Growth hormone testing
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Pemeriksaan hormon pertumbuhan adalah tes darah yang mengukur kadar hormon pertumbuhan (growth hormone, GH) dalam tubuh. Hormon pertumbuhan penting untuk pertumbuhan anak dan mengatur metabolisme pada orang dewasa. Tes ini membantu dokter mengetahui apakah kelenjar pituitari di otak memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon pertumbuhan.
Fakta penting
- Tes hormon pertumbuhan biasanya dilakukan dengan tes stimulasi atau supresi untuk menilai respons tubuh.
- Pasien mungkin diminta berpuasa sebelum tes, dan tes bisa memakan waktu beberapa jam.
- Hasil tes digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti defisiensi hormon pertumbuhan (kekurangan) atau akromegali (kelebihan).
Tes ini tidak termasuk tes rutin. Dokter hanya akan merekomendasikannya jika ada tanda-tanda gangguan pertumbuhan atau kelainan hormon yang mencurigakan, seperti pertumbuhan lambat pada anak atau perubahan fisik pada orang dewasa.
Tes ini dilakukan pada anak-anak yang pertumbuhannya sangat lambat atau pendek (stunting) dibandingkan anak seusianya. Juga dilakukan pada orang dewasa yang dicurigai memiliki masalah kelenjar pituitari, misalnya kelelahan parah, penurunan massa otot, atau tanda-tanda kelebihan hormon pertumbuhan seperti tangan dan kaki membesar.
Gejala
- Sakit kepala hebat yang tiba-tiba, terutama disertai gangguan penglihatan, mual, atau muntah (bisa tanda perdarahan atau tumor pituitari).
- Kehilangan penglihatan secara mendadak atau penglihatan kabur berat.
- Kejang atau penurunan kesadaran.
- ⚠Sakit kepala yang terus memburuk dalam beberapa hari atau minggu.
- ⚠Gangguan penglihatan seperti pandangan ganda atau kehilangan lapang pandang.
- ⚠Nyeri dada atau sesak napas (pada kasus kelebihan hormon pertumbuhan yang parah).
Gejala umum
- Gejala yang mendorong dilakukannya tes hormon pertumbuhan tergantung pada kondisi yang dicurigai:
- Pada anak: pertumbuhan sangat lambat, tinggi badan jauh di bawah rata-rata, pubertas terlambat.
- Pada dewasa: keletihan, penurunan massa otot, peningkatan lemak tubuh, penurunan kepadatan tulang.
Gejala pada anak-anak
- Tinggi badan yang sangat pendek (short stature) dibandingkan anak seusianya.
- Pertumbuhan yang melambat (kurang dari 5 cm per tahun setelah usia 3 tahun).
- Pubertas yang tertunda atau tidak terjadi.
- Wajah tampak lebih muda dari usia sebenarnya.
Gejala pada lansia
- Pada orang dewasa yang lebih tua, defisiensi hormon pertumbuhan bisa mirip dengan penuaan normal, seperti berkurangnya massa otot dan kekuatan, peningkatan lemak perut, kelelahan, dan kulit menipis.
- Kelebihan hormon pertumbuhan (akromegali) pada usia berapa pun dapat menyebabkan perubahan wajah, tangan dan kaki membesar, nyeri sendi, dan keringat berlebih.
Penyebab
Penyebab utama
- Tes hormon pertumbuhan dilakukan untuk menyelidiki penyebab gangguan pertumbuhan atau metabolisme. Beberapa penyebab yang mendasari antara lain:
- Defisiensi hormon pertumbuhan: kerusakan atau kelainan pada kelenjar pituitari, tumor di dekat kelenjar pituitari, kelainan genetik, atau cedera kepala.
- Kelebihan hormon pertumbuhan: biasanya disebabkan oleh tumor jinak kelenjar pituitari (adenoma) yang memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan (akromegali atau gigantisme pada anak).
Faktor risiko
- Riwayat keluarga dengan gangguan pertumbuhan atau tumor kelenjar pituitari.
- Pernah menjalani radiasi di daerah kepala atau leher.
- Cedera kepala berat yang merusak kelenjar pituitari.
- Infeksi tertentu yang mempengaruhi otak (misalnya meningitis).
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Jika Anda atau anak Anda mengalami sakit kepala hebat yang tiba-tiba, gangguan penglihatan mendadak, atau kejang, segera cari pertolongan darurat di rumah sakit terdekat.
Buat janji temu rutin jika:
- Jika anak Anda tampak lebih pendek dari teman-temannya dan pertumbuhannya lambat, periksakan ke dokter anak.
- Jika orang dewasa mengalami perubahan fisik seperti tangan atau kaki membesar, fitur wajah yang kasar, nyeri sendi, atau kelelahan yang tidak biasa, temui dokter.
- Jika Anda memiliki riwayat tumor pituitari atau sedang menjalani pengobatan yang memengaruhi hormon, lakukan kontrol rutin sesuai saran dokter.
Diagnosis
Diagnosis gangguan hormon pertumbuhan dimulai dengan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menilai riwayat pertumbuhan, gejala, dan mungkin memesan tes darah untuk mengukur kadar hormon pertumbuhan. Karena kadar hormon pertumbuhan berfluktuasi sepanjang hari, tes biasanya dilakukan dengan cara merangsang atau menekan produksinya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes stimulasi hormon pertumbuhan: Pasien diberikan obat (misalnya arginin atau insulin) untuk merangsang kelenjar pituitari melepaskan hormon pertumbuhan. Darah diambil beberapa kali untuk melihat respons.
- Tes supresi hormon pertumbuhan (tes toleransi glukosa oral): Pasien minum larutan glukosa, lalu hormon pertumbuhan diukur. Tes ini mendeteksi kelebihan hormon pertumbuhan (akromegali).
