Tonsillitis in older adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tonsilitis adalah peradangan pada amandel, yaitu dua kelenjar kecil di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Pada orang dewasa yang lebih tua, tonsilitis mungkin tidak seumum pada anak-anak, tetapi tetap perlu diwaspadai karena gejalanya bisa berbeda dan lebih berat.
Fakta penting
- Tonsilitis bisa bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (berulang).
- Infeksi virus lebih sering terjadi daripada bakteri, tetapi infeksi bakteri (misalnya streptokokus) memerlukan antibiotik.
- Pada lansia, risiko komplikasi seperti abses atau kesulitan bernapas bisa lebih tinggi, terutama jika ada penyakit lain.
Tonsilitis pada lansia tidak sering terjadi seperti pada anak-anak, tetapi kasusnya masih ditemukan, terutama jika daya tahan tubuh menurun.
Lebih sering terjadi pada orang dewasa usia 60 tahun ke atas, terutama yang memiliki sistem kekebalan lemah, merokok, atau sering terpapar infeksi.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (stridor)
- Tidak bisa menelan air liur (ngiler terus-menerus)
- Suara seperti bicara dengan kentang panas di mulut (muffled voice)
- Mendadak mulut tidak bisa terbuka lebar (trismus)
- Demam sangat tinggi dengan leher kaku atau bingung
- ⚠Nyeri tenggorokan parah yang menghalangi Anda minum
- ⚠Tonsilitis sudah berlangsung lebih dari 3-4 hari tanpa perbaikan
- ⚠Riwayat tonsilitis berulang (lebih dari 5 kali dalam setahun)
- ⚠Amandel tampak sangat bengkak dan tidak simetris
Gejala umum
- Nyeri tenggorokan
- Amandel merah dan bengkak
- Sulit menelan
- Demam ringan
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Gejala pada anak-anak
- Anak-anak sering mengalami demam tinggi, muntah, dan tidak mau makan.
- Pada anak, tonsilitis bisa menyebabkan suara serak dan batuk.
Gejala pada lansia
- Gejala mungkin tidak khas, seperti nyeri tenggorokan ringan atau hanya rasa tidak nyaman.
- Lebih sering mengalami kesulitan menelan dan merasa seperti ada yang mengganjal di tenggorokan.
- Demam mungkin tidak tinggi atau bahkan tidak ada.
- Kelenjar getah bening di leher bisa membesar tanpa rasa sakit.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus, seperti virus influenza, Epstein-Barr, atau adenovirus.
- Infeksi bakteri, terutama bakteri Streptococcus grup A (strep throat).
- Pada lansia, infeksi jamur (kandidiasis) juga bisa menyerang amandel jika daya tahan tubuh lemah.
Faktor risiko
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat usia atau penyakit kronis (diabetes, gagal ginjal).
- Merokok atau terpapar asap rokok.
- Kebiasaan minum alkohol berlebihan.
- Kontak dekat dengan orang yang sedang sakit tenggorokan.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda sulit bernapas, tidak bisa menelan air liur, atau demam tinggi yang tidak turun.
- Hubungi segera dokter atau layanan darurat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 2 hari dan disertai demam.
- Jika Anda sering mengalami radang tenggorokan berulang.
- Jika ada benjolan di leher yang tidak nyeri.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu memeriksa tenggorokan dengan senter (tongue depressor). Dokter juga meraba leher untuk merasakan kelenjar getah bening.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes cepat strep (Rapid Strep Test): usap lendir dari amandel untuk mendeteksi bakteri streptokokus, hasil dalam 10-15 menit.
- Kultur tenggorokan: usap dan ditumbuhkan di laboratorium untuk memastikan jenis bakteri, hasil 1-2 hari.
- Kadang-kadang diambil darah untuk memeriksa infeksi lain (misalnya mononukleosis).
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan umumnya tidak menyakitkan, meskipun usap tenggorokan bisa menimbulkan refleks muntah sebentar. Diagnosis akan membantu menentukan apakah perlu antibiotik atau tidak.
Perawatan
Pengobatan tonsilitis tergantung pada penyebabnya. Infeksi virus biasanya hilang sendiri dalam beberapa hari, sementara infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Tujuan pengobatan adalah meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup agar tubuh melawan infeksi.
- Minum banyak cairan hangat (teh jahe, sup) untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Kumur air garam hangat (setengah sendok teh garam dalam segelas air) beberapa kali sehari.
- Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang bisa mengiritasi tenggorokan.
- Gunakan pelembap udara (humidifier) jika udara kering.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat pereda nyeri (seperti parasetamol) untuk menurunkan demam dan mengurangi sakit. Jika terbukti infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai. Penting untuk menghabiskan seluruh antibiotik sesuai petunjuk, meskipun gejala sudah membaik.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) jarang dilakukan pada lansia karena risiko perdarahan dan pemulihan yang lebih berat. Namun, bisa dipertimbangkan jika tonsilitis sering kambuh (lebih dari 7 kali dalam setahun) atau terjadi komplikasi seperti abses peritonsiler yang tidak sembuh dengan pengobatan.
Hidup dengan kondisi ini
Saat mengalami tonsilitis, fokus pada istirahat dan menghindari aktivitas berat. Gunakan waktu untuk memulihkan diri. Jangan memaksakan diri untuk makan jika sulit menelan, tetapi pastikan tetap terhidrasi.
Tips gaya hidup
- Hindari merokok dan asap rokok, karena rokok memperparah radang.
- Cuci tangan secara teratur untuk mengurangi penyebaran infeksi.
- Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dan berkumur setelah makan.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan lunak dan dingin (misalnya yogurt, es krim, pisang) yang mudah ditelan. Hindari olahraga berat selama demam atau nyeri; setelah gejala sembuh, aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Tonsilitis pada lansia bisa menyebabkan kecemasan karena sulit menelan atau rasa tidak nyaman di tenggorokan. Jika Anda merasa khawatir, bicarakan dengan keluarga atau dokter. Ingatlah bahwa kondisi ini umumnya dapat diobati dengan baik.
Pencegahan
Tidak semua tonsilitis dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menjaga daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup, makan bergizi, dan menghindari paparan orang yang sakit tenggorokan bisa membantu.
Vaksin
Vaksin influenza dan vaksin pneumonia (pneumokokus) dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan yang bisa memicu tonsilitis. Tanyakan kepada dokter apakah vaksin ini sesuai untuk Anda.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan skrining khusus untuk tonsilitis. Jika Anda sering mengalami sakit tenggorokan, diskusikan dengan dokter untuk pemantauan lebih lanjut.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Penyebaran infeksi ke jaringan sekitar (abses peritonsiler atau selulitis).
- Infeksi bisa menyebar ke aliran darah (sepsis) pada lansia dengan kekebalan lemah.
- Pembengkakan amandel yang parah bisa menyumbat jalan napas.
- Demam rematik (jarang, tapi bisa terjadi jika infeksi strep tidak diobati).
Prospek jangka panjang
Dengan perawatan yang tepat, hampir semua kasus tonsilitis pada lansia dapat sembuh total. Antibiotik efektif untuk infeksi bakteri, dan perawatan mandiri membantu meredakan gejala. Komplikasi serius jarang terjadi selama Anda segera mencari pertolongan medis. Istirahat dan nutrisi yang baik akan mempercepat pemulihan.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.