Tonsillitis patient overview
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Radang amandel (tonsilitis) adalah peradangan pada amandel, yaitu dua kelenjar kecil di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dan dapat menyebabkan sakit tenggorokan, demam, serta kesulitan menelan.
Fakta penting
- Radang amandel paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi bisa menyerang semua usia.
- Sebagian besar kasus sembuh sendiri dalam 5–7 hari dengan perawatan di rumah.
- Jika disebabkan oleh bakteri (terutama Streptococcus), diperlukan antibiotik untuk mencegah komplikasi.
Sangat umum. Hampir setiap orang pernah mengalami radang amandel setidaknya sekali dalam hidupnya, terutama pada masa kanak-kanak.
Radang amandel lebih sering terjadi pada anak usia 5–15 tahun, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. Anak di bawah 2 tahun jarang terkena.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (stridor)
- Air liur keluar terus-menerus dan tidak bisa menelan sama sekali
- Bibir atau wajah membiru
- Kejang
- Tidak sadarkan diri
- ⚠Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas
- ⚠Sakit tenggorokan parah hingga tidak bisa minum selama lebih dari 12 jam
- ⚠Pembengkakan amandel yang sangat besar hingga hampir menutup jalan napas
- ⚠Nyeri hebat yang tidak membaik dengan perawatan rumahan
Gejala umum
- Sakit tenggorokan yang nyeri, terutama saat menelan
- Amandel tampak merah, bengkak, atau ada bercak putih/kuning
- Demam (biasanya di atas 38°C)
- Suara serak atau hilang
- Sakit kepala
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
Gejala pada anak-anak
- Rewel dan tidak mau makan atau minum
- Mengiler (drooling) karena sulit menelan air liur
- Demam tinggi yang mendadak
- Mual atau muntah
- Nyeri perut (kadang-kadang)
Gejala pada lansia
- Gejala lebih ringan, sering hanya sakit tenggorokan ringan
- Demam mungkin tidak terlalu tinggi
- Kesulitan menelan yang bertahap
- Kelelahan dan nyeri otot
Penyebab
Penyebab utama
- Virus (paling sering), seperti virus flu atau adenovirus
- Bakteri, terutama Streptococcus grup A (radang tenggorokan bakteri)
- Virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis) juga bisa menyebabkan radang amandel
Faktor risiko
- Usia anak-anak dan remaja
- Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi (misalnya di sekolah atau rumah)
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Paparan asap rokok atau polusi udara
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala darurat di atas – segera hubungi layanan gawat darurat.
- Jika demam tinggi tidak turun setelah 3 hari
- Jika kesulitan menelan hingga tidak bisa minum cairan
Buat janji temu rutin jika:
- Jika sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 48 jam tanpa perbaikan
- Jika amandel tampak sangat bengkak atau ada bercak nanah
- Untuk anak dengan radang amandel berulang (lebih dari 5 kali dalam setahun)
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik tenggorokan, amandel, serta leher. Dokter juga mungkin melihat ke dalam telinga dan hidung.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan usap tenggorokan (rapid strep test atau kultur) untuk mendeteksi bakteri Streptococcus jika dicurigai infeksi bakteri
- Tes darah (misalnya hitung darah lengkap) jika diperlukan untuk membedakan infeksi virus atau bakteri
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan usap tenggorokan hanya memakan waktu beberapa detik, terasa sedikit tidak nyaman tetapi tidak sakit. Hasil rapid test biasanya keluar dalam 15–30 menit. Dokter akan memberi tahu Anda apakah infeksi disebabkan virus atau bakteri, dan merencanakan pengobatan yang sesuai.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab (virus atau bakteri). Radang amandel akibat virus biasanya cukup dirawat di rumah dengan istirahat dan minum banyak cairan. Jika disebabkan bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang harus dihabiskan meski gejala membaik.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup
- Minum air hangat atau herbal (misalnya jahe, madu – untuk anak di atas 1 tahun)
- Berkumur air garam hangat (½ sendok teh garam dalam segelas air) untuk meredakan sakit tenggorokan
- Konsumsi makanan lunak dan dingin seperti bubur, sup, atau es krim untuk mengurangi nyeri
- Hindari makanan pedas, asam, atau panas yang bisa mengiritasi tenggorokan
- Jaga kelembapan udara dengan humidifier atau mandi air hangat
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam yang dijual bebas (seperti parasetamol atau ibuprofen) – ikuti petunjuk dosis pada kemasan atau resep dokter. Jika penyebabnya bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik (misalnya penisilin). Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai aturan, meski gejala sudah hilang. Jangan pernah meminta antibiotik tanpa resep.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) mungkin disarankan jika radang amandel terjadi berulang kali (misalnya 7 kali dalam setahun, atau 5 kali dalam 2 tahun) atau jika amandel sangat besar hingga mengganggu pernapasan atau menelan. Keputusan ini selalu didiskusikan dengan dokter spesialis THT.
Hidup dengan kondisi ini
Selama sakit, prioritaskan istirahat. Mungkin Anda perlu cuti atau anak tidak masuk sekolah selama gejala berlangsung, biasanya 3–5 hari. Pastikan minum cukup cairan agar tidak dehidrasi.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan secara teratur untuk mencegah penularan ke anggota keluarga lain
- Gunakan masker jika harus berinteraksi dengan orang lain
- Jangan berbagi alat makan, sikat gigi, atau handuk dengan orang lain selama sakit
- Hindari merokok dan paparan asap rokok
Diet dan olahraga
Makan makanan lunak dan bergizi seperti bubur, kentang tumbuk, yoghurt, dan sup. Hindari olahraga berat selama masih demam. Setelah demam turun, Anda bisa kembali beraktivitas ringan secara bertahap.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit tenggorokan yang berkepanjangan bisa membuat Anda atau anak merasa rewel, lelah, atau cemas. Luangkan waktu untuk bersantai, menonton film, atau membaca. Jika radang amandel sering kambuh, anak bisa merasa frustrasi – dukung mereka dengan pengertian dan komunikasi terbuka.
Pencegahan
Radang amandel tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi risiko penularan dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak erat dengan orang sakit, dan tidak berbagi barang pribadi.
Vaksin
Vaksinasi influenza setiap tahun dapat membantu mencegah infeksi virus yang memicu radang amandel. Vaksin pneumokokus juga dapat melindungi dari beberapa jenis bakteri, namun tidak spesifik untuk radang amandel. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksin yang sesuai.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan rutin khusus untuk radang amandel. Namun, jika Anda atau anak sering mengalami radang amandel, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab yang mendasari.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Abses peritonsiler (kumpulan nanah di sekitar amandel) yang menyebabkan nyeri hebat dan sulit membuka mulut
- Demam rematik (jika radang amandel bakteri tidak diobati dengan antibiotik) – dapat merusak katup jantung
- Peradangan ginjal (glomerulonefritis) yang jarang terjadi
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar radang amandel sembuh total tanpa masalah jangka panjang. Jika Anda atau anak mengalami radang amandel berulang, dokter akan membantu mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan operasi. Ingatlah bahwa tubuh memiliki kemampuan pemulihan yang baik. Anda tidak sendiri – banyak orang mengalami hal yang sama dan berhasil melewatinya.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.