What DEXA scan looks for
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemindaian DEXA (dual-energy X-ray absorptiometry) adalah tes pencitraan yang mengukur kepadatan tulang Anda. Tes ini membantu menilai seberapa kuat tulang Anda dan apakah Anda berisiko mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis). Pemeriksaan ini cepat, tidak sakit, dan menggunakan sinar-X dosis rendah.
Fakta penting
- DEXA adalah baku emas untuk mendiagnosis osteoporosis.
- Hasil DEXA dinyatakan dalam skor T yang membandingkan kepadatan tulang Anda dengan orang dewasa muda yang sehat.
- Skor T di bawah -2,5 menunjukkan osteoporosis.
Ya, pemindaian DEXA sangat umum dilakukan, terutama pada orang berusia di atas 50 tahun atau mereka yang memiliki faktor risiko osteoporosis.
Pemeriksaan ini umumnya direkomendasikan untuk wanita di atas 65 tahun, pria di atas 70 tahun, atau mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga osteoporosis, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, atau kondisi medis tertentu.
Gejala
- Nyeri hebat tiba-tiba di punggung, pinggul, atau pergelangan tangan setelah jatuh atau cedera ringan yang menandakan kemungkinan patah tulang.
- Tidak dapat menggerakkan lengan atau tungkai setelah cedera.
- Pembengkakan atau perubahan bentuk yang jelas pada anggota gerak.
- ⚠Nyeri tulang yang menetap dan tidak membaik dengan istirahat.
- ⚠Kesulitan berjalan atau menahan beban pada satu kaki.
Gejala umum
- Pemindaian DEXA biasanya tidak didasarkan pada gejala, melainkan pada faktor risiko.
- Tanda awal keropos tulang sering tidak terasa hingga terjadi patah tulang.
Gejala pada anak-anak
- Pemindaian DEXA pada anak jarang dilakukan, biasanya untuk memantau kepadatan tulang pada kondisi tertentu seperti gangguan pertumbuhan atau akibat pengobatan steroid jangka panjang.
Gejala pada lansia
- Pada lansia, gejala yang mungkin terkait keropos tulang adalah nyeri punggung, penurunan tinggi badan, atau postur bungkuk (kifosis).
Penyebab
Penyebab utama
- Penuaan alami menyebabkan massa tulang berkurang secara bertahap.
- Penurunan hormon estrogen pada wanita saat menopause mempercepat keropos tulang.
- Kekurangan asupan kalsium dan vitamin D dalam waktu lama.
Faktor risiko
- Usia lanjut (di atas 50 tahun).
- Jenis kelamin perempuan (terutama setelah menopause).
- Riwayat keluarga osteoporosis atau patah tulang rapuh.
- Berat badan rendah atau indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5.
- Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
- Penggunaan obat kortikosteroid (seperti prednison) jangka panjang.
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Segera ke fasilitas kesehatan jika Anda mengalami cedera yang menyebabkan nyeri hebat, tidak bisa bergerak, atau curiga patah tulang.
Buat janji temu rutin jika:
- Lakukan diskusi dengan dokter tentang perlunya DEXA jika Anda berusia di atas 65 tahun (wanita) atau 70 tahun (pria), atau memiliki faktor risiko osteoporosis.
- Dokter Anda dapat merujuk Anda untuk pemindaian DEXA berdasarkan hasil penilaian risiko.
Diagnosis
Diagnosis osteoporosis atau osteopenia (kepadatan tulang rendah) ditegakkan melalui hasil pemindaian DEXA. Skor T dari hasil DEXA digunakan bersama dengan faktor risiko untuk menentukan diagnosis.
Tes yang mungkin dilakukan
- Pemindaian DEXA pada tulang pinggul dan tulang belakang. Terkadang juga dilakukan pada pergelangan tangan.
