USG Mata: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ultrasonografi (USG) mata adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bagian dalam bola mata. Alat kecil berbentuk pensil (probe) ditempelkan pada kelopak mata atau di permukaan mata setelah diberi gel. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat struktur seperti retina, lensa, dan saraf optik, terutama bila pemeriksaan langsung sulit dilakukan.
Fakta penting
- Tidak menggunakan radiasi, sehingga aman dan tidak menimbulkan efek samping.
- Prosedurnya cepat, sekitar 10–15 menit, dan tidak terasa sakit.
- Dapat dilakukan meskipun kelopak mata bengkak, kornea keruh, atau ada darah di dalam mata.
- Membantu dokter menemukan penyebab gangguan penglihatan yang sulit dilihat dengan alat biasa.
Cukup umum dilakukan di rumah sakit atau klinik mata yang memiliki fasilitas penunjang pemeriksaan, terutama untuk kondisi mata yang tidak bisa diperiksa secara langsung.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada semua usia, mulai dari bayi hingga lansia. Sering diperlukan pada pasien dengan katarak tebal, perdarahan di dalam mata, kecurigaan lepas retina, atau cedera mata.
Gejala
- Kehilangan penglihatan mendadak dan total pada satu atau kedua mata
- Cedera tembus atau terbuka pada bola mata
- Mata menonjol tiba-tiba disertai nyeri hebat
- ⚠Muncul banyak kilatan cahaya dan bintik-bintik gelap (floaters) yang baru terjadi
- ⚠Nyeri mata berat dengan kemerahan dan sakit kepala
- ⚠Rasa seperti ada tirai gelap menutupi sebagian penglihatan
Gejala umum
- Penglihatan menurun atau kabur secara mendadak
- Muncul kilatan cahaya atau bayangan seperti tirai dalam lapang pandang
- Mata nyeri atau merah disertai gangguan penglihatan
- Riwayat benturan atau benda asing masuk ke mata
Gejala pada anak-anak
- Mata tampak besar atau kornea tampak keruh pada bayi
- Bayi sulit mengikuti objek atau tidak merespons cahaya
- Perbedaan ukuran bola mata kanan dan kiri
- Mata bergetar (nistagmus) atau anak sering menutup satu mata
Gejala pada lansia
- Perubahan penglihatan yang berlangsung perlahan atau tiba-tiba
- Nyeri mata disertai mual dan muntah
- Pandangan seperti terhalang kabut tebal
- Dokter kesulitan melihat bagian dalam mata karena kekeruhan
Penyebab
Penyebab utama
- Kekeruhan lensa (katarak) yang menghalangi pemeriksaan langsung pada bagian dalam mata
- Perdarahan di dalam mata (perdarahan vitreus)
- Kecurigaan lepasnya retina dari lapisan belakang mata
- Tumor atau benjolan di dalam bola mata
- Benda asing atau trauma pada mata
Faktor risiko
- Usia lanjut dengan katarak atau degenerasi makula
- Miopia (rabun jauh) tinggi
- Diabetes melitus yang tidak terkontrol
- Riwayat operasi mata sebelumnya
- Pekerjaan atau aktivitas yang berisiko terkena cedera mata
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Gangguan penglihatan mendadak yang muncul kurang dari 24 jam
- Nyeri mata hebat disertai mual, muntah, atau pandangan kabur
- Cedera mata akibat benda tajam, pukulan keras, atau paparan bahan kimia
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau rabun jauh tinggi, lakukan pemeriksaan mata rutin sesuai saran dokter.
- Bila ada perubahan ringan pada penglihatan yang tidak mengganggu aktivitas, tetap jadwalkan konsultasi untuk memastikan semuanya baik.
Diagnosis
Dokter akan menilai keluhan Anda dan melakukan pemeriksaan mata dasar. Jika bagian dalam mata sulit dilihat karena bengkak, keruh, atau berdarah, dokter dapat meminta pemeriksaan USG mata untuk melihat struktur di dalam bola mata.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan (visus)
- Pemeriksaan tekanan bola mata
- USG mata B-scan untuk melihat struktur bagian dalam mata
- USG mata A-scan untuk mengukur panjang bola mata
- Pemeriksaan lanjutan lain jika hasil USG memerlukan konfirmasi
Apa yang diharapkan saat janji temu
Pemeriksaan biasanya berlangsung sekitar 10–15 menit. Anda akan berbaring, kelopak mata ditutup atau dibiarkan terbuka, lalu dokter mengoleskan gel pada kelopak atau permukaan mata dan menggerakkan probe dengan lembut. Dokter kadang memberikan obat tetes mata agar lebih nyaman. Prosedur ini tidak menimbulkan nyeri dan tidak memerlukan suntikan.
Perawatan
Penanganan setelah USG mata tergantung pada hasil pemeriksaan dan penyebab yang ditemukan. Dokter spesialis mata akan menjelaskan pilihan terapi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Perawatan mandiri di rumah
- Jangan mengucek mata, terutama jika ada keluhan atau setelah cedera
- Gunakan pelindung mata saat bekerja dengan bahan yang dapat melukai mata
- Lindungi mata dari paparan sinar matahari langsung menggunakan kacamata hitam
Perawatan medis
Tergantung hasil pemeriksaan, dokter dapat memberikan obat tetes mata, tindakan laser pada retina, injeksi obat ke dalam mata, atau terapi lain yang sesuai. Semua pengobatan harus dilakukan berdasarkan resep dan pengawasan tenaga kesehatan. Jangan menggunakan obat mata tanpa anjuran dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi dapat dipertimbangkan pada kondisi seperti retina yang lepas, katarak yang menghalangi penglihatan, tumor mata, atau perdarahan berulang di dalam mata. Keputusan operasi dibuat bersama dokter spesialis mata setelah mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah pemeriksaan, ikuti jadwal kontrol yang disarankan dokter. Catat setiap perubahan penglihatan dan sampaikan saat kontrol. Jika dokter menyarankan pelindung mata, gunakan sesuai instruksi.
Tips gaya hidup
- Periksa mata secara teratur, terutama jika Anda memiliki faktor risiko
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan mata
- Kelola gula darah dan tekanan darah dengan baik
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau, wortel, jeruk, dan ikan yang kaya omega-3. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat membantu menjaga sirkulasi darah dan kesehatan pembuluh darah mata.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menunggu hasil pemeriksaan atau menghadapi gangguan penglihatan dapat menimbulkan rasa cemas atau khawatir. Perasaan ini wajar. Bicarakan dengan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan. Anda tidak perlu menghadapinya sendirian.
Pencegahan
Pemeriksaan USG mata sendiri bukan penyakit, sehingga tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat menurunkan risiko gangguan mata yang memerlukan pemeriksaan ini dengan menjaga kesehatan mata dan menghindari cedera.
Program skrining
Lakukan skrining mata secara rutin, terutama jika Anda memiliki risiko tinggi seperti diabetes, glaukoma dalam keluarga, atau rabun jauh tinggi. Deteksi dini membantu mencegah kerusakan penglihatan yang lebih parah.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Robekan atau lepasnya retina yang tidak ditangani dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen
- Perdarahan di dalam mata yang tidak diatasi dapat membentuk jaringan parut dan mengganggu penglihatan
- Tumor atau kelainan lain yang terlambat dideteksi dapat menjadi lebih sulit diobati
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak kondisi mata yang ditemukan melalui USG mata dapat diobati dengan baik. Hasil pemeriksaan membantu dokter memilih pengobatan yang paling sesuai, sehingga harapan untuk mempertahankan penglihatan tetap besar.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.