Bone densitometry DEXA
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemindaian kepadatan tulang DEXA (Dual-Energy X-ray Absorptiometry) adalah tes pencitraan yang mengukur seberapa padat dan kuat tulang Anda. Tes ini menggunakan sinar-X dosis rendah untuk melihat kepadatan mineral tulang, terutama di tulang belakang, pinggul, dan kadang-kadang lengan bawah. Hasilnya membantu dokter menilai risiko patah tulang dan mendeteksi osteoporosis (tulang keropos) sejak dini.
Fakta penting
- DEXA adalah tes yang cepat, tidak sakit, dan hanya menggunakan sedikit radiasi—lebih rendah dari rontgen dada biasa.
- Hasil DEXA dilaporkan sebagai skor T (T-score) yang membandingkan kepadatan tulang Anda dengan orang dewasa muda yang sehat.
- Tes ini sering direkomendasikan untuk wanita di atas 65 tahun dan pria di atas 70 tahun, atau lebih awal jika ada faktor risiko.
Pemindaian DEXA adalah prosedur yang sangat umum dilakukan di rumah sakit dan klinik radiologi di Indonesia. Kemenkes menganjurkan skrining kepadatan tulang bagi kelompok berisiko tinggi.
Tes ini biasanya dilakukan pada orang yang memiliki risiko tinggi osteoporosis, seperti wanita setelah menopause, orang dengan riwayat keluarga patah tulang pinggul, pemakaian obat kortikosteroid jangka panjang, perokok, dan mereka yang memiliki berat badan sangat rendah.
Gejala
- Nyeri tulang atau punggung yang tiba-tiba dan parah setelah jatuh atau cedera ringan
- Tidak bisa bergerak atau berjalan setelah jatuh
- Mati rasa atau kelemahan mendadak di kaki
- ⚠Nyeri tulang yang terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari
- ⚠Patah tulang yang terjadi tanpa sebab yang jelas (patah tulang patologis)
Gejala umum
- Pemindaian DEXA sendiri tidak menimbulkan gejala. Namun, tes ini sering diminta jika Anda mengalami nyeri tulang yang tidak jelas penyebabnya, atau jika Anda mengalami patah tulang akibat cedera ringan.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, DEXA jarang dilakukan kecuali ada kondisi khusus seperti gangguan pertumbuhan, penyakit kronis, atau penggunaan obat yang mempengaruhi tulang. Tidak ada gejala khusus yang memerlukan DEXA pada anak tanpa indikasi medis.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, DEXA mungkin disarankan jika mereka mengalami nyeri punggung yang menetap, kehilangan tinggi badan, atau postur bungkuk (kifosis) yang bisa menandakan patah tulang belakang akibat tulang rapuh.
Penyebab
Penyebab utama
- Penurunan kepadatan tulang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause pada wanita karena penurunan hormon estrogen.
- Kekurangan kalsium dan vitamin D dalam jangka panjang.
- Penyakit tertentu seperti hipertiroidisme, rheumatoid arthritis, atau gangguan penyerapan makanan.
Faktor risiko
- Usia lanjut (di atas 65 tahun untuk wanita, di atas 70 tahun untuk pria)
- Jenis kelamin perempuan, terutama setelah menopause
- Riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang pinggul
- Berat badan rendah atau indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Penggunaan obat kortikosteroid (seperti prednison) dalam waktu lama
- Kurang bergerak atau imobilitas
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami patah tulang setelah terjatuh dari ketinggian berdiri atau benturan ringan.
- Jika Anda merasakan nyeri tulang yang hebat tanpa sebab jelas.
Buat janji temu rutin jika:
- Konsultasikan dengan dokter Anda tentang perlunya skrining DEXA jika Anda berusia di atas 65 tahun (wanita) atau 70 tahun (pria).
- Diskusikan dengan dokter jika Anda memiliki faktor risiko osteoporosis, bahkan jika Anda lebih muda.
Diagnosis
Diagnosis osteoporosis atau osteopenia (kepadatan tulang rendah) ditegakkan melalui hasil pemindaian DEXA. Dokter akan menilai skor T Anda: normal (≥ -1,0), osteopenia (-1,0 hingga -2,5), atau osteoporosis (≤ -2,5).
