Tonsillitis in infants
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tonsilitis adalah peradangan pada amandel, yaitu dua kelenjar kecil di bagian belakang tenggorokan. Pada bayi, kondisi ini membuat tenggorokan sakit dan bengkak.
Fakta penting
- Paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus flu biasa.
- Infeksi bakteri (misalnya streptokokus) juga bisa menjadi penyebab, meski lebih jarang pada bayi.
- Bayi dengan tonsilitis biasanya rewel, sulit menelan, dan mungkin demam.
Ya, tonsilitis cukup sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama saat musim pancaroba.
Paling sering menyerang bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun, tetapi bisa terjadi pada semua usia.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (stridor)
- Tidak bisa menelan air liur sama sekali
- Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan kompres atau obat penurun demam
- Bayi tampak sangat lesu atau sulit dibangunkan
- ⚠Demam tinggi lebih dari 3 hari
- ⚠Tidak mau minum sama sekali selama 8 jam (risiko dehidrasi)
- ⚠Nyeri hebat sehingga bayi terus menangis
- ⚠Muncul ruam kulit bersamaan dengan demam
Gejala umum
- Demam ringan hingga tinggi
- Sakit tenggorokan (bayi mungkin rewel atau menolak menyusu)
- Sulit menelan atau meneteskan air liur berlebihan
- Suara serak atau batuk
- Amandel tampak merah dan bengkak
Gejala pada anak-anak
- Bayi mungkin tidak bisa mengeluh sakit, jadi perhatikan jika tiba-tiba rewel terus-menerus
- Menolak minum ASI atau susu formula
- Air liur keluar lebih banyak dari biasanya
- Sering terbangun di malam hari karena tidak nyaman
Gejala pada lansia
- Tonsilitis jarang terjadi pada orang dewasa, terutama lansia; gejalanya bisa mirip dengan infeksi tenggorokan lain seperti faringitis.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (paling sering, seperti adenovirus atau virus influenza)
- Infeksi bakteri (terutama Streptococcus pyogenes, yang menyebabkan radang tenggorokan)
Faktor risiko
- Usia bayi (sistem kekebalan masih berkembang)
- Sering kontak dengan orang yang sedang pilek atau batuk
- Tinggal di lingkungan yang padat (misalnya penitipan anak)
- Paparan asap rokok
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika bayi kesulitan bernapas atau mengeluarkan suara napas berbunyi
- Tidak bisa menelan air liur sehingga mengeluarkan banyak air liur
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah 3 hari
Buat janji temu rutin jika:
- Bayi demam selama lebih dari 2 hari tanpa perbaikan
- Bayi tampak sangat tidak nyaman dan rewel terus-menerus
- Penolakan minum selama lebih dari 6 jam
Diagnosis
Dokter akan memeriksa tenggorokan bayi dengan senter kecil untuk melihat amandel dan bagian dalam mulut. Dokter juga akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik (melihat tenggorokan, memeriksa suhu tubuh, dan meraba leher untuk pembengkakan kelenjar)
- Usap tenggorokan (mengambil sedikit lendir dengan kapas untuk diperiksa di laboratorium, guna menentukan apakah infeksi virus atau bakteri)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya cepat dan tidak menimbulkan nyeri hebat. Bayi mungkin sedikit tidak nyaman saat usap tenggorokan, tetapi dokter akan melakukannya dengan hati-hati.
Perawatan
Penanganan tergantung penyebabnya. Infeksi virus biasanya sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik yang hanya boleh diberikan oleh dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Berikan ASI atau susu formula lebih sering untuk mencegah dehidrasi
- Istirahat yang cukup
- Kompres hangat di dahi jika demam (jangan gunakan alkohol atau air dingin)
- Pastikan bayi tidak terpapar asap rokok atau polusi udara
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat penurun demam dan pereda nyeri yang aman untuk bayi (sesuai usia dan berat badan). Jika infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik yang harus dihabiskan sesuai aturan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) pada bayi sangat jarang dilakukan. Hanya dipertimbangkan jika tonsilitis terjadi berulang kali dengan komplikasi berat atau mengganggu pernapasan.
Hidup dengan kondisi ini
Pastikan bayi tetap terhidrasi dan nyaman. Pantau suhu tubuh dan asupan cairan setiap beberapa jam. Jika bayi rewel, coba gendong atau tenangkan dengan suara lembut.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan sebelum memegang bayi
- Jaga kebersihan mainan dan botol susu
- Hindari mengajak bayi ke tempat ramai selama sakit
Diet dan olahraga
Terus berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan. Jangan memaksa makanan padat jika bayi belum mau. Setelah sembuh, bayi bisa kembali aktif seperti biasa.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Orang tua mungkin merasa cemas atau khawatir berlebihan. Wajar merasa demikian, tetapi ingatlah bahwa sebagian besar kasus ringan dan bisa diatasi. Jaga kesehatan fisik dan mental Anda agar bisa merawat bayi dengan tenang.
Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko infeksi bisa dikurangi dengan kebiasaan bersih dan menghindari paparan kuman.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk tonsilitis, tetapi vaksinasi rutin seperti vaksin flu (influenza) dapat membantu mencegah infeksi virus penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter sesuai jadwal imunisasi Kemenkes.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika tonsilitis bakteri tidak diobati, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitar (abses peritonsiler)
- Pada kasus jarang, infeksi streptokokus dapat menyebabkan demam rematik yang memengaruhi jantung atau ginjal
Prospek jangka panjang
Sebagian besar bayi dengan tonsilitis sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Dengan penanganan yang tepat, komplikasi serius sangat jarang terjadi. Anda bisa membantu bayi pulih dengan perawatan yang baik dan mengikuti anjuran dokter.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.