Demam dan Ultrasonografi (USG): Apa yang Perlu Anda Tahu
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan gelombang suara, adalah metode diagnostik yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ dalam tubuh. Pada kasus demam, USG membantu dokter mencari sumber infeksi di organ seperti hati, ginjal, kandung empedu, atau di rongga tubuh yang mungkin tidak terlihat dari pemeriksaan fisik biasa. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memakai radiasi, dan aman untuk orang dewasa maupun anak-anak.
Fakta penting
- USG memakai gelombang suara berfrekuensi tinggi, bukan sinar X; sehingga tanpa paparan radiasi.
- Pemeriksaan umumnya hanya membutuhkan waktu 15–30 menit.
- USG dapat melihat kumpulan cairan nanah (abses), batu di kandung empedu, atau peradangan di organ.
- Umumnya tidak diperlukan persiapan khusus, kecuali dokter meminta minum air lebih banyak agar kandung kemih penuh.
Tidak semua kondisi demam memerlukan USG. Pemeriksaan ini biasanya dipertimbangkan bila demam sudah berlangsung lebih dari tiga hari, tidak ditemukan sumber pasti pada pemeriksaan awal, atau ada keluhan nyeri pada bagian organ tertentu.
USG untuk penyelidikan demam dapat dilakukan pada semua usia, mulai dari bayi, anak, dewasa, hingga lansia. Penilaian dokter menentukan perlu atau tidaknya pemeriksaan ini.
Gejala
- Demam disertai kaku kuduk (leher terasa kaku dan sulit digerakkan).
- Muncul ruam atau bintik kemerahan yang tidak hilang saat ditekan.
- Kesulitan bernapas atau napas tampak cepat dan berat.
- Kejang.
- Tidak sadarkan diri atau sulit dibangunkan.
- Nyeri perut yang hebat dan terus-menerus.
- ⚠Demam pada bayi kurang dari 3 bulan (segara bawa ke layanan kesehatan).
- ⚠Demam tinggi disertai muntah berulang sehingga tidak bisa minum cukup.
- ⚠Nyeri saat buang air kecil atau nyeri pinggang hebat.
- ⚠Demam yang tidak turun-turun walau sudah istirahat cukup dan minum banyak.
Gejala umum
- Demam yang berlangsung beberapa hari tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri di perut, pinggang, atau bagian tubuh tertentu.
- Menggigil, lemas, atau berkeringat banyak.
- Mual dan muntah.
- Warna kulit atau mata menguning (jaundice).
- Nyeri saat buang air kecil atau sering buang air kecil.
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi disertai rewel dan lesu.
- Tidak nafsu makan atau minum seperti biasa.
- Muntah terus-menerus atau tidak mau banyak bergerak.
- Bayi yang tampak tidak bersemangat / tidak responsif.
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau penurunan kesadaran yang mendadak.
- Mengantuk berlebihan atau susah dibangunkan.
- Demam yang tidak begitu tinggi tetapi disertai kelemahan ekstrem.
- Tidak bisa makan atau minum cukup, serta jarang buang air kecil.
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri atau virus yang belum jelas sumbernya.
- Abses (kumpulan nanah) di dalam organ atau jaringan.
- Peradangan kandung empedu atau saluran empedu.
- Infeksi ginjal atau batu ginjal yang menyumbat.
- Infeksi di area panggul (misalnya pada perempuan).
- Terbentuknya cairan terinfeksi di rongga perut.
Faktor risiko
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena diabetes atau sedang menjalani pengobatan tertentu).
- Pernah menjalani operasi perut.
- Baru saja dirawat di rumah sakit dan menggunakan kateter.
- Memiliki penyakit kronis, seperti penyakit liver atau ginjal.
- Usia lanjut atau gangguan mobilitas.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Demam tidak kunjung turun setelah lebih dari 3 hari perawatan di rumah.
- Gejala seperti nyeri perut, sakit pinggang, atau buang air kecil terasa perih.
- Suasana tubuh semakin lemas dan tidak sanggup bekerja atau beraktivitas.
Buat janji temu rutin jika:
- Anda atau anggota keluarga sering mengalami demam berulang tanpa sebab yang jelas.
- Pemeriksaan darah atau tes lain belum menemukan sumber infeksi, namun keluhan tetap berlanjut.
Diagnosis
Dokter melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh, mencakup riwayat sakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium seperti darah dan urine. Jika hasilnya belum memberikan jawaban, dokter dapat merekomendasikan USG untuk melihat bagian tubuh yang dicurigai sebagai sumber infeksi.
Tes yang mungkin dilakukan
- Anamnesis: dokter menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan.
- Pemeriksaan fisik: rabaan perut atau bagian tubuh yang nyeri.
