Pleuritis (Radang Selaput Paru) dan Pemeriksaan USG: Penjelasan Sederhana
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pleuritis atau radang selaput paru adalah peradangan pada selaput tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dada (disebut pleura). Peradangan ini bisa menyebabkan nyeri tajam saat bernapas. Dokter sering menggunakan USG (ultrasonografi) untuk melihat kondisi pleura, seperti penumpukan cairan atau penebalan, karena USG dapat memberikan gambaran yang jelas tanpa radiasi.
Fakta penting
- Pleuritis bukanlah penyakit paru-paru itu sendiri, melainkan peradangan pada lapisan pembungkus paru (pleura).
- USG dada dapat membantu membedakan pleuritis dari penyebab nyeri dada lainnya seperti pneumonia atau emboli paru.
- Pleuritis sering disebabkan oleh infeksi virus, namun bisa juga akibat penyakit lain seperti radang sendi atau efek samping obat.
Pleuritis cukup sering terjadi, terutama sebagai komplikasi dari infeksi saluran pernapasan seperti flu atau pneumonia.
Pleuritis dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa muda hingga usia pertengahan. Orang dengan riwayat penyakit autoimun (misalnya lupus) atau baru menjalani operasi dada juga lebih berisiko.
Gejala
- Nyeri dada hebat yang tiba-tiba disertai sesak napas berat
- Batuk darah
- Bibir atau kuku membiru (tanda kekurangan oksigen)
- Pingsan atau hampir pingsan
- ⚠Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat
- ⚠Demam tinggi menetap lebih dari 3 hari
- ⚠Sesak napas yang makin memburuk
Gejala umum
- Nyeri tajam di dada yang memburuk saat bernapas dalam, batuk, atau bersin
- Nyeri yang terasa seperti ditusuk dan bisa menjalar ke bahu atau punggung
- Batuk kering atau berdahak
- Sesak napas ringan hingga sedang
- Demam dan menggigil jika disebabkan infeksi
Gejala pada anak-anak
- Anak mungkin hanya mengeluh sakit perut atau tidak mau bernapas dalam-dalam (napas dangkal)
- Rewel atau menangis saat bergerak
- Demam tinggi dan lemas
Gejala pada lansia
- Nyeri dada mungkin tidak begitu terasa, sesak napas lebih dominan
- Penurunan nafsu makan dan kebingungan ringan bisa terjadi
- Risiko komplikasi seperti efusi pleura (cairan di selaput paru) lebih tinggi
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi virus (misalnya flu, COVID-19) atau bakteri (misalnya pneumonia)
- Penyakit autoimun seperti lupus atau artritis reumatoid
- Cedera dada (trauma, patah tulang rusuk)
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Gumpalan darah di paru (emboli paru)
Faktor risiko
- Riwayat infeksi saluran napas baru-baru ini
- Penyakit paru kronis seperti TBC atau bronkiektasis
- Kanker paru atau metastasis ke pleura
- Operasi atau tindakan medis di area dada
- Gangguan pembekuan darah
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Nyeri dada yang hebat atau memburuk dalam beberapa jam
- Sesak napas yang mengganggu aktivitas sehari-hari
- Demam tinggi yang tidak turun dengan obat penurun panas
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda mengalami nyeri dada ringan namun hilang timbul selama beberapa hari
- Jika Anda sudah didiagnosis pleuritis sebelumnya dan gejala muncul kembali
- Sebagai pemeriksaan rutin jika Anda memiliki kondisi autoimun
Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu mendengarkan suara napas dengan stetoskop. Jika dicurigai pleuritis, USG dada adalah alat andalan karena bisa melihat langsung peradangan, penumpukan cairan, atau ketebalan pleura. USG juga membantu membedakan pleuritis dari penyakit paru lainnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- USG dada (ultrasonografi) – tanpa rasa sakit, tanpa radiasi, hasil langsung
- Foto rontgen dada – untuk melihat gambaran awal paru dan pleura
- CT scan – jika USG tidak cukup jelas atau dicurigai komplikasi
- Tes darah – untuk mendeteksi infeksi atau penyakit autoimun
- Analisis cairan pleura – jika ada efusi pleura, cairan bisa diambil dengan jarum (torakosentesis)
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat USG dada, Anda akan diminta duduk atau berbaring miring. Dokter akan mengoleskan gel di dada dan menggerakkan probe (alat USG) di area yang nyeri. Prosedur ini tidak sakit dan hanya memakan waktu 15–30 menit. Hasilnya bisa langsung diketahui.
Perawatan
Pengobatan pleuritis bertujuan mengatasi penyebabnya dan meredakan nyeri. Jika penyebabnya infeksi virus, biasanya cukup istirahat dan obat pereda nyeri. Untuk infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Penyakit autoimun memerlukan obat antiinflamasi khusus.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup, hindari aktivitas berat hingga nyeri mereda
- Kompres hangat atau dingin di area dada yang nyeri (sesuai selera)
- Minum air putih yang cukup untuk mengencerkan dahak
- Hindari merokok dan asap rokok
- Gunakan bantal tambahan saat tidur agar posisi lebih nyaman
Perawatan medis
Dokter mungkin memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Jika penyebabnya infeksi bakteri, antibiotik akan diberikan. Pada kasus autoimun, digunakan obat yang menekan sistem kekebalan. Semua obat harus sesuai resep dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan. Hanya jika terjadi komplikasi seperti empiema (nanah di rongga pleura) yang tidak bisa diatasi dengan drainase, atau jika ada tumor yang menyebabkan pleuritis, maka prosedur bedah seperti VATS (video-assisted thoracoscopic surgery) mungkin dilakukan.
Hidup dengan kondisi ini
Selama pemulihan, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan perlahan. Hindari mengangkat beban berat atau olahraga yang memicu nyeri. Gunakan teknik napas dalam perlahan untuk menjaga kapasitas paru.
Tips gaya hidup
- Berhenti merokok dan hindari paparan asap atau polusi
- Jaga pola tidur teratur, gunakan posisi setengah duduk jika nyeri saat berbaring
- Kelola stres dengan meditasi atau relaksasi ringan
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh. Setelah nyeri mereda, lakukan olahraga ringan seperti peregangan atau jalan kaki. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Nyeri dada yang berkepanjangan bisa menimbulkan kecemasan. Wajar jika Anda khawatir, namun kebanyakan pleuritis sembuh total. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau orang terdekat.
Pencegahan
Tidak semua pleuritis dapat dicegah, namun risiko bisa dikurangi dengan menjaga kesehatan umum dan menghindari infeksi.
Vaksin
Vaksinasi flu dan pneumonia dapat menurunkan risiko infeksi yang bisa memicu pleuritis. Sesuai rekomendasi Kemenkes, vaksinasi diberikan terutama pada lansia dan orang dengan penyakit kronis.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin khusus untuk pleuritis. Bagi penderita penyakit autoimun, kontrol teratur ke dokter reumatologi penting untuk mendeteksi dini komplikasi pleura.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Efusi pleura – penumpukan cairan di rongga pleura yang bisa mengganggu pernapasan
- Empiema – infeksi bernanah di rongga pleura yang memerlukan drainase
- Penebalan pleura permanen (fibrothoraks) yang membatasi gerakan paru
- Gagal napas pada kasus berat
Prospek jangka panjang
Kebanyakan pleuritis akibat infeksi virus sembuh total dalam beberapa minggu. Dengan penanganan yang tepat, komplikasi jarang terjadi. Jika disebabkan penyakit autoimun atau kanker, prognosis tergantung pada penyakit dasarnya, namun pengobatan modern bisa membantu mengendalikan gejala. Konsultasi rutin dengan dokter sangat dianjurkan.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Kementerian Kesehatan RI ↗ · Indonesia
- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ↗ · Indonesia
Saluran bantuan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.