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemindaian DEXA (tulang belakang dan pinggul)
- Kadang-kadang pemindaian DEXA pada lengan bawah jika tulang belakang atau pinggul tidak dapat diukur
- Tes darah untuk memeriksa kadar kalsium, vitamin D, dan fungsi tiroid
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat menjalani DEXA, Anda akan berbaring di meja khusus selama sekitar 10–20 menit. Pemindai akan bergerak di atas tubuh Anda. Anda tidak perlu menyuntikkan obat apa pun. Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari dan akan dijelaskan oleh dokter Anda.
Perawatan
Jika hasil DEXA menunjukkan kepadatan tulang rendah atau osteoporosis, dokter akan merekomendasikan rencana perawatan yang disesuaikan. Tujuannya adalah memperkuat tulang, mencegah patah tulang, dan menjaga mobilitas Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan asupan kalsium dan vitamin D cukup setiap hari melalui makanan atau suplemen sesuai anjuran dokter.
- Lakukan olahraga menahan beban secara teratur, seperti berjalan kaki, naik tangga, atau latihan kekuatan ringan.
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Cegah jatuh di rumah dengan memasang pegangan di kamar mandi, menggunakan alas anti-selip, dan menjaga pencahayaan yang baik.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk memperlambat keropos tulang atau membantu pembentukan tulang baru. Obat-obatan ini diberikan dalam bentuk tablet, suntikan, atau infus sesuai kondisi Anda. Selalu ikuti petunjuk dokter dan apoteker Anda. Jangan pernah mengganti dosis atau jenis obat tanpa konsultasi.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk osteoporosis, kecuali jika terjadi patah tulang yang membutuhkan penanganan khusus, seperti patah tulang pinggul. Dokter bedah ortopedi akan menentukan tindakan terbaik.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kepadatan tulang rendah berarti Anda perlu lebih waspada terhadap risiko jatuh. Jaga lingkungan rumah tetap aman, gunakan alas kaki yang nyaman, dan periksakan kesehatan tulang secara rutin sesuai anjuran dokter.
Tips gaya hidup
- Konsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, keju, sayuran hijau, dan tahu.
- Dapatkan paparan sinar matahari pagi yang cukup untuk vitamin D, atau konsumsi suplemen sesuai saran dokter.
- Lakukan olahraga ringan seperti yoga atau tai chi untuk keseimbangan dan kekuatan otot.
- Hindari kegiatan yang berisiko jatuh atau benturan keras.
Diet dan olahraga
Pola makan seimbang dengan kalsium (1000–1200 mg per hari untuk dewasa) dan vitamin D (600–800 IU per hari) sangat penting. Olahraga teratur seperti jalan cepat, senam, atau angkat beban ringan membantu mempertahankan massa tulang. Konsultasikan dengan ahli gizi atau fisioterapis untuk program yang tepat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mengetahui bahwa Anda memiliki tulang yang rapuh bisa menimbulkan kecemasan atau ketakutan akan jatuh dan patah tulang. Hal ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor. Tetap aktif dan terlibat dalam kegiatan sosial dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Pencegahan
Kepadatan tulang yang rendah tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi Anda dapat memperlambat penurunannya dengan gaya hidup sehat sejak muda. Membangun tulang yang kuat di usia muda melalui nutrisi dan olahraga adalah investasi terbaik.
Vaksin
Tidak ada vaksin khusus untuk osteoporosis. Namun, vaksinasi seperti vaksin flu dan pneumonia dianjurkan untuk lansia agar tidak jatuh sakit yang bisa memperburuk kondisi tulang.
Program skrining
Skrining DEXA direkomendasikan secara rutin untuk wanita usia 65 tahun ke atas dan pria 70 tahun ke atas, atau lebih awal jika ada faktor risiko. Diskusikan dengan dokter Anda kapan waktu yang tepat untuk memulai skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Patah tulang yang mudah terjadi, terutama di pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan
- Nyeri kronis akibat patah tulang belakang yang tidak sembuh sempurna
- Penurunan tinggi badan dan postur bungkuk (kifosis)
- Keterbatasan gerak dan ketergantungan pada orang lain
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak orang dengan kepadatan tulang rendah dapat menjalani hidup aktif dan mandiri. Perubahan gaya hidup, nutrisi, dan pengobatan modern sangat efektif mengurangi risiko patah tulang. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk langkah terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.