Whooping cough in adults
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Batuk rejan (pertusis) adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Pada orang dewasa, gejalanya bisa lebih ringan dibandingkan pada anak-anak, tetapi batuknya bisa berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Fakta penting
- Disebabkan oleh bakteri yang menular melalui percikan liur saat batuk atau bersin.
- Gejala khasnya adalah batuk hebat yang beruntun, kadang diikuti suara 'whoop' atau tarikan napas panjang (pada dewasa suara ini mungkin tidak ada).
- Vaksinasi adalah cara utama untuk mencegah penyakit ini, namun kekebalan bisa menurun seiring waktu sehingga dewasa tetap perlu mendapatkan vaksinasi penguat.
Batuk rejan pada orang dewasa cukup sering terjadi, terutama pada mereka yang belum pernah divaksinasi atau memiliki kekebalan yang menurun. Banyak kasus tidak terdiagnosis karena gejalanya mirip dengan batuk biasa.
Batuk rejan dapat menyerang orang dewasa dari segala usia. Risiko lebih tinggi pada orang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau vaksinasi penguat, tinggal serumah dengan penderita, atau bekerja di lingkungan dengan banyak kontak dekat (misalnya petugas kesehatan).
Gejala
- Kesulitan bernapas yang berat
- Bibir atau ujung jari membiru
- Pingsan atau kehilangan kesadaran saat atau setelah batuk
- Kejang
- ⚠Batuk hebat hingga tidak bisa minum atau makan
- ⚠Muntah terus-menerus setelah batuk
- ⚠Demam tinggi (di atas 39°C)
- ⚠Batuk berdarah
Gejala umum
- Batuk terus-menerus selama lebih dari 1-2 minggu
- Serangan batuk hebat yang terjadi beruntun tanpa sempat bernapas
- Muntah setelah batuk
- Rasa lelah setelah batuk
- Hidung berair atau tersumbat pada tahap awal
Gejala pada anak-anak
- Batuk dengan suara 'whoop' yang khas saat menarik napas
- Wajah memerah atau membiru karena kekurangan oksigen saat batuk
- Henti napas sesaat (apnea) pada bayi
Gejala pada lansia
- Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh
- Batuk yang menyebabkan nyeri dada atau retak tulang rusuk
- Mudah lelah dan sulit tidur karena batuk di malam hari
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri Bordetella pertussis yang menyebar melalui droplet (percikan liur) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Faktor risiko
- Belum pernah mendapatkan vaksinasi pertusis atau vaksinasi penguat
- Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi (misalnya anggota keluarga atau rekan kerja)
- Tinggal atau bekerja di lingkungan padat seperti asrama, penjara, atau fasilitas kesehatan
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Mengalami gejala darurat seperti sulit bernapas, bibir membiru, atau pingsan
- Batuk hebat hingga tidak bisa istirahat atau minum
- Terjadi penurunan kesadaran atau kejang
Buat janji temu rutin jika:
- Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu tanpa jelas penyebabnya
- Batuk yang disertai muntah setiap kali batuk
- Telah kontak dekat dengan orang yang didiagnosis batuk rejan
Diagnosis
Dokter akan menanyakan riwayat gejala, kontak dengan penderita, dan status vaksinasi. Untuk memastikan diagnosis, dokter mungkin akan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan fisik dan tanya jawab gejala
- Tes laboratorium: kultur bakteri atau tes PCR (polymerase chain reaction) dari usap hidung/tenggorokan
- Tes darah untuk melihat jumlah sel darah putih atau antibodi terhadap bakteri pertusis
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya tidak menimbulkan nyeri, hanya sedikit rasa tidak nyaman saat usap hidung. Hasil tes PCR bisa keluar dalam 1-2 hari. Dokter mungkin meminta Anda untuk memakai masker selama pemeriksaan untuk mencegah penularan.
