehat.
Hipotiroidisme pada anak cukup jarang terjadi, tetapi bisa ditemukan sejak lahir (kongenital) atau muncul kemudian di masa kanak-kanak. Di Indonesia, pemeriksaan tiroid pada bayi baru lahir masih belum dilakukan secara luas, namun beberapa rumah sakit sudah mulai menerapkannya.
Kondisi ini dapat menyerang anak dari segala usia, termasuk bayi baru lahir (hipotiroidisme kongenital) dan anak yang lebih besar. Anak perempuan sedikit lebih sering terkena dibandingkan anak laki-laki, terutama jika disebabkan oleh penyakit autoimun.
Gejala
- Kesulitan bernapas
- Penurunan kesadaran atau pingsan
- Kejang
- Detak jantung sangat lambat (kurang dari 60 denyut per menit pada anak)
- ⚠Pembengkakan leher yang membesar dengan cepat
- ⚠Muntah-muntah hebat disertai dehidrasi
- ⚠Letargi ekstrem (sulit dibangunkan)
Gejala umum
- Kelelahan yang berlebihan
- Kulit kering dan dingin
- Rambut rontok atau rapuh
- Sembelit
- Intoleransi terhadap dingin
Gejala pada anak-anak
- Pertumbuhan lambat (tinggi badan di bawah rata-rata)
- Keterlambatan perkembangan motorik (misalnya telat merangkak, berjalan)
- Kesulitan belajar atau konsentrasi
- Wajah tampak bengkak atau pucat
- Suara serak
- Pembesaran lidah (makroglossia)
- Pertumbuhan gigi yang lambat
Gejala pada lansia
- Pada orang dewasa, gejalanya serupa tetapi bisa juga termasuk nyeri sendi, depresi, dan penurunan fungsi kognitif. Namun artikel ini fokus pada anak-anak.
Penyebab
Penyebab utama
- Hipotiroidisme kongenital: kelenjar tiroid tidak terbentuk sempurna atau tidak berfungsi sejak lahir.
- Tiroiditis Hashimoto: penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid sendiri.
- Kekurangan yodium: yodium diperlukan untuk memproduksi hormon tiroid; di Indonesia, beberapa daerah masih kekurangan yodium.
- Kerusakan kelenjar tiroid akibat operasi, radiasi, atau obat-obatan tertentu.
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid autoimun
- Kekurangan yodium dalam makanan
- Bayi dengan berat lahir rendah atau lahir prematur
- Anak dengan sindrom Down atau sindrom Turner
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika anak menunjukkan gejala berat seperti kejang, penurunan kesadaran, atau kesulitan bernapas, segera bawa ke rumah sakit atau hubungi layanan darurat.
- Jika anak tiba-tiba sangat lemas dan sulit dibangunkan.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika anak Anda terlihat lesu, berat badan naik terus padahal nafsu makan kurang, atau pertumbuhannya lambat, periksakan ke dokter.
- Pada program skrining bayi baru lahir (jika tersedia), segera tindak lanjuti jika hasil menunjukkan hipotiroidisme.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, dan memeriksa tanda-tanda hipotiroid. Diagnosis pasti ditegakkan melalui tes darah.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes kadar TSH (thyroid-stimulating hormone): pada hipotiroidisme, kadar TSH biasanya tinggi.
- Tes kadar T4 bebas (free T4): untuk mengukur hormon tiroid yang aktif.
- Pemindaian tiroid (USG atau skintigrafi) jika diperlukan untuk melihat ukuran dan bentuk kelenjar tiroid.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Biasanya dokter akan memeriksa leher anak, mengukur tinggi dan berat badan, serta membandingkannya dengan grafik pertumbuhan. Tes darah hanya membutuhkan sedikit sampel darah. Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari. Dokter akan menjelaskan hasil dan rencana pengobatan.
Perawatan
Tujuan pengobatan hipotiroidisme pada anak adalah mengganti kekurangan hormon tiroid sehingga tubuh anak mendapatkan hormon yang cukup. Pengobatan ini harus dilakukan seumur hidup, tetapi dengan dosis yang disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan anak minum obat setiap hari pada waktu yang sama, biasanya pagi hari sebelum makan.
- Catat jadwal kontrol ke dokter dan tes darah untuk memantau kadar hormon.
- Ajarkan anak untuk mengenali gejala hipotiroidisme saat mereka sudah cukup besar.
Perawatan medis
Pengobatan utama adalah terapi pengganti hormon tiroid yang diberikan dalam bentuk tablet. Dosis akan disesuaikan secara bertahap berdasarkan hasil tes darah dan respons klinis anak. Dokter akan memantau kadar TSH dan T4 secara berkala.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan pada hipotiroidisme anak, kecuali jika ada benjolan besar pada tiroid (gondok) yang menekan jalan napas atau jika ada kecurigaan kanker tiroid.
Hidup dengan kondisi ini
Anak dengan hipotiroidisme yang diobati dengan baik dapat menjalani kehidupan normal. Orangtua perlu memastikan obat diminum setiap hari dan kontrol rutin dilakukan. Sekolah dan aktivitas lain tetap bisa diikuti.
Tips gaya hidup
- Beri dukungan emosional dan pujian karena anak mungkin merasa berbeda dari teman-temannya.
- Pastikan obat tiroid tidak diminum bersamaan dengan susu, kalsium, atau zat besi karena dapat mengganggu penyerapan. Beri jeda minimal 30-60 menit.
- Ajak anak bergerak aktif sesuai kemampuannya.
Diet dan olahraga
Tidak ada pantangan makanan khusus, tetapi pastikan anak mendapat cukup yodium dari garam beryodium dan makanan laut. Hindari suplemen yodium tanpa resep dokter. Olahraga tetap baik untuk pertumbuhan tulang dan otot.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Anak dengan hipotiroidisme mungkin mengalami kesulitan konsentrasi, mood yang mudah berubah, atau perasaan sedih. Jika anak menunjukkan tanda depresi atau kecemasan, bicarakan dengan dokter. Dukungan orangtua sangat penting. Jika Anda atau anak mengalami krisis, segera hubungi tenaga kesehatan atau layanan darurat.
Pencegahan
Hipotiroidisme kongenital tidak dapat dicegah karena terkait perkembangan kelenjar tiroid sejak dalam kandungan. Namun, kekurangan yodium pada ibu hamil dapat dicegah dengan mengonsumsi garam beryodium. Skrining bayi baru lahir membantu deteksi dini sehingga pengobatan segera dimulai.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk mencegah hipotiroidisme. Namun, pastikan anak mendapat imunisasi rutin sesuai jadwal dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah infeksi yang bisa memengaruhi kesehatan umum.
Program skrining
Skrining hipotiroidisme kongenital pada bayi baru lahir sudah dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jika di fasilitas kesehatan Anda tersedia, lakukan skrining segera setelah bayi lahir.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Gangguan pertumbuhan (perawakan pendek)
- Keterlambatan perkembangan otak, yang bisa menyebabkan kecerdasan di bawah rata-rata
- Sembelit kronis
- Anemia
- Masalah pendengaran
- Kegagalan pertumbuhan gigi
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang rutin, anak dengan hipotiroidisme dapat tumbuh dan berkembang normal. Mereka bisa bersekolah, bermain, dan menjalani hidup seperti anak lain. Dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk hasil yang terbaik.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan · Indonesia
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 29 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.