USG untuk Flu: Penjelasan dan Kegunaannya
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemeriksaan USG untuk flu adalah pemeriksaan menggunakan gelombang bunyi frekuensi tinggi untuk melihat kondisi paru-paru dan sekitarnya pada orang yang sedang sakit flu. USG tidak digunakan untuk mendeteksi virus flu, tetapi untuk memeriksa kemungkinan komplikasi seperti radang paru (pneumonia) atau penumpukan cairan di sekitar paru. Alat yang digunakan sama seperti USG untuk kehamilan, tetapi area yang diperiksa adalah dada.
Fakta penting
- USG tidak dapat mendeteksi virus flu. Virus flu biasanya dipastikan dengan tes usap hidung atau tenggorokan.
- USG pada flu berguna untuk memeriksa paru-paru, misalnya mencari tanda pneumonia atau penumpukan cairan.
- Pemeriksaan USG aman dan tidak menggunakan radiasi, sehingga bisa dilakukan pada anak-anak dan ibu hamil bila diperlukan.
Pemeriksaan USG untuk menilai komplikasi flu semakin sering digunakan, terutama di unit gawat darurat atau klinik. Namun, ini bukan pemeriksaan rutin untuk semua orang yang terkena flu. Dokter akan menentukan apakah pemeriksaan ini diperlukan berdasarkan kondisi Anda.
USG pada flu dapat dilakukan pada siapa saja yang membutuhkan pemeriksaan paru, termasuk anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Pemeriksaan ini paling bermanfaat untuk pasien dengan gejala flu berat, sesak napas, atau yang berisiko mengalami komplikasi, seperti orang dengan asma, diabetes, penyakit jantung, atau daya tahan tubuh yang lemah.
Gejala
- Segera hubungi layanan gawat darurat jika mengalami kesulitan bernapas berat sampai bibir atau wajah tampak membiru.
- Jika nyeri dada terasa menekan atau menjalar, jangan menunggu, segera cari bantuan darurat.
- Jika kejang, tidak sadar, atau sulit dibangunkan, segera hubungi layanan gawat darurat.
- ⚠Hubungi dokter atau fasilitas kesehatan pada hari yang sama jika demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari.
- ⚠Jika batuk disertai dahak berdarah, segera periksa.
- ⚠Jika napas terasa semakin berat meski tidak sedang beraktivitas.
- ⚠Jika ada tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, atau pusing saat berdiri.
Gejala umum
- Demam, menggigil, dan nyeri otot
- Batuk kering atau berdahak
- Sakit tenggorokan, pilek, atau hidung tersumbat
- Sangat lelah dan lemas
Gejala pada anak-anak
- Napas terasa cepat atau tampak sesak
- Tarik napas dalam di bagian dada
- Muntah atau sulit minum
- Rewel dan tidak berperilaku seperti biasanya
Gejala pada lansia
- Bingung atau mengantuk berlebihan
- Napas berbunyi atau terasa berat
- Nyeri dada
- Tidak demam, tetapi badan terasa sangat lemah
Penyebab
Penyebab utama
- Flu disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B.
- Virus menyebar melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.
- Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata juga dapat menyebabkan penularan.
Faktor risiko
- Anak di bawah usia lima tahun dan lansia di atas 65 tahun
- Memiliki penyakit kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau penyakit paru kronis
- Sedang hamil atau baru saja melahirkan
- Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya karena pengobatan tertentu atau penyakit tertentu
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika ada gejala darurat seperti sesak napas berat, nyeri dada, bibir membiru, atau kesadaran menurun, segera ke unit gawat darurat.
- Jika demam tinggi tidak membaik setelah beberapa hari dan kondisi semakin memburuk.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda termasuk kelompok berisiko dan mengalami gejala flu, sebaiknya periksa ke dokter meski gejalanya masih ringan.
- Jika batuk atau rasa lemas berlangsung lebih dari satu minggu tanpa membaik.
