Preparing for DEXA scan
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemindaian DEXA (dual-energy X-ray absorptiometry) adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mengukur kepadatan tulang. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi osteoporosis (tulang keropos) dan menilai risiko patah tulang. Prosedurnya tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya membutuhkan waktu sekitar 10–20 menit.
Fakta penting
- Pemindaian DEXA tidak sakit dan menggunakan radiasi yang sangat rendah.
- Hasilnya dinyatakan dalam skor T, yang membandingkan kepadatan tulang Anda dengan orang dewasa sehat seusia Anda.
- Persiapan sangat sederhana: tidak perlu puasa, tetapi hindari mengonsumsi suplemen kalsium 24 jam sebelum pemeriksaan.
Ya, pemindaian DEXA banyak dilakukan di Indonesia, terutama pada wanita menopause dan lansia untuk skrining osteoporosis. Pemeriksaan ini juga dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI bagi mereka yang berisiko tinggi.
Pemindaian ini biasanya dilakukan pada orang dengan faktor risiko osteoporosis, seperti wanita berusia 65 tahun ke atas, pria berusia 70 tahun ke atas, atau siapa pun yang memiliki riwayat patah tulang akibat benturan ringan, riwayat keluarga osteoporosis, atau penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
Gejala
- Jika Anda tiba-tiba merasakan nyeri punggung atau pinggul yang sangat hebat setelah jatuh atau bahkan tanpa sebab jelas, segera hubungi layanan darurat di nomor telepon darurat yang tersedia di situs ini. Ini bisa menandakan patah tulang yang memerlukan penanganan segera.
- ⚠Nyeri tulang atau sendi yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari.
- ⚠Kecurigaan patah tulang karena daerah yang membengkak atau tidak bisa digerakkan.
Gejala umum
- Nyeri punggung bawah yang menetap, terutama jika disebabkan oleh patah tulang ringan pada tulang belakang.
- Postur bungkuk (kifosis) akibat tulang belakang yang melemah.
- Penurunan tinggi badan secara bertahap akibat keroposnya tulang belakang.
- Patah tulang yang terjadi dengan mudah, misalnya setelah jatuh ringan atau bahkan tanpa cedera jelas.
Gejala pada anak-anak
- Pada anak-anak, kondisi yang memerlukan DEXA jarang terjadi. Biasanya hanya pada anak dengan penyakit kronis yang mengonsumsi obat kortikosteroid jangka panjang atau dengan riwayat patah tulang berulang.
Gejala pada lansia
- Nyeri tulang atau sendi yang tidak jelas penyebabnya.
- Mudah mengalami patah tulang, misalnya pada pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang.
- Penurunan tinggi badan yang signifikan.
Penyebab
Penyebab utama
- Penuaan alami yang menyebabkan kepadatan tulang menurun.
- Kekurangan kalsium dan vitamin D dalam jangka panjang.
- Perubahan hormon, terutama penurunan estrogen pada wanita menopause atau testosteron pada pria.
Faktor risiko
- Usia lanjut (di atas 65 tahun pada wanita, di atas 70 tahun pada pria).
- Riwayat keluarga dengan osteoporosis atau patah tulang pinggul.
- Berat badan rendah (IMT di bawah 19 kg/m²).
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
- Penggunaan obat kortikosteroid (seperti prednison) lebih dari 3 bulan.
- Kondisi medis tertentu seperti artritis reumatoid, hipertiroidisme, atau gangguan penyerapan usus.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter jika Anda mengalami nyeri punggung atau pinggul yang hebat dan tiba-tiba, terutama setelah jatuh ringan atau tanpa sebab.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan skrining DEXA rutin pada usia 65 tahun (wanita) atau 70 tahun (pria), atau lebih awal jika Anda memiliki faktor risiko seperti yang disebutkan di atas.
- Jika Anda pernah mengalami patah tulang akibat benturan ringan, diskusikan dengan dokter tentang perlunya pemindaian DEXA.
Diagnosis
Pemindaian DEXA adalah standar emas untuk mendiagnosis osteoporosis. Dokter akan menilai skor T dari hasil pemindaian. Skor T antara -1,0 dan -2,5 disebut osteopenia (massa tulang rendah), dan di bawah -2,5 berarti osteoporosis.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemindaian DEXA pada tulang belakang bagian bawah (lumbar) dan pinggul adalah yang paling umum.
- Terkadang dokter juga meminta tes darah untuk memeriksa kadar kalsium, vitamin D, atau hormon tiroid jika ada kecurigaan penyebab sekunder.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta berbaring di atas meja pemindai yang empuk. Alat akan bergerak di atas daerah tulang belakang dan pinggul. Anda tidak akan merasakan apa pun. Pemeriksaan berlangsung sekitar 10–20 menit. Hasil biasanya keluar dalam beberapa hari dan akan dijelaskan oleh dokter.
Perawatan
Jika hasil DEXA menunjukkan osteopenia atau osteoporosis, dokter akan merekomendasikan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Tujuan utamanya adalah memperkuat tulang dan mencegah patah tulang.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan asupan kalsium cukup (1000–1200 mg per hari dari makanan seperti susu, keju, yogurt, sayuran hijau, tahu, atau ikan teri).
- Penuhi kebutuhan vitamin D (dari sinar matahari pagi, telur, ikan berlemak, atau suplemen sesuai anjuran dokter).
- Lakukan olahraga menahan beban seperti jalan cepat, naik turun tangga, atau angkat beban ringan minimal 3 kali seminggu.
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat yang dapat memperkuat tulang, misalnya dari golongan bifosfonat atau obat hormonal. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dengan tepat dan tidak mengubah dosis sendiri. Diskusikan efek samping potensial dengan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi jarang diperlukan untuk mengobati osteoporosis itu sendiri. Operasi hanya dilakukan jika terjadi patah tulang, misalnya patah tulang pinggul yang memerlukan pemasangan pen atau penggantian sendi.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda didiagnosis osteoporosis, penting untuk mencegah jatuh. Atur rumah dengan pencahayaan yang baik, pasang pegangan di kamar mandi, gunakan alas kaki anti slip, dan hindari karpet yang longgar.
Tips gaya hidup
- Biasakan melakukan latihan keseimbangan seperti berdiri satu kaki atau tai chi.
- Berhenti merokok dan batasi alkohol.
- Konsultasikan dengan fisioterapis untuk latihan yang aman.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D setiap hari. Olahraga dengan beban ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda statis, atau berenang, dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Hindari olahraga yang melibatkan loncatan atau gerakan memuntir mendadak.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Mendapat diagnosis osteoporosis bisa menimbulkan kecemasan atau kekhawatiran akan risiko patah tulang. Jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, keluarga, atau konselor. Dukungan psikologis dapat membantu Anda menjalani hidup dengan lebih tenang.
Pencegahan
Osteoporosis tidak sepenuhnya dapat dicegah karena faktor usia dan genetik. Namun, Anda dapat memperlambat penurunan kepadatan tulang dengan menerapkan pola hidup sehat sejak muda: cukup kalsium dan vitamin D, olahraga teratur, tidak merokok, dan menjaga berat badan ideal.
Program skrining
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan skrining DEXA pada wanita usia 65 tahun ke atas dan pria usia 70 tahun ke atas, atau lebih awal jika memiliki faktor risiko. Diskusikan dengan dokter apakah Anda perlu menjalani skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Patah tulang yang mudah terjadi, terutama di tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan.
- Patah tulang belakang dapat menyebabkan nyeri kronis, penurunan tinggi badan, dan postur bungkuk.
- Patah tulang pinggul sering memerlukan operasi dan dapat menyebabkan kecacatan permanen serta mengurangi kualitas hidup.
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dini melalui DEXA dan penanganan yang tepat, risiko patah tulang dapat dikurangi secara signifikan. Banyak orang dengan osteoporosis tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Kuncinya adalah mengikuti anjuran dokter dan menjalani gaya hidup sehat.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.