throat blood test explained
Berdasarkan panduan klinis Saudi
Gambaran umum
Tes darah tenggorokan adalah pemeriksaan darah yang membantu dokter mendeteksi infeksi atau peradangan di area tenggorokan. Darah diambil dari pembuluh darah lengan lalu dianalisis di laboratorium untuk melihat tanda-tanda penyakit.
Fakta penting
- Tes ini sering dilakukan jika Anda mengalami sakit tenggorokan parah atau berkepanjangan.
- Hasil tes dapat membantu membedakan infeksi bakteri (seperti radang tenggorokan) dan infeksi virus.
- Tes darah tenggorokan tidak menggantikan pemeriksaan langsung tenggorokan oleh dokter.
Tes ini tidak dilakukan secara rutin untuk setiap sakit tenggorokan. Dokter biasanya memesannya jika ada gejala yang mengkhawatirkan atau jika pengobatan awal tidak berhasil.
Siapa pun bisa menjalani tes darah tenggorokan, terutama orang yang mengalami sakit tenggorokan berulang, demam tinggi, atau riwayat infeksi tenggorokan yang sering kambuh.
Gejala
- Kesulitan bernapas atau sesak napas
- Pembengkakan di leher hingga menyulitkan bernapas
- Tidak bisa menelan air liur
- Kejang-kejang
- ⚠Demam sangat tinggi (di atas 39°C) yang tidak turun dengan obat penurun panas
- ⚠Nyeri tenggorokan hebat hingga sulit membuka mulut
- ⚠Bintik-bintik merah atau nanah di tenggorokan
- ⚠Gejala dehidrasi (mulut kering, jarang buang air kecil)
Gejala umum
- Nyeri tenggorokan yang terus-menerus
- Demam (suhu tubuh di atas 38°C)
- Kelenjar getah bening di leher membengkak
- Kesulitan menelan
- Suara serak
Gejala pada anak-anak
- Rewel dan menolak makan atau minum
- Air liur berlebihan
- Demam tinggi
- Nyeri perut (kadang-kadang)
Gejala pada lansia
- Sakit tenggorokan yang lebih ringan tapi bertahan lama
- Kehilangan nafsu makan
- Kelelahan
- Demam ringan
Penyebab
Penyebab utama
- Infeksi bakteri, misalnya Streptococcus grup A (radang tenggorokan)
- Infeksi virus (seperti virus flu atau Epstein-Barr yang menyebabkan mononukleosis)
- Iritasi akibat asap rokok, polusi, atau alergi
Faktor risiko
- Kontak dekat dengan orang yang sakit tenggorokan
- Kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya karena penyakit kronis atau pengobatan tertentu)
- Usia anak-anak (rentan terhadap infeksi bakteri)
Kapan harus ke dokter
Segera temui dokter jika:
- Sakit tenggorokan disertai kesulitan bernapas atau menelan
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun
- Pembengkakan leher yang cepat membesar
Buat janji temu rutin jika:
- Sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 1 minggu
- Nyeri tenggorokan yang parah tanpa demam tinggi
- Riwayat radang tenggorokan berulang (lebih dari 3 kali setahun)
Diagnosis
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, melihat langsung tenggorokan Anda, dan mungkin meminta tes darah untuk memeriksa tanda infeksi atau peradangan. Tes darah tenggorokan bukan satu-satunya cara diagnosis – hasilnya akan dipadukan dengan gejala dan pemeriksaan lainnya.
Tes yang mungkin dilakukan
- Tes darah lengkap (CBC) untuk melihat jumlah sel darah putih yang biasanya naik saat infeksi
- C-reactive protein (CRP) untuk mengukur tingkat peradangan
- Antibodi anti-streptolisin O (ASO) jika dicurigai infeksi Streptococcus
Apa yang diharapkan saat janji temu
Proses pengambilan darah hanya beberapa menit. Anda akan merasakan sedikit cubitan saat jarum dimasukkan. Setelah itu, perawat akan menekan kapas pada area tusukan untuk menghentikan pendarahan. Hasil tes biasanya siap dalam 1–3 hari.
Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab sakit tenggorokan. Infeksi virus biasanya tidak memerlukan antibiotik dan akan sembuh sendiri. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik yang diresepkan dokter. Perawatan di rumah dapat membantu meredakan gejala.