- Pemeriksaan faktor pertumbuhan mirip insulin (IGF-1): Tes ini mengukur kadar protein yang dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan. IGF-1 lebih stabil dan membantu diagnosis.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging) kepala: Dilakukan jika dicurigai tumor atau kelainan pada kelenjar pituitari. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan menggunakan medan magnet.
Apa yang diharapkan saat janji temu
Anda akan diminta berpuasa (tidak makan atau minum kecuali air) selama 8-12 jam sebelum tes. Saat tes, perawat akan memasang infus di lengan Anda untuk mengambil darah secara berkala. Anda mungkin diberikan obat stimulasi melalui infus. Tes bisa berlangsung 2-3 jam. Anda mungkin merasakan sedikit pusing atau mual karena puasa, tetapi biasanya ringan. Bawalah buku atau musik untuk mengisi waktu.
Perawatan
Pengobatan untuk gangguan hormon pertumbuhan tergantung pada penyebabnya. Jika kadar hormon terlalu rendah (defisiensi), dokter mungkin meresepkan terapi penggantian hormon pertumbuhan. Jika kadar terlalu tinggi (akromegali atau gigantisme), pengobatan bertujuan menekan produksi hormon atau mengangkat tumor yang mendasarinya. Perawatan harus dilakukan oleh dokter spesialis endokrinologi.
Perawatan mandiri di rumah
- Ikuti semua petunjuk dokter dan jadwal kontrol secara teratur.
- Catat gejala dan perubahan yang Anda alami untuk dilaporkan ke dokter.
- Jaga pola makan sehat dan aktif bergerak sesuai kemampuan.
- Hindari stres berlebihan dan cukup tidur.
Perawatan medis
Terapi hormon pertumbuhan: diberikan melalui suntikan setiap hari (tidak ada obat minum). Dosis disesuaikan dengan kebutuhan pasien oleh dokter. Untuk kelebihan hormon pertumbuhan, pengobatan dapat berupa obat-obatan yang menghambat produksi hormon (misalnya analog somatostatin), atau radiasi untuk mengecilkan tumor. Pilihan pengobatan selalu didiskusikan dengan dokter spesialis.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Jika penyebab kelebihan hormon pertumbuhan adalah tumor pituitari (adenoma), operasi transsphenoidal (melalui hidung) mungkin dilakukan untuk mengangkat tumor. Keputusan operasi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, serta kondisi pasien. Dokter akan menjelaskan risiko dan manfaatnya.
Hidup dengan kondisi ini
Hidup dengan gangguan hormon pertumbuhan memerlukan penyesuaian. Anda mungkin perlu menjalani suntikan hormon secara rutin jika mengalami defisiensi. Untuk akromegali, Anda mungkin perlu kontrol berkala dan pengelolaan gejala seperti nyeri sendi atau tekanan darah tinggi. Ikuti rekomendasi dokter dan jangan ragu bertanya.
Tips gaya hidup
- Minum obat atau suntik hormon sesuai jadwal yang ditentukan.
- Lakukan olahraga ringan hingga sedang, seperti berjalan atau berenang, untuk menjaga kekuatan otot dan tulang.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru.
- Catat tinggi badan anak secara teratur untuk memantau pertumbuhan.
Diet dan olahraga
Pola makan seimbang kaya protein, kalsium, dan vitamin D penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang. Untuk orang dewasa, diet rendah lemak dan gula membantu mengontrol berat badan. Olahraga teratur membantu menjaga massa otot dan metabolisme.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Gangguan pertumbuhan dapat memengaruhi citra diri dan kepercayaan diri, terutama pada anak dan remaja. Orang dewasa dengan akromegali mungkin mengalami kecemasan karena perubahan fisik. Penting untuk membicarakan perasaan Anda dengan dokter, keluarga, atau teman. Dukungan psikologis dapat membantu.
Pencegahan
Sebagian besar gangguan hormon pertumbuhan tidak dapat dicegah, karena disebabkan oleh faktor genetik atau tumor yang tidak dapat diprediksi. Namun, deteksi dini dan pengobatan dapat mencegah komplikasi. Pemeriksaan rutin tumbuh kembang anak sangat penting untuk menemukan masalah sejak dini.
Program skrining
Skrining tidak dilakukan secara umum. Namun, jika ada riwayat keluarga dengan gangguan kelenjar pituitari atau sindrom genetik tertentu, dokter mungkin menyarankan pemantauan pertumbuhan lebih ketat. Konsultasikan dengan dokter anak atau dokter spesialis endokrin.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Jika defisiensi hormon pertumbuhan tidak diobati pada anak: tinggi badan sangat pendek di masa dewasa, tulang lemah, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
- Jika kelebihan hormon pertumbuhan tidak diobati: risiko tinggi diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, radang sendi, dan penekanan saraf (misalnya sindrom terowongan karpal).
- Pada anak dengan kelebihan hormon pertumbuhan (gigantisme): pertumbuhan tulang yang berlebihan menyebabkan tinggi dan ukuran tubuh sangat besar, serta masalah sendi.
Prospek jangka panjang
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, kebanyakan penderita gangguan hormon pertumbuhan dapat menjalani hidup yang normal dan sehat. Pada anak, terapi hormon dapat membantu mencapai tinggi badan yang mendekati normal. Pada orang dewasa, pengobatan mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Kunci utamanya adalah kerja sama dengan dokter dan pengobatan yang konsisten.
Cari dukungan
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 16 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.
Panduan dapat berbeda menurut negara atau wilayah. Konfirmasikan rekomendasi lokal dengan penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat.