Tonsillitis in adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tonsillitis adalah peradangan pada amandel, yaitu dua kelenjar kecil di belakang tenggorokan yang berfungsi membantu melawan infeksi. Ketika amandel meradang, mereka bisa membengkak, merah, dan terasa sakit. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa.
Fakta penting
- Tonsillitis pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga oleh bakteri.
- Gejala utama adalah sakit tenggorokan yang parah, kesulitan menelan, dan demam.
- Kebanyakan kasus tonsilitis dapat sembuh sendiri dalam waktu seminggu tanpa pengobatan khusus.
- Jika disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu penyembuhan.
Tonsillitis cukup umum terjadi, terutama pada anak-anak dan remaja. Namun, pada orang dewasa juga bisa terjadi, meskipun frekuensinya lebih jarang.
Tonsillitis dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak usia 5–15 tahun. Pada orang dewasa, tonsilitis biasanya muncul akibat infeksi yang menetap atau sebagai kekambuhan dari infeksi di masa kanak-kanak.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (stridor)
- Pembengkakan di tenggorokan yang terasa menyumbat jalan napas
- Tidak bisa menelan air liur sama sekali
- Demam sangat tinggi yang tidak turun dengan penanganan biasa
- ⚠Sakit tenggorokan yang sangat parah hingga tidak bisa makan atau minum
- ⚠Demam tinggi lebih dari 3 hari meski sudah minum obat penurun panas
- ⚠Timbul bercak putih atau nanah di amandel yang meluas
- ⚠Muncul ruam kulit (terutama seperti pasir) bersamaan dengan sakit tenggorokan
- ⚠Bangun malam karena nyeri tenggorokan yang mengganggu tidur
Gejala umum
- Sakit tenggorokan yang parah
- Sulit atau nyeri saat menelan
- Amandel tampak merah dan bengkak, kadang ada bercak putih atau kuning
- Demam tinggi (biasanya di atas 38°C)
- Suara serak atau hilang suara
- Sakit kepala
- Nyeri pada telinga atau rahang
- Kelenjar getah bening di leher terasa bengkak dan nyeri
Gejala pada anak-anak
- Muntah atau mual
- Nyeri perut
- Rewel atau tidak mau makan
- Mengiler (sulit menelan air liur)
Gejala pada lansia
- Gejala bisa lebih ringan, misalnya demam rendah dan nyeri tenggorokan yang tidak terlalu parah
- Mudah lelah atau lesu
- Kesulitan menelan yang bisa menyebabkan dehidrasi
- Perlu perhatian ekstra karena daya tahan tubuh mungkin lebih lemah
Penyebab
Penyebab utama
- Virus: paling sering penyebabnya, misalnya virus flu, Epstein-Barr (penyebab mononukleosis), atau adenovirus.
- Bakteri: yang paling umum adalah Streptococcus grup A, sehingga dikenal sebagai radang tenggorokan atau strep throat.
Faktor risiko
- Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi (misalnya di rumah, tempat kerja, atau transportasi umum)
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena stres, kurang tidur, atau penyakit kronis)
- Merokok atau sering terpapar asap rokok
- Riwayat sering mengalami tonsilitis di masa lalu
- Usia muda (remaja dan dewasa muda lebih rentan)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau menelan air liur
- Jika demam sangat tinggi (di atas 39°C) dan tidak turun dengan parasetamol atau ibuprofen
- Jika ada pembengkakan hebat di leher atau rasa seperti ada yang mengganjal
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 2 hari tanpa membaik
- Jika Anda demam lebih dari 3 hari
- Jika ada bercak putih atau nanah di amandel
- Jika Anda merasa sangat lemas atau tidak bisa minum cukup cairan
Diagnosis
Dokter akan memeriksa tenggorokan Anda dengan senter dan melihat kondisi amandel, serta meraba leher untuk memeriksa kelenjar getah bening. Dokter juga akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes usap tenggorokan: dokter akan mengusap bagian belakang tenggorokan dengan kapas untuk mengambil sampel lendir. Sampel ini dikirim ke laboratorium untuk memeriksa apakah ada bakteri Streptococcus grup A (rapid strep test atau kultur).
- Tes darah: kadang dilakukan jika dicurigai ada infeksi virus seperti mononukleosis atau untuk memeriksa kadar sel darah putih.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menyakitkan. Tes usap mungkin sedikit tidak nyaman tetapi hanya sebentar. Hasil rapid strep test bisa keluar dalam beberapa menit, sementara kultur bakteri membutuhkan waktu 1–2 hari. Dokter akan menjelaskan hasilnya dan memberikan saran pengobatan.
Perawatan
Pengobatan tonsilitis tergantung pada penyebabnya. Jika karena virus, biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 3–7 hari. Perawatan mandiri di rumah sangat membantu. Jika karena bakteri, dokter mungkin akan memberikan antibiotik. Penting untuk tidak meminum antibiotik tanpa resep dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Perbanyak istirahat untuk membantu tubuh melawan infeksi.
- Minum banyak cairan hangat (seperti teh jahe, lemon hangat, atau air putih) untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Kumur dengan air garam hangat (1/2 sendok teh garam dalam 1 gelas air) beberapa kali sehari untuk mengurangi peradangan.
- Makan makanan lunak yang mudah ditelan, seperti bubur, sup, atau sari buah.
- Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang bisa mengiritasi tenggorokan.
- Gunakan pelembap udara (humidifier) di kamar tidur untuk mengurangi udara kering.
- Hindari merokok dan asap rokok.
Perawatan medis
Untuk meredakan sakit dan demam, dokter dapat menyarankan obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan. Jangan memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja. Jika tonsilitis disebabkan oleh bakteri Streptococcus, dokter akan meresepkan antibiotik. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai petunjuk, meskipun gejala sudah membaik. Antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) jarang dilakukan pada orang dewasa. Biasanya dipertimbangkan jika tonsilitis terjadi berulang kali (misalnya lebih dari 5–7 kali dalam setahun), jika amandel sangat besar hingga mengganggu pernapasan atau menelan, atau jika ada komplikasi seperti abses peritonsil yang sering kambuh. Keputusan operasi harus didiskusikan dengan dokter THT.
Hidup dengan kondisi ini
Pada fase akut, Anda perlu banyak istirahat dan menghindari aktivitas yang melelahkan. Setelah gejala mereda, Anda bisa kembali beraktivitas perlahan. Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan tangan dan tidak berbagi alat makan atau sikat gigi dengan orang lain selama sakit.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan minuman beralkohol karena dapat memperparah radang tenggorokan.
- Jaga kebersihan mulut dengan sikat gigi secara teratur dan ganti sikat gigi setelah sembuh.
- Gunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Diet dan olahraga
Selama sakit, makanlah makanan lunak dan cairan yang cukup. Setelah sembuh, Anda bisa kembali ke pola makan normal. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan jika Anda sudah merasa lebih baik, tetapi hindari olahraga berat sampai benar-benar pulih.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Radang tenggorokan yang parah dan sakit saat menelan bisa membuat Anda merasa frustrasi atau cemas. Ini wajar. Cobalah untuk tetap tenang, dan ingat bahwa ini bersifat sementara. Jika Anda merasa sangat terganggu atau cemas berlebihan, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter atau orang terdekat.
Pencegahan
Tonsilitis tidak selalu bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi risikonya dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit tenggorokan, dan tidak berbagi alat pribadi seperti cangkir atau sikat gigi.
Vaksin
Vaksinasi untuk mencegah tonsilitis secara khusus tidak tersedia. Namun, vaksin seperti vaksin influenza dan vaksin pneumokokus dapat membantu mengurangi risiko infeksi yang bisa memicu tonsilitis. Diskusikan dengan dokter apakah vaksinasi ini sesuai untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk tonsilitis. Jika Anda sering mengalami sakit tenggorokan, konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Abses peritonsil: kumpulan nanah di belakang amandel yang menyebabkan nyeri hebat dan kesulitan membuka mulut.
- Infeksi menyebar ke jaringan sekitar tenggorokan (selulitis leher dalam).
- Demam rematik: komplikasi jarang yang dapat memengaruhi jantung dan sendi jika tonsilitis bakteri Strep tidak diobati.
- Gangguan pernapasan jika amandel sangat bengkak.
Prospek jangka panjang
Dengan perawatan yang tepat, sebagian besar tonsilitis pada orang dewasa sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Komplikasi serius jarang terjadi, terutama jika Anda segera mencari pertolongan medis saat gejala memburuk. Kuncinya adalah istirahat yang cukup, minum banyak cairan, dan mengikuti anjuran dokter.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.