Perawatan mandiri di rumah
- Istirahat yang cukup
- Minum cairan hangat seperti teh jahe atau air lemon madu (untuk dewasa, hindari madu pada anak di bawah 1 tahun)
- Berkumur dengan air garam hangat (setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat)
- Hindari iritan seperti asap rokok dan udara kering
- Konsumsi makanan lunak seperti bubur atau sup
Perawatan medis
Dokter dapat meresepkan obat penurun panas atau pereda nyeri yang aman digunakan. Jika infeksi bakteri dipastikan, dokter akan memberikan antibiotik sesuai jenis kumannya. Penting untuk menghabiskan antibiotik sesuai petunjuk, meskipun gejala sudah membaik. Untuk infeksi virus seperti mononukleosis, pengobatan berfokus pada istirahat dan meredakan gejala.
Kapan operasi dipertimbangkan?
Operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi) mungkin dipertimbangkan jika Anda atau anak Anda mengalami radang amandel berulang (lebih dari 5 kali setahun) atau jika terjadi komplikasi seperti abses yang sulit diobati.
Hidup dengan kondisi ini
Selama masa penyembuhan, perbanyak istirahat dan hindari aktivitas berat. Jika Anda bekerja, ambil cuti sampai demam mereda dan Anda merasa cukup fit. Jangan lupa minum obat sesuai anjuran dokter.
Tips gaya hidup
- Jaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur
- Hindari berbagi gelas, sendok, atau sikat gigi dengan orang lain
- Jika Anda merokok, usahakan berhenti atau kurangi merokok
Diet dan olahraga
Makan makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang bisa mengiritasi tenggorokan. Olahraga ringan seperti jalan kaki boleh dilakukan jika Anda tidak demam dan merasa fit, tapi dengarkan tubuh Anda.
Kesehatan mental dan kesejahteraan emosional
Sakit tenggorokan berkepanjangan atau sering kambuh bisa membuat Anda frustrasi atau cemas. Bicarakan perasaan Anda dengan dokter atau orang terdekat. Ingatlah bahwa sebagian besar kondisi ini dapat diatasi dengan baik.
Pencegahan
Tidak semua sakit tenggorokan bisa dicegah, tapi Anda bisa mengurangi risikonya dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Menjaga daya tahan tubuh sangat penting.
Vaksin
Vaksin influenza (flu) dapat mengurangi risiko terkena flu yang sering menyebabkan sakit tenggorokan. Vaksinasi lain seperti vaksin COVID-19 juga membantu mencegah infeksi virus yang dapat menyerang tenggorokan.
Program skrining
Tidak ada skrining khusus untuk sakit tenggorokan pada umumnya. Jika Anda sering mengalami radang tenggorokan, dokter mungkin merekomendasikan pemantauan berkala.
Komplikasi
Jika tidak diobati
- Radang tenggorokan bakteri yang tidak diobati dapat menyebabkan demam rematik (penyakit yang menyerang jantung dan sendi)
- Pembentukan abses di sekitar amandel (peritonsillar abses)
- Penyebaran infeksi ke telinga, sinus, atau saluran pernapasan bawah
Prospek jangka panjang
Sebagian besar sakit tenggorokan, baik virus maupun bakteri, sembuh dengan perawatan yang tepat. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang sesuai, komplikasi serius jarang terjadi. Banyak orang bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu satu hingga dua minggu.
Cari dukungan
Organisasi lokal
- Puskesmas terdekat · Indonesia
- Rumah Sakit Umum Daerah · Indonesia
Tautan eksternal membuka situs web pihak ketiga. Ruqelo Health tidak bertanggung jawab atas konten eksternal. Mencantumkan organisasi tidak berarti dukungan.
Selalu pastikan dengan dokter Anda
Pedoman kesehatan bervariasi menurut negara dan wilayah. Informasi dalam artikel ini didasarkan pada pedoman klinis internasional tetapi mungkin tidak mencerminkan pedoman, obat-obatan, atau praktik spesifik di negara Anda. Selalu diskusikan masalah kesehatan Anda dengan dokter atau tenaga kesehatan Anda sendiri, dan rujuk ke pedoman kesehatan nasional setempat jika tersedia.
Pemberitahuan penting Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi. Tidak menggantikan nasihat medis, diagnosis, atau perawatan profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi tentang kondisi spesifik Anda. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi layanan darurat setempat.
Kondisi terkait
Sumber dan panduan
Artikel ini bersifat edukatif dan disusun dengan mengacu pada sumber informasi kesehatan serta panduan klinis yang diakui jika tersedia. Tautan sumber spesifik dapat bervariasi menurut topik.
Terakhir diperbarui: 27 Juli 2026
Catatan edukatif: Informasi ini hanya untuk edukasi dan bukan diagnosis.
Gunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, saran tenaga kesehatan berlisensi.
Jika gejala parah, memburuk, atau mendesak, hubungi nomor darurat setempat atau cari perawatan darurat.