Perawatan
Penanganan batuk rejan bertujuan mengurangi gejala, mencegah penyebaran, dan mempercepat pemulihan. Antibiotik efektif jika diberikan pada awal infeksi (dalam 3 minggu pertama). Perawatan di rumah juga sangat penting untuk membantu pemulihan.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup agar tubuh memiliki energi untuk melawan infeksi
- Minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi karena batuk
- Gunakan pelembap udara (humidifier) untuk mengurangi iritasi saluran napas
- Hindari paparan asap rokok, debu, atau polusi yang dapat memperburuk batuk
- Cuci tangan secara rutin dan tutup mulut saat batuk untuk mencegah penularan
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab. Antibiotik hanya bekerja jika diberikan pada tahap awal infeksi. Selain itu, dokter mungkin memberikan obat pereda batuk jika diperlukan, tetapi penggunaannya harus sesuai anjuran. Jangan menggunakan obat batuk bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memperburuk kondisi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak ada prosedur operasi yang diperlukan untuk menangani batuk rejan pada orang dewasa.
Hidup dengan kondisi ini
Batuk rejan pada orang dewasa membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang, bahkan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Selama masa pemulihan, pastikan Anda cukup tidur, hindari aktivitas berat, dan minum air putih yang cukup. Batuk bisa kambuh jika terkena pemicu seperti udara dingin atau asap.
Tips gaya hidup
- Gunakan masker saat berada di keramaian atau berdekatan dengan orang lain untuk melindungi orang di sekitar
- Jaga jarak dengan bayi atau orang yang belum divaksinasi lengkap
- Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur
- Hindari berbagi makanan, minuman, atau alat makan dengan orang lain
Diet dan olahraga
Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering untuk menghindari muntah setelah batuk. Pilih makanan yang mudah dicerna seperti sup hangat, bubur, atau buah lembut. Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah gejala membaik dapat membantu memulihkan stamina, tetapi jangan memaksakan diri.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Batuk yang berkepanjangan dapat menyebabkan rasa frustrasi, cemas, atau bahkan depresi karena mengganggu tidur dan aktivitas sosial. Penting untuk berbicara dengan orang terdekat dan dokter jika perasaan ini mengganggu. Ingatlah bahwa kondisi ini bersifat sementara dan akan sembuh.
Pencegahan
Ya, batuk rejan dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi lengkap pada anak dan vaksinasi penguat (booster) pada dewasa sangat dianjurkan sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan RI.
Vaksin
Vaksinasi untuk batuk rejan biasanya diberikan dalam bentuk DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) pada anak dan Tdap (Tetanus, Difteri, Pertusis aseluler) pada dewasa. Orang dewasa dianjurkan mendapatkan satu dosis Tdap jika belum pernah menerima vaksinasi penguat. Konsultasikan dengan dokter mengenai jadwal vaksinasi yang tepat.
Program skrining
Tidak ada program skrining rutin untuk batuk rejan pada dewasa. Namun, jika Anda memiliki kontak dekat dengan penderita, dokter mungkin menyarankan pemberian antibiotik pencegahan (profilaksis) meskipun Anda tidak bergejala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pneumonia (infeksi paru-paru)
- Perburukan penyakit paru kronis seperti asma atau PPOK
- Retak tulang rusuk akibat batuk hebat
- Hernia (turun berok) karena tekanan berulang saat batuk
- Inkontinensia urin (tidak bisa menahan kencing) terutama pada wanita
- Pingsan atau cedera kepala akibat pusing setelah batuk
Prospek jangka panjang
Kebanyakan orang dewasa dengan batuk rejan dapat pulih sepenuhnya, meskipun batuk bisa berlangsung lama. Semakin dini mendapatkan pengobatan, semakin kecil risiko komplikasi dan penyebaran ke orang lain. Dengan istirahat dan perawatan yang tepat, sebagian besar penderita kembali sehat tanpa masalah jangka panjang.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 9 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.