Ultrasonografi Mata (USG Mata): Apa yang Perlu Anda Ketahui
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Ultrasonografi mata, atau biasa disingkat USG mata, adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar dari dalam bola mata. Gelombang suara ini memantul dari jaringan mata dan diubah oleh komputer menjadi gambar di layar. Pemeriksaan ini aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak menggunakan radiasi.
Fakta penting
- Tidak menggunakan sinar-X sehingga aman untuk semua usia
- Biasanya dilakukan jika bagian belakang mata sulit dilihat karena katarak atau perdarahan
- Membantu mendeteksi masalah seperti retina lepas, tumor mata, atau gangguan pada saraf mata
- Prosedur cepat, umumnya selesai dalam 15–30 menit
USG mata cukup umum dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki alat ultrasonografi dan dokter spesialis mata. Pemeriksaan ini menjadi andalan saat pemeriksaan mata biasa tidak cukup jelas.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Dokter akan menyarankannya bila ada keluhan atau kondisi yang memerlukan pencitraan bola mata.
Gejala
- Penglihatan hilang secara mendadak total pada satu atau kedua mata
- Nyeri mata sangat hebat yang datang tiba-tiba, apalagi disertai muntah
- Mata robek atau tertembus benda asing
- ⚠Bintik-bintik atau floaters yang bertambah banyak secara tiba-tiba, disertai kilatan cahaya
- ⚠Perasaan seperti tirai gelap menutupi sebagian lapangan pandang
- ⚠Mata bengkak dan merah yang berulang
Gejala umum
- Penglihatan kabur secara tiba-tiba atau bertahap
- Muncul banyak bintik atau garis melayang (floaters)
- Kilatan cahaya yang muncul tanpa sumber cahaya
- Mata merah disertai nyeri atau sensitif terhadap cahaya
- Terlihat seperti tirai atau bayangan yang menutupi sebagian penglihatan
Gejala pada anak-anak
- Mata bayi tampak tidak fokus atau tidak mengikuti benda bergerak
- Pupil atau belakang mata tampak putih saat terkena cahaya (leukokoria)
- Mata bergetar tanpa kendali (nistagmus)
Gejala pada lansia
- Penglihatan yang semakin menurun meski sudah memakai kacamata
- Rasa seperti ada bayangan gelap yang meluas
- Nyeri mata yang dalam dan tidak mereda
- Keluhan penglihatan setelah terjatuh atau terbentur
Penyebab
Penyebab utama
- Katarak yang padat sehingga dokter tidak bisa melihat retina secara langsung
- Perdarahan dalam bola mata (vitreus) yang menutupi retina
- Kemungkinan lepasnya retina (ablasio retina)
- Tumor mata atau benjolan di dalam bola mata
- Benda asing yang masuk dan melukai bola mata
Faktor risiko
- Usia lanjut dengan risiko degenerasi makula atau katarak
- Rabun jauh (miopia) tinggi yang meningkatkan risiko retina lepas
- Diabetes melitus yang tidak terkontrol
- Riwayat trauma atau cedera mata
- Peradangan dalam mata (uveitis) yang berulang
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda mengalami nyeri mata hebat, kilatan cahaya yang tiba-tiba, atau kehilangan penglihatan, segera cari pertolongan di instalasi gawat darurat.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap 1–2 tahun, terutama setelah usia 40 tahun atau jika memiliki diabetes dan riwayat keluarga penyakit mata.
Diagnosis
Untuk menentukan perlu tidaknya USG mata, dokter akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan yang lengkap. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik mata, seperti melihat lapisan mata dengan alat khusus. Jika bagian dalam mata tidak terlihat jelas, barulah dokter menyarankan USG mata.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemeriksaan ketajaman penglihatan menggunakan bagan huruf (Snellen)
- Pemeriksaan dengan lampu celah (slit lamp) untuk melihat bagian depan mata
- USG mata A-scan dan B-scan untuk melihat struktur dalam bola mata
- Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometri)
- Pemeriksaan OCT jika diperlukan untuk melihat lapisan retina
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta duduk atau berbaring. Dokter akan meneteskan obat bius lokal pada mata untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Kemudian, dokter menempelkan alat kecil yang sudah diberi gel ke permukaan mata, atau menggerakkannya di atas kelopak mata. Anda hanya merasakan sedikit tekanan. Prosedur ini berlangsung sekitar 15–30 menit. Setelah selesai, Anda biasanya langsung pulang, kecuali dokter memberi tetes yang membuat pandangan kabur sementara.
Perawatan
USG mata adalah pemeriksaan penunjang, bukan terapi. Hasil USG akan membantu dokter menentukan penyebab keluhan Anda dan merencanakan penanganan yang paling sesuai.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti seluruh instruksi sebelum dan sesudah pemeriksaan dari dokter atau perawat
- Jangan gunakan obat tetes mata selain yang diresepkan
- Segera hubungi dokter jika muncul nyeri hebat, kemerahan, atau penglihatan memburuk setelah pemeriksaan
Perawatan medis
Penanganan bergantung pada hasil pemeriksaan dan diagnosis. Dokter dapat meresepkan obat tetes antiradang, menyarankan terapi laser, atau merujuk untuk tindakan lainnya. Penggunaan obat selalu harus sesuai resep dokter dan dosis yang dianjurkan. Tanyakan kepada dokter tentang cara kerja dan efek samping obat yang diresepkan.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika ditemukan kondisi seperti retina lepas, tumor mata, atau katarak yang mengganggu, dokter mata akan mempertimbangkan tindakan pembedahan. Operasi biasanya dilakukan oleh dokter spesialis mata dan memerlukan persiapan serta pemulihan yang dijelaskan secara terperinci.
Hidup dengan kondisi ini
Jika Anda menjalani pemantauan rutin, catat setiap perubahan penglihatan dan sampaikan kepada dokter. Bawa hasil pemeriksaan dan daftar obat setiap kontrol.
Tips gaya hidup
- Gunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar untuk melindungi mata dari sinar UV
- Kenakan kacamata pelindung saat bekerja dengan bahan kimia atau benda tajam
- Hentikan merokok dan batasi konsumsi alkohol
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan kaya lutein dan vitamin A seperti bayam, wortel, telur, serta ikan berlemak. Olahraga teratur membantu menjaga tekanan darah dan gula darah, sehingga mata tetap sehat.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Menjalani pemeriksaan mata dan menunggu hasil dapat menimbulkan kecemasan. Itu wajar. Berbicara dengan orang terdekat atau tenaga kesehatan dapat membantu. Berfokus pada langkah-langkah positif juga dapat mengurangi kekhawatiran.
Pencegahan
Kebanyakan gangguan mata tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi risiko komplikasi dapat diturunkan dengan pemeriksaan mata rutin, mengelola penyakit kronis, dan melindungi mata dari cedera.
Vaksin
Beberapa vaksinasi, seperti vaksin herpes zoster, dapat membantu mencegah infeksi yang berisiko menyebabkan gangguan mata pada lansia. Tanyakan kepada dokter apakah vaksin ini sesuai untuk Anda.
Program skrining
Pemeriksaan mata rutin dianjurkan mulai usia 40 tahun, atau lebih awal jika memiliki diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga penyakit mata. Dokter akan menentukan apakah Anda perlu menjalani USG mata sebagai bagian dari skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika kondisi seperti retina lepas tidak ditangani, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada mata tersebut
- Tumor mata yang tidak terdeteksi dapat tumbuh dan merusak jaringan sekitar
- Perdarahan dalam mata yang berulang bisa menyebabkan jaringan parut di retina
Prospek jangka panjang
Dengan penanganan yang tepat dan diagnosis dini, banyak kondisi mata dapat diatasi atau diperlambat perkembangannya. Tidak ada jaminan bahwa setiap penglihatan kembali normal, tetapi USG mata membantu dokter memilih langkah terbaik agar Anda tetap dapat menjalani aktivitas harian.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.