Diagnosis
Flu biasanya diketahui dari gejala dan pemeriksaan fisik. Untuk memastikannya, dokter dapat mengambil sampel usap hidung atau tenggorokan lalu memeriksanya di laboratorium. Jika dicurigai ada komplikasi di paru, dokter dapat meminta pemeriksaan USG di area dada.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes usap hidung atau tenggorokan untuk mendeteksi virus flu
- Pemeriksaan fisik dan tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu, dan saturasi oksigen
- USG paru atau dada untuk melihat apakah ada peradangan atau cairan di paru
- Rontgen dada, jika memang diperlukan
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat menjalani USG, Anda tidak perlu berpuasa. Anda diminta berbaring atau duduk dalam posisi tertentu. Dokter atau petugas mengoleskan gel di kulit dada, lalu menempelkan alat kecil yang disebut transduser dan menggerakkannya perlahan. Anda mungkin merasakan gel yang dingin, tetapi tidak nyeri. Pemeriksaan biasanya berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit.
Perawatan
Flu yang tidak disertai komplikasi biasanya cukup ditangani di rumah dengan istirahat dan cairan. USG tidak mengobati flu, tetapi hasilnya membantu dokter menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat cukup, terutama saat demam.
- Minum air putih hangat atau kaldu untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi makanan bergizi dalam porsi kecil tapi sering.
- Gunakan masker dan jaga jarak agar tidak menulari orang lain.
Perawatan medis
Dokter dapat memberikan obat untuk meredakan gejala seperti demam dan nyeri. Untuk infeksi virus flu, dokter dapat meresepkan obat antivirus pada kondisi tertentu, terutama jika ditemukan lebih awal atau pasien berisiko tinggi. Jika USG menunjukkan adanya infeksi bakteri di paru, dokter akan meresepkan antibiotik. Selalu ikuti resep dan anjuran dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Tidak ada operasi khusus untuk flu. Dalam kasus yang sangat jarang, jika komplikasi seperti penumpukan cairan atau nanah di sekitar paru tidak membaik, dokter spesialis dapat melakukan tindakan untuk mengeluarkannya. Tindakan ini hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan.
Hidup dengan kondisi ini
Pemulihan flu berlangsung bertahap. Hari pertama hingga ketiga biasanya paling berat. Pastikan Anda cukup beristirahat, minum, dan jangan terburu-buru bekerja atau berolahraga. Jika gejala seperti sesak napas muncul kembali, segera hubungi dokter.
Tips gaya hidup
- Cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer secara rutin.
- Tutup mulut dengan siku saat batuk atau bersin.
- Gunakan masker bila sedang sakit flu atau berada di keramaian.
- Jaga ventilasi rumah agar udara tetap segar.
Diet dan olahraga
Tidak ada makanan khusus untuk menyembuhkan flu. Tubuh membutuhkan energi untuk melawan virus, jadi penuhi cairan dan makanan bergizi. Olahraga ringan boleh dilakukan setelah demam turun dan energi kembali. Jangan memaksakan diri; istirahat lebih penting selama sakit.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit flu dapat membuat perasaan tertekan, mudah cemas, atau sedih, apalagi jika harus menjalani berbagai pemeriksaan. Hal ini wajar. Jika perasaan itu mengganggu aktivitas atau berlangsung lama, bicarakan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Pencegahan
Flu sebagian besar dapat dicegah. Vaksinasi tahunan adalah langkah paling efektif, ditambah kebiasaan mencuci tangan, menggunakan maskur saat sakit, dan menghindari kerumunan saat terjadi wabah.
Vaksin
Vaksin flu aman dan tersedia di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan vaksin ini terutama untuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Tanyakan kepada dokter atau fasilitas kesehatan terdekat apakah Anda perlu mendapatkan vaksin.
Program skrining
Tidak ada pemeriksaan USG rutin untuk flu pada orang sehat. USG dilakukan hanya jika ada gejala yang mengarah ke komplikasi paru.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Pneumonia atau radang paru-paru, terutama pada anak kecil, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.
- Penumpukan cairan di sekitar paru yang dapat membuat napas semakin berat.
- Gagal napas, yaitu saat paru tidak mampu mencukupi kebutuhan oksigen tubuh.
Prospek jangka panjang
Dengan istirahat, cairan, dan penanganan yang sesuai, sebagian besar penderita flu sembuh dalam satu hingga dua minggu. USG membantu dokter mendeteksi komplikasi lebih awal, sehingga perawatan dapat diberikan lebih cepat dan hasilnya umumnya baik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.