- Tes darah: memeriksa tanda infeksi.
- Tes urine: menilai kemungkinan infeksi saluran kemih.
- USG abdomen atau organ tertentu: untuk melihat gambaran organ dan kemungkinan abses.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat menjalani USG, Anda diminta berbaring di meja pemeriksaan. Dokter atau petugas mengoleskan gel di atas kulit lalu menempelkan alat pipih (transduser) untuk menangkap gambar. Tidak ada jarum atau sayatan. Prosedur terasa dingin di kulit karena gel, tetapi umumnya nyaman. Anda akan mendapat penjelasan dari dokter tentang hasilnya, dan bila perlu, pemeriksaan tambahan.
Perawatan
Pengobatan infeksi yang menyebabkan demam akan disesuaikan dengan penyebab yang telah ditemukan. USG membantu dokter menentukan tindakan selanjutnya, seperti apakah perlu obat pereda infeksi, penanganan cairan dalam tubuh, atau prosedur untuk mengeluarkan kantong nanah. Konsultasikan selalu dengan dokter untuk rencana pengobatan yang tepat.
Perawatan mandiri di rumah
- Namun setelah pemeriksaan, pastikan Anda cukup beristirahat.
- Minumlah air secara rutin agar tubuh tetap terhidrasi.
- Kompres hangat untuk membantu menurunkan rasa tidak nyaman.
- Hindari mencurigai sendiri penyebab demam dan jangan menunda mencari perhatian medis bila gejala berat.
Perawatan medis
Pemberian obat anti-infeksi (antibiotik atau antijamur) disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan resep dokter. Dokter juga dapat memberikan obat penurun panas jika diperlukan, tetapi dosis dan jenisnya selalu sesuai anjuran tenaga kesehatan, bukan pilihan sendiri.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Pada kondisi tertentu seperti abses yang tidak terkuras dengan jarum atau pengobatan tidak kunjung membaik, dokter dapat menyarankan tindakan pembedahan untuk membersihkan sumber infeksi. Keputusan pembedahan selalu didasarkan pada penilaian menyeluruh oleh spesialis.
Hidup dengan kondisi ini
Setelah penyebab ditemukan, proses kesembuhan biasanya bertahap. Ikuti arahan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan ulang atau evaluasi. Pantau suhu tubuh dan keluhan lain di rumah, lalu catat bila ada perubahan yang mengkhawatirkan.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup dan atur aktivitas agar tubuh tidak mudah lelah.
- Cuci tangan rutin untuk menjaga kebersihan.
- Hindari berbagi barang pribadi seperti alat makan dan handuk.
- Perhatikan kebersihan minuman dan makanan, terutama jika sumber infeksi berkaitan dengan sanitasi.
Diet dan olahraga
Makan dalam porsi kecil tetapi teratur sangat dianjurkan agar tubuh tetap mendapat energi. Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti bubur atau makanan lunak, dan pastikan asupan cairan cukup. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai dapat dilakukan bila Anda sudah merasa lebih baik, tetapi hindari latihan berat sebelum sehat kembali.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani demam yang berkepanjangan dan pemeriksaan berulang dapat menimbulkan rasa cemas atau khawatir. Perasaan itu sangat wajar dan penting untuk dibicarakan dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Beberapa penyebab demam dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk mencuci tangan, memasak makanan hingga matang, minum air bersih, serta mencegah gigitan nyamuk. Usahakan selalu menempuh langkah pencegahan ini khususnya saat musim penyakit.
Vaksin
Vaksinasi rutin membantu mencegah berbagai infeksi yang dapat menyebabkan demam, seperti tifus, campak, maupun rubella. Sesuaikan jadwal vaksinasi dengan ketentuan Kementerian Kesehatan RI melalui posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk demam secara umum. Namun, pemeriksaan kesehatan rutin penting bagi orang dengan penyakit kronis atau gangguan kekebalan, karena demam bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan deteksi sejak dini.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Infeksi menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) dan mengancam fungsi organ.
- Nanah atau abses dapat pecah dan menyebabkan peradangan hebat di rongga tubuh.
- Demam yang berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan.
- Gangguan pada organ terkait seperti hati, ginjal, atau kandung empedu bila tidak ditangani.
Prospek jangka panjang
Kabar baiknya, dengan ditemukannya sumber infeksi melalui USG dan pemeriksaan penunjang lain, sebagian besar kondisi demam yang sebelumnya misterius dapat ditangani dengan lebih tepat. Sekali penyebabnya teratasi, tubuh biasanya pulih perlahan. Bekerja sama dengan dokter dan menjalani kontrol sesuai jadwal merupakan kunci pemulihan yang terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.