Urethral stricture
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Striktur uretra adalah penyempitan saluran kencing (uretra) akibat terbentuknya jaringan parut. Uretra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih keluar tubuh. Penyempitan ini membuat aliran urine tersumbat atau sulit keluar.
Fakta penting
- Striktur uretra lebih sering terjadi pada pria, tetapi wanita juga bisa mengalaminya.
- Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi, cedera, atau penyebab lain yang tidak diketahui.
- Gejala utamanya adalah aliran urine yang lemah atau sulit buang air kecil.
- Striktur uretra dapat diobati, namun mungkin perlu penanganan jangka panjang.
Striktur uretra tidak terlalu sering terjadi, tetapi cukup umum pada pria, terutama yang pernah mengalami infeksi saluran kemih atau cedera pada area panggul.
Striktur uretra paling sering terjadi pada pria dewasa, tetapi bisa juga pada anak laki-laki dan wanita. Faktor risiko meliputi riwayat infeksi menular seksual, pemasangan kateter urine, atau trauma pada panggul.
Gejala
- Tidak bisa buang air kecil sama sekali (retensi urine akut) – ini adalah kondisi darurat yang memerlukan pertolongan medis segera.
- Nyeri hebat di perut bagian bawah yang tidak kunjung reda
- Demam tinggi dan menggigil yang mungkin menandakan infeksi berat
- ⚠Nyeri saat buang air kecil yang semakin parah atau disertai darah dalam urine
- ⚠Infeksi saluran kemih yang sering kambuh meski sudah minum obat
- ⚠Perubahan tiba-tiba pada aliran urine yang sangat lemah
Gejala umum
- Aliran urine yang lemah atau pancaran urine yang mengecil
- Sulit memulai buang air kecil (hesitansi)
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari
- Rasa ingin buang air kecil yang mendesak
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine menetes setelah selesai buang air kecil
- Pancaran urine yang terbelah atau menyebar
Gejala pada anak-anak
- Balita atau anak yang sulit buang air kecil, mengejan, atau menangis saat buang air kecil
- Infeksi saluran kemih berulang pada anak
- Aliran urine yang sangat lemah atau tidak lancar
Gejala pada lansia
- Gejala yang sama seperti pada orang dewasa, namun sering disertai dengan infeksi saluran kemih yang berulang
- Bisa terjadi retensi urine total (tidak bisa buang air kecil sama sekali) yang membutuhkan penanganan segera
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi: Infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut.
- Cedera: Trauma pada area panggul, misalnya karena kecelakaan, jatuh, atau pemasangan kateter yang tidak tepat.
- Prosedur medis: Pemasangan kateter urine atau operasi pada saluran kemih dapat meninggalkan jaringan parut.
- Striktur kongenital: Ada sejak lahir, meskipun jarang.
- Idiopatik: Banyak kasus tidak diketahui penyebabnya.
Faktor risiko
- Riwayat infeksi menular seksual (terutama gonore)
- Pernah menjalani pemasangan kateter urine dalam waktu lama
- Trauma atau cedera pada panggul atau perineum (daerah antara anus dan alat kelamin)
- Operasi pada saluran kemih atau prostat
- Penyakit seperti lichen sclerosus (penyakit kulit yang bisa mengenai uretra)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda tidak bisa buang air kecil sama sekali – segera ke unit gawat darurat.
- Jika ada nyeri hebat di perut bagian bawah atau demam tinggi – konsultasikan ke dokter segera.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda mengalami sulit buang air kecil yang menetap, aliran urine lemah, atau sering buang air kecil, sebaiknya periksakan diri ke dokter umum atau dokter spesialis urologi.
- Jika Anda memiliki infeksi saluran kemih berulang tanpa penyebab jelas.
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan Anda, lalu melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes untuk melihat bentuk dan fungsi uretra.
Tes yang mungkin dilakukan
- Uroflowmetri: Tes mengukur kecepatan aliran urine. Aliran yang lambat menandakan adanya penyumbatan.
- Retrograde uretrografi: Rontgen dengan zat kontras yang dimasukkan ke uretra melalui kateter untuk melihat lokasi dan panjang penyempitan.
- Sistoskopi: Kamera kecil dimasukkan melalui uretra untuk melihat langsung bagian dalam saluran.
