Pemeriksaan USG pada Kejang: Penjelasan Lengkap
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ultrasonografi (USG) pada kejang adalah penggunaan gelombang suara untuk melihat gambaran organ tubuh saat seseorang mengalami kejang atau untuk mencari penyebab kejang. Pemeriksaan ini aman, tanpa radiasi, dan sering digunakan pada bayi atau anak-anak untuk melihat otak melalui ubun-ubun yang masih terbuka. Pada orang dewasa, USG bisa digunakan untuk memeriksa jantung atau pembuluh darah leher jika diduga ada gangguan yang memicu kejang.
Fakta penting
- USG menggunakan gelombang suara, bukan radiasi, sehingga aman untuk semua usia.
- Pemeriksaan ini biasanya tidak menjadi tes utama untuk kejang, tapi membantu mencari penyebab seperti kelainan otak atau masalah jantung.
- Pada bayi, USG otak (kranial) sering dilakukan untuk mendeteksi perdarahan atau kelainan bawaan.
- Hasil USG harus ditafsirkan oleh dokter yang berpengalaman, dan biasanya dilengkapi dengan tes lain seperti EEG atau MRI.
Pemeriksaan USG cukup sering digunakan pada bayi yang mengalami kejang, terutama di unit perawatan intensif neonatal. Pada anak yang lebih besar dan orang dewasa, USG lebih jarang digunakan sebagai tes pertama untuk kejang, tapi bisa diminta jika ada kecurigaan khusus.
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada siapa saja yang mengalami kejang, terutama bayi baru lahir, anak dengan ubun-ubun masih terbuka, atau orang dewasa yang dicurigai memiliki masalah jantung atau pembuluh darah sebagai penyebab kejang.
Gejala
- Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang berulang tanpa sadar di antaranya
- Kesulitan bernapas atau bibir membiru saat kejang
- Kejang setelah cedera kepala atau tenggelam
- ⚠Kejang pertama kali pada orang dewasa
- ⚠Kejang disertai demam tinggi dan leher kaku
- ⚠Kejang pada ibu hamil
- ⚠Kejang yang disertai muntah atau sakit kepala hebat
Gejala umum
- Gerakan tubuh yang tidak terkendali (kaku atau kejang-kejang)
- Hilang kesadaran atau bengong sesaat
- Mata berputar atau melihat ke satu arah
- Menggigil atau gemetar tanpa sebab
Gejala pada anak-anak
- Demam tinggi yang disertai kejang (kejang demam)
- Tiba-tiba berhenti bergerak dan menatap kosong (seizure absans)
- Menangis atau merintih sebelum kejang
- Kesulitan bernapas atau biru di bibir saat kejang
Gejala pada lansia
- Kebingungan atau linglung setelah kejang
- Jatuh tiba-tiba tanpa sebab
- Menggerakkan mulut atau melakukan gerakan berulang tanpa sadar
- Kehilangan kendali kandung kemih
Penyebab
Penyebab utama
- Gangguan pada otak, seperti tumor, infeksi, atau cedera
- Gangguan metabolik, seperti gula darah rendah atau gangguan elektrolit
- Penyakit jantung atau pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke otak
- Demam tinggi pada anak (kejang demam)
Faktor risiko
- Riwayat epilepsi dalam keluarga
- Pernah mengalami cedera kepala serius
- Infeksi otak seperti meningitis atau ensefalitis
- Gangguan perkembangan otak sejak lahir
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke dokter atau IGD jika kejang pertama kali terjadi
- Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit
- Kejang disertai demam tinggi dan leher kaku
Buat janji temu rutin jika:
- Jika Anda atau anak Anda sering mengalami kejang, meskipun sudah terkontrol
- Setelah kejang yang hanya berlangsung sebentar dan sadar penuh, sebaiknya periksakan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut
Diagnosis
Diagnosis kejang dimulai dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan detail kejadian kejang. Pemeriksaan penunjang seperti USG diminta jika ada kecurigaan tertentu. USG otak (kranial) dilakukan pada bayi dengan cara menempelkan alat di atas ubun-ubun yang masih lunak. USG jantung (ekokardiografi) atau pembuluh darah leher bisa dilakukan pada dewasa untuk mencari sumber gumpalan darah atau masalah katup jantung.