- Alat skrining tambahan seperti FRAX (alat penilaian risiko patah tulang) yang memperkirakan risiko patah tulang dalam 10 tahun.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta berbaring di atas meja datar. Pemindai akan bergerak melewati tubuh Anda untuk membuat gambar. Anda tidak boleh bergerak selama pemindaian. Tidak diperlukan persiapan khusus, namun hindari mengonsumsi suplemen kalsium pada hari pemeriksaan.
Perawatan
Pengobatan untuk osteoporosis bertujuan untuk memperlambat keropos tulang, meningkatkan kepadatan tulang, dan mencegah patah tulang. Perawatan meliputi perubahan gaya hidup, asupan nutrisi, dan obat-obatan yang diresepkan dokter.
Perawatan mandiri di rumah
- Pastikan asupan kalsium dan vitamin D tercukupi dari makanan atau suplemen sesuai anjuran dokter.
- Lakukan olahraga menahan beban seperti berjalan, naik tangga, atau latihan kekuatan secara teratur.
- Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Cegah jatuh dengan menjaga lingkungan rumah tetap aman (misalnya pasang pegangan di kamar mandi, singkirkan karpet yang longgar).
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat-obatan yang membantu memperkuat tulang, seperti bifosfonat (yang bekerja dengan menghambat pengeroposan tulang), terapi hormon, atau obat lain yang merangsang pembentukan tulang baru. Pilihan obat disesuaikan dengan kondisi Anda. Pastikan untuk mendiskusikan manfaat dan risiko dengan dokter.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi biasanya hanya diperlukan jika terjadi patah tulang akibat osteoporosis, misalnya patah tulang pinggul. Dokter akan menjelaskan pilihan tindakan seperti pemasangan pin atau penggantian sendi.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan osteoporosis atau kepadatan tulang rendah memerlukan kewaspadaan ekstra untuk mencegah jatuh dan cedera. Lakukan aktivitas sehari-hari dengan hati-hati, dan gunakan alat bantu jika diperlukan.
Tips gaya hidup
- Lakukan olahraga teratur seperti berjalan, tai chi, atau yoga untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan otot.
- Jaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan mengangkat barang.
- Kenakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
- Periksakan kesehatan tulang secara berkala sesuai anjuran dokter.
Diet dan olahraga
Konsumsi makanan kaya kalsium (susu, keju, yogurt, sayuran hijau, ikan teri) dan vitamin D (ikan berlemak, telur, paparan sinar matahari pagi). Latihan menahan beban seperti jalan kaki, jogging, atau naik tangga membantu menjaga massa tulang.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Diagnosis osteoporosis dapat menimbulkan kecemasan akan risiko patah tulang dan keterbatasan aktivitas. Hal ini wajar. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau konselor. Jika Anda merasa sangat tertekan, segera hubungi tenaga kesehatan profesional atau layanan dukungan kesehatan jiwa.
Pencegahan
Anda dapat membantu mencegah osteoporosis dengan menjalani gaya hidup sehat sejak muda: cukup kalsium dan vitamin D, olahraga teratur, tidak merokok, dan membatasi alkohol. Pencegahan patah tulang juga penting dengan menghindari jatuh.
Program skrining
Skrining kepadatan tulang dengan DEXA dianjurkan bagi wanita usia 65 tahun ke atas dan pria usia 70 tahun ke atas, atau lebih awal jika ada faktor risiko. Diskusikan dengan dokter kapan Anda perlu melakukan skrining.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Patah tulang yang mudah terjadi, terutama pada pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.
- Nyeri kronis akibat patah tulang belakang.
- Penurunan tinggi badan dan perubahan postur (bungkuk).
- Kehilangan kemandirian karena keterbatasan gerak.
Prospek jangka panjang
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak orang dengan osteoporosis dapat menjalani hidup aktif dan mandiri. Perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat memperlambat keropos tulang serta mengurangi risiko patah tulang. Hasil pemeriksaan DEXA membantu Anda dan dokter merencanakan langkah terbaik.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 19 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.