- USG saluran kemih: Untuk menilai apakah ada urine yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya dilakukan secara rawat jalan. Beberapa tes, seperti sistoskopi, mungkin sedikit tidak nyaman, tetapi dokter akan memberikan obat bius lokal atau penenang jika perlu. Hasil tes akan membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat.
Perawatan
Pengobatan striktur uretra bertujuan untuk melebarkan atau membuka kembali saluran yang menyempit. Pilihan pengobatan tergantung pada panjang, lokasi, dan penyebab striktur, serta kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Perawatan mandiri di rumah
- Minum air putih yang cukup untuk menjaga aliran urine tetap lancar.
- Jangan menunda buang air kecil terlalu lama.
- Hindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih, seperti kafein dan alkohol jika Anda merasa gejalanya memburuk.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan rumahan.
Perawatan medis
Penanganan medis meliputi tindakan pelebaran uretra (dilatasi) menggunakan alat khusus, atau operasi kecil dengan pisau listrik (uretrotomi internal) untuk memotong jaringan parut. Dokter juga mungkin menyarankan penggunaan kateter sementara atau latihan kateterisasi sendiri untuk menjaga saluran tetap terbuka. Obat-obatan mungkin diberikan untuk mengatasi infeksi, tetapi tidak ada obat yang dapat menyembuhkan striktur uretra secara langsung.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi rekonstruksi uretra (uretroplasti) biasanya dilakukan untuk striktur yang panjang, kambuh setelah penanganan awal, atau yang tidak bisa ditangani dengan cara lain. Prosedur ini mengangkat jaringan parut dan menyambung kembali uretra yang sehat.
Hidup dengan kondisi ini
Anda mungkin perlu memantau aliran urine dan mencatat jika ada perubahan. Beberapa orang harus melakukan kateterisasi sendiri secara rutin untuk menjaga saluran tetap terbuka. Ikuti petunjuk dokter dengan disiplin.
Tips gaya hidup
- Minum banyak air untuk mencegah infeksi dan membantu aliran urine.
- Hindari aktivitas yang dapat menekan area panggul, seperti bersepeda dalam waktu lama, terutama jika Anda baru menjalani operasi.
- Jaga kebersihan area genital untuk mengurangi risiko infeksi.
- Lakukan hubungan seksual yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual.
Diet dan olahraga
Tidak ada diet khusus untuk striktur uretra, tetapi pola makan sehat dan olahraga ringan dapat membantu menjaga kesehatan secara umum. Jika Anda memiliki infeksi, perbanyak cairan. Diskusikan dengan dokter jika ada batasan aktivitas fisik.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Hidup dengan striktur uretra bisa membuat stres, terutama jika Anda merasa cemas atau malu dengan gejala yang dialami. Perubahan aliran urine juga dapat memengaruhi kehidupan seksual. Wajar jika Anda merasa khawatir. Bicarakan dengan pasangan dan dokter Anda.
Pencegahan
Tidak semua striktur uretra dapat dicegah, tetapi Anda bisa menurunkan risikonya dengan menghindari infeksi menular seksual melalui hubungan seksual yang aman, serta menghindari cedera pada area panggul. Jika Anda menjalani pemasangan kateter, pastikan dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan kateter tidak dipasang terlalu lama.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk striktur uretra. Namun, jika Anda memiliki faktor risiko (misalnya riwayat infeksi menular seksual atau trauma panggul), konsultasikan dengan dokter untuk pemantauan lebih lanjut.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Retensi urine akut (tidak bisa buang air kecil sama sekali) yang memerlukan penanganan darurat.
- Infeksi saluran kemih yang sering kambuh.
- Pembentukan batu kandung kemih karena urine yang tidak bisa keluar sepenuhnya.
- Kerusakan ginjal akibat tekanan balik dari urine yang tertahan (hidronefrosis).
- Pembesaran kandung kemih dan melemahnya otot kandung kemih.
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan orang dengan striktur uretra dapat menjalani hidup normal. Namun, striktur bisa kambuh, terutama jika tidak diobati dengan operasi rekonstruksi. Pemantauan rutin ke dokter sangat penting untuk mencegah komplikasi. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika gejala kembali muncul.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.