Tes yang mungkin dilakukan
- USG kepala (kranial) untuk bayi
- USG jantung (ekokardiogram) untuk menilai struktur dan fungsi jantung
- USG Doppler pembuluh darah leher untuk melihat aliran darah ke otak
- Tes lain seperti EEG, MRI, CT scan, dan pemeriksaan darah
Apa yang diharapkan saat janji temu
Saat menjalani USG, Anda atau anak akan diminta berbaring. Dokter atau teknisi akan mengoleskan gel pada area yang diperiksa, lalu menempelkan alat kecil (transduser) dan menggerakkannya. Anda mungkin akan melihat gambar di layar. Pemeriksaan tidak sakit dan berlangsung sekitar 15-30 menit. Hasil segera dapat dilihat oleh dokter, tapi interpretasi akhir mungkin membutuhkan waktu.
Perawatan
Penanganan kejang tergantung pada penyebab dan tipe kejang. USG membantu menentukan penyebab, sehingga pengobatan bisa lebih tepat. Tujuan utama adalah menghentikan kejang, mencegah kekambuhan, dan mengatasi kondisi yang mendasarinya.
Perawatan mandiri di rumah
- Selalu dampingi orang yang sedang kejang, jangan memasukkan apapun ke mulutnya
- Catat durasi dan gerakan saat kejang untuk dilaporkan ke dokter
- Hindari pemicu kejang seperti kurang tidur, stres berlebihan, atau alkohol
- Patuhi jadwal minum obat jika diberikan oleh dokter
Perawatan medis
Dokter mungkin meresepkan obat antikejang untuk mengurangi frekuensi kejang. Obat-obatan ini harus diminum sesuai petunjuk. Jika penyebab kejang adalah infeksi, dokter akan memberikan antibiotik atau obat antivirus. Jika ada gangguan elektrolit, dokter akan memperbaikinya dengan cairan infus atau obat tertentu. Pengobatan harus selalu di bawah pengawasan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika kejang disebabkan oleh tumor otak, perdarahan, atau kelainan struktural lain yang terlihat pada USG atau pemindaian lain, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mengangkat penyebab tersebut. Operasi juga bisa menjadi pilihan untuk epilepsi yang tidak terkontrol dengan obat.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan kejang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Hindari aktivitas yang berbahaya jika kejang tiba-tiba terjadi, seperti berenang sendirian, mengendarai kendaraan, atau bekerja di ketinggian. Bagi penderita epilepsi yang terkontrol, banyak yang bisa hidup normal dengan pengobatan teratur.
Tips gaya hidup
- Tidur cukup dan teratur
- Kelola stres dengan relaksasi atau hobi
- Hindari konsumsi alkohol dan narkoba
- Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga (konsultasikan dengan dokter)
Diet dan olahraga
Pola makan sehat dengan gizi seimbang membantu menjaga kesehatan otak. Olahraga teratur baik untuk kesehatan umum, namun hindari olahraga yang terlalu berat atau berisiko tinggi. Beberapa penderita epilepsi mungkin mendapat manfaat dari diet ketogenik, tetapi harus di bawah pengawasan dokter dan ahli gizi.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Kejang dapat menyebabkan kecemasan, depresi, atau rasa malu. Penting untuk tidak menyembunyikan kondisi ini dan berbicara dengan keluarga atau teman. Dukungan psikologis dari konselor atau psikiater dapat membantu.
Pencegahan
Tidak semua kejang bisa dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menghindari pemicu seperti kurang tidur, demam tinggi pada anak (dengan obat penurun panas sesuai anjuran dokter), dan cedera kepala (dengan helm atau sabuk pengaman).
Vaksin
Vaksinasi lengkap pada anak dapat mencegah infeksi seperti meningitis yang bisa menyebabkan kejang.
Program skrining
Tidak ada skrining rutin untuk kejang, tetapi pada bayi dengan faktor risiko (misal lahir prematur), USG otak dapat dilakukan sebagai deteksi dini kelainan.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Kejang berulang yang semakin sering dan berat
- Cedera fisik akibat jatuh saat kejang
- Gangguan fungsi otak atau keterlambatan perkembangan pada anak
- Status epileptikus (kejang terus-menerus) yang berbahaya
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai, sebagian besar orang dengan kejang dapat hidup produktif. Pemeriksaan seperti USG membantu dokter menemukan penyebab sehingga penanganan menjadi lebih efektif. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau keluarga mengalami kejang